SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

PNS Narkoba Terancam Sanksi Berat, Bupati Tunggu Proses Hukum

  • Reporter:
  • Senin, 16 Juli 2018 | 10:43
  • Dibaca : 133 kali
PNS Narkoba Terancam Sanksi Berat, Bupati Tunggu Proses Hukum
ilustrasi

KARIMUN – Bupati Karimun Aunur Rafiq mengaku akan memberi sanksi kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terlibat narkoba. Bagi PNS yang memiliki jabatan akan dicopot dari jabatannya. Sedangkan bagi pegawai biasa tak akan diberikan jabatan.

Menurut dia, proses secara kepegawaian terhadap PNS terlibat narkoba dilihat dari tingkat kesalahannya. Jika hukumannya di atas 5 tahun bisa diberhentikan, sedangkan di bawah lima tahun dilakukan rehabilitasi atau pembinaan. Namun jabatannya untuk sementara tidak diberikan atau nonjob. “Untuk pemberhentiannya ada proses,” ujarnya, Minggu (15/7/2018).

Rafiq sangat menyesalkan dengan adanya kasus Di, PNS yang bertugas di Dinas Pariwisata (Dispar) ditangkap Satnarkoba Polres Karimun karena bagian dari sindikat narkoba.
Bila nanti PNS tersebut dipidana dengan hukuman di atas 5 tahun akan langsung diberhentikan sesuai undang-undang. “Pasti akan dapat sanksi berat sesuai hasil putusan pengadilan nanti,” katanya.

Ia mengingatkan kepada seluruh PNS di lingkungan Pemkab Karimun untuk bisa menjadi dari dan tidak terjerumus dalam lingkaran narkoba. Diberitakan sebelumnya, Tim Buser Satnarkoba Polres Karimun menangkap Di, oknum pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Karimun di rumahnya kawasan Batu Lipai Kelurahan Baran Timur, Minggu (8/7) sekira pukul 22.00. Dari tangan pelaku, polisi menyita sembilan paket sabu.

Wakapolres Karimun Kompol Agung Gima Sunarta mengatakan, Di merupakan PNS yang bertugas di Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Karimun, polisi telah lama melakukan pengintaian karena terlibat dalam sindikat narkoba di Tanjungbalai Karimun. Selain Di, polisi juga mengamankan seorang lelaki berinisal Am yang merupakan rekan pelaku. Dari tangannya, disita satu paket kecil sabu.

“Dari tangan keduanya kami sita 10 paket sabu seberat 3,96 gram, timbangan digital, kaca pirex dan bong (alat isap sabu),” ujarnya di Mapolres Karimun, Jumat (13/7).

Ia menjelaskan, penangkapan pertama dilakukan polisi terhadap DI. Sedangkan AM ditangkap ketika ia datang ke lokasi rumah Di ketika polisi sedang melakukan penggerebakan. “Dari tangan AM kami hanya temukan satu paket sabu,” katanya.

Pengakuan dari tersangka DI, barang bukti narkoba didapatkan dari seseorang berinisial IW yang masih menjadi buronan polisi. IW merupakan salah satu target operasi (TO) dari Satresnarkoba Polres Karimun, ia diduga merupakan pemasok narkotika jenis sabu kepada sejumlah oknum di Pemkab Karimun.

“IW ini merupakan salah satu target kita. Dia pemasok sabu di kalangan oknum PNS di Pemkab Karimun,” kata mantan Kasat Narkoba Polresta Barelang ini. Berdasarkan keterangan DI, ia telah lama mengkonsumsi narkotika, sejak tahun 2012. Kepada polisi, DI mengaku hanya sebagai pengguna narkoba tidak mengedarkan.

“Pengakuannya hanya pengguna, namun berdasarkan barang bukti yang ditemukan ia patut diduga sebagai pengedar. Kami lihat dalam penyidikan nantinya,” kata Gima.

Wakapolres menambahkan, bahaya narkoba saat ini bukan hanya mengintai masyarakat, melainkan juga sudah memasuki kalangan PNS di pemerintahan. Hal ini menjadi perhatian serius dan segera dilakukan pencegahan agar tidak mempengaruhi PNS lainnya. “Jadi narkoba ini telah masuk ke semua lini. Bukan sipil tetapi juga PNS. Kita harus melakukan pencegahan,” ujarnya.

Tersangka Di mengaku, selama ini ia mendapatkan perintah dari IW dan selalu mendapatkan barang dan kemudian mengantarkan barang-barang kepada pemesan. “Saya mendapatkan sabu ini utuh dan kemudian dipaketkan. Apabila ada pemesan, saya di perintah IW untuk mengantarkan barang-barang kepada pemesan.” katanya.

Atas perbuatan pelaku akan dijerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun denda maksimal Rp8 miliar. ricky robiansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com