SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Polda dan Bea Cukai Panen Tangkapan Sabu

  • Reporter:
  • Selasa, 13 November 2018 | 15:42
  • Dibaca : 176 kali
Polda dan Bea Cukai Panen Tangkapan Sabu
ilustrasi

NONGSA – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepri mengungkap kasus penyelundupan narkoba di Pelabuhan Rakyat Sagulung, Jumat (9/11) sekira pukul 22.20. Dari tangan pelaku M Ari Wahyudi warga Pulau Buluh, dan Basok warga Bulang Lebam, polisi menyita 500 gram sabu.

“Kedua pelaku ini berprofesi sebagai nelayan,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Pol K Yani Sudarto, kemarin.

Pihaknya tengah melakukan pengembangan atas pengungkapan tersebut. Petugas sedang mencari informasi dari mana barang ini didapat, dan kemana barang ini akan diedarkan juga apakah ada keterlibatan pelaku lain.

“Kami sedang kembangkan lagi kasus ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Selasa (6/11) sekira pukul 14.00, petugas Ditresnarkoba Polda Kepri juga berhasil melakukan penangkapan terhadap dua orang pemilik 506,17 gram sabu. Keduanya diamankan di kamar 408 Hotel Hans In, Lubuk Baja.

Kedua tersangka Ismail (31) warga Kuala Merbau RT 01 RW 03 Kelurahan Kuala Merbau Kecamatan Kuala Merbau, Meranti dan Husni Mubarok (30) warga Dusun Darussalam Kelurahan Tanjong Meunye Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh. “Sabu ini dibawa dari Selat Panjang, Riau oleh kedua tersangka,” ujarnya.

Tak hanya Polda Kepri, Bea Cukai Batam juga kembali menggagalkan penyelundupan narkoba. Kali ini petugas Bea dan Cukai menggagalkan penyelundupan sabu melalui Bandara Hang Nadim dari calon penumpang Lion Air JT 138 dari Batam ke Jambi, Kamis (8/11) sekitar pukul 16.00. Dari tangan pelaku Meitri Rapon (25), diamankan sabu sebanyak 441 gram yang disimpan di dalam celana dalam.

Kabid Bimbingan Kepatuhan Layanan Informasi(BKLI) Bea Cukai Batam, Sumarna mengatakan, petugas Bea dan Cukai mencurigai gerak gerik pelaku pada saat masuk pemeriksaan mesin pemindai, dan petugas langsung melakukan pemeriksaan badan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata ada bungkusan dalam celana dalam pelaku. Petugas mengamankan pelaku dan membawanya ke hanggar untuk pemeriksaan lanjutan,” ujarnya.

Karena terbukti memiliki narkoba jenis sabu, Bea dan Cukai menyerahkan kasus ini ke BNNP Kepri untuk dilakukan penindakkan lebih lanjut. Ia menambahkan, selama tahun 2018, Bea dan Cukai Batam berhasil mengagalkan penyelundupan narkoba sebanyak 68 kali, dan kebanyakan pelaku adalah kurir yang disuruh mengantarkan barang haram ke beberapa daerah di Indonesia.

“Kebanyakan kurir yang kami amankan,” katanya.

Adapun daerah yang sering menjadi daerah pengiriman dari Batam adalah Aceh, Jambi, dan daerah Jawa. Hal itu dikarenakan Batam merupakan daerah pemasok sabu dari Malaysia. “Batam ini daerah rawan, apalagi berdekatan dengan negara tetangga,” ujar Sumarna.

Selain itu, banyaknya pelabuhan tikus dan pulau-pulau yang ada di Kepri membuat peredaran narkoba merajalela di Batam, sehingga pemerintah harus ekstra dalam pengamanan daerah. “Kalau pelabuhan tikus di Batam ini banyak, dan ini menjadi pekerjaan berat untuk kami mengawasi barang masuk,” ungkapnya.

dicky sigit rakasiwi/romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com