SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pola Grafis Yang Feminima

  • Reporter:
  • Sabtu, 28 April 2018 | 15:53
  • Dibaca : 138 kali
Pola Grafis Yang Feminima

Tak pernah bosan mempercantik kaum elite, rumah mode terkemuka dunia selalu memberikan sensasi dalam mengeluarkan rancangan busana yang tak lekang oleh zaman.

Dalam koleksi terbarunya, paduan tema klasik, glamor dengan sentuhan lebih feminin, dipilih menjadi napas utama dari koleksi high fashion brand ini.Klasik, elegan, dan feminin menjadi tiga kata yang mencerminkan setiap koleksi milik Givenchy pada musim Spring 2018 ini.

Label asal Prancis ini kini digawangi Creative Director Claire Waight Keller, setelah ditinggalkan Ricardo Tisci. Sebelumnya, Waight Keller pernah memimpin rumah mode Chloe selama enam tahun dengan sentuhan busana yang feminin. Kesempatan ini merupakan sebuah tantangan baru bagi dia untuk mengepalai rumah mode dengan DNA desain Hubert de Givenchy.

Waight Keller memberikan sedikit perubahan. Jika sebelumnya jenis anjing rottweilers, kini desainer asal Inggris ini memilih kucing purrkins berwarna hitam untuk menjadi maskot dari rumah mode Givenchy. Dia memutuskan untuk menghilangkan sisi punk dalam busananya dengan memberikan sentuhan yang lebih feminin.

Palet warna yang dikenakan dalam koleksinya kali ini adalah warna-warna urban seperti hitam, putih, biru tua, dan merah. Waight Keller terinspirasi dari beberapa sketsa dari Hubert de Givenchy. Dia memilih motif Daun Semanggi tahun 1960-an dan motif dari hewan tahun 1980-an.

Walaupun koleksinya kali ini bukanlah koleksi busana yang diharapkan dari label sekelas Givenchy, busana ini sepertinya akan laku di pasaran. Secara umum, Waight Keller memang menam pilkan koleksi yang sangat menarik. Tentunya sesuai dengan DNA awal Givenchy yang canggih, feminin, elegan dengan sedikit sentuhan pember ontak an.

Anda bisa melirik koleksi seperti split neck dress dengan motif kulit leopard. Busana bernuansa monokrom berlengan panjang ini dibanderol dengan harga Rp41,9 juta. Terdapat juga busana shirt dress warna hitam berpotongan klasik. Koleksi berlengan panjang ini ditawarkan dengan harga Rp20,5 juta.

Ada juga blus tanpa lengan dengan motif bunga-bunga bernuansa gabungan merah terang dan hitam berhias pita di bagian leher warna hitam. Harga untuk memiliki bu sana ini adalah Rp25,3 juta. Koleksi menarik lainnya adalah atasan warna hitam dari bahan menera wang dengan gam bar bibir yang ditawarkan de ngan harga Rp27,3 juta.

Givenchy merupakan ru mah mode yang didirikan oleh Hubert de Givenchy pada 1952. Beberapa desainer ternama seperti John Galliano, Alexander McQueen, dan Julien MacDonald sempat menjadi direktur kreatif Givenchy. Sejak dipegang oleh Tisci pada 2005, Givenchy selalu taat menampilkan koleksi busana bernuansa urban dalam gaya streetwear, namun tetap elegan dan berkelas.

Merek papan atas lainnya yang juga telah mengeluarkan koleksi baru adalah Maison Margiela. Brand high fashion yang dipimpin Direktur Kreatif John Galliano ini menampilkan outfit bergaya glamor dengan sentuhan lebih santai dan sporty melalui celana yoga dan sneakers yang menjadi kebahagiaan mode hakiki.

Dia memper timbangkan setiap koleksi nya secara telaten tidak hanya tema besar tetapi juga setiap jahitan dan nuansa. Dalam gaya klasik, Galliano ber usaha untuk men – definisikan se – butan glamor ke dalam gaya baru. Mengingat, menurut dia, mode fashion kini sema kin komersial dan didorong oleh pemasaran.

Koleksi anyar – nya ini mengantar para pemujanya ke negeri-negeri yang berada nun jauh dari keajaiban yang menak jubkan. Busana yang menjadi highlight di antaranya cut out jersey dress ber nuansa hitam. Busana berlengan sedang bergaya edgy ini dijual dengan harga Rp18,5 juta.

rendra hanggara

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com