SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Polda Jatim Bongkar Praktik Seks Swinger

  • Reporter:
  • Rabu, 18 April 2018 | 15:38
  • Dibaca : 201 kali
Polda Jatim Bongkar Praktik Seks Swinger

SURABAYA – Subdit Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) membongkar praktik saling tukar pasangan (swinger) dalam berhubungan intim.

Dalam kasus ini polisi berhasil membekuk tiga pasangan suami istri (pasutri) yang diduga anggota ko mu nitas seks menyimpang ini. Me reka adalah THD, 53, dan is tri nya, RL, 49, warga Keputih, Sura ba ya; SS, 47, dan istrinya, DS, 29, war ga Lawang, Malang; dan WH, 51, bersama istrinya, AG, 30, juga warga Lawang, Ma lang. Kepala Subdit Renakta Ditres krimum Polda Jatim AKBP Yu dhistira Midyahwan mengata kan, komunitas ini berkomuni kasi melalui grup media sosial Facebook bernama Sparkling yang dibentuk sejak 2013. Anggota grup ini memiliki persa maan untuk berfantasi melakukan tukar pasangan.

Dalam kegiatannya tukar pa sangan itu, beberapa pa sangan melakukan seks bersamasama di hotel serta tidak ada persyaratan uang karena murni dari fantasi seksual yang sama. ”Dari hasil penyidikan, kegiatan ini sudah berlangsung lama sejak 2013, namun baru bisa diung kap. Anggota memang cukup banyak, tapi mereka putus sambung. Jadi siapa yang bisa dan siap untuk hari ini janjian akan dilakukan,” katanya. Para pelaku diamankan dalam penggerebekan yang di lakukan di sebuah hotel di Ka bu – paten Malang pada Sabtu (14/4). Saat digerebek, tiga pa sa ngan itu sedang melakukan hu bungan intim bersama.

“Spar kling berang gotakan 28 orang yang berasal dari sejum lah daerah di Jatim seperti Su ra baya, Malang, Sidoarjo, Tuban, Jember, dan Ngan juk,” katanya kemarin. Komunitas ini dibentuk oleh THD. Rata-rata aktivitas ber hu bungan intim secara swinger ini di lakukan di kawasan Tretes, Pasuruan. Para pelakujugamem pu – nyai kontrak pasangan swingerdi media sosial lain se perti Twitter. Ini biasanya di gun akan untuk mencari pasangan swinger yang baru.

“Di grup Facebook ini sifatnya ter tutup. Mereka kerap membuat kesepakatan untuk melakukan aktivitas seksual bersama-sa ma, juga tukar pa sang an. Untuk bisa bergabung ke grup ini ada syaratnya di an ta ranya harus memiliki surat nikah,” imbuh Yudhistira. Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Jatim Kombes Pol Frans Ba rung Mangera mengatakan, ka sus ini terungkap berkat in – formasi masyarakat soal ada aktivitas seksual menyimpang tersebut. Dari keterangan pelaku kepada penyidik, antara satu pasangan dengan pasangan lain sudah saling kenal.

“Penyidik ma sih mendalami berapa jum – lah pasti anggota grup sejak per – tama berdiri sampai sekarang se bab anggota grup keluar-masuk. Kami masih dalami apa ada tersangka lain,” katanya. Dalam pengungkapan itu, selain mengamankan beberapa tersangka, polisi juga menemukan empat kondom belum ter pakai, enamcelanadalam, tigabuahBH, satu telepon geng gam, satu handuk, dan dua se prai. Atas perbuat an itu, para ter sangka di per – sangkakantin dakpidanadengan sengaja meng adakan atau me – mu dahkan perbuatan cabul dengan orang lain sebagaimana Pasal 296 KUHP dengan an caman hukuman penjara selama satu tahun empat bulan.

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menuturkan, sebenarnya kasus seperti ini bukan termasuk prostitusi karena dalihnya murni berangkat dari keasyikan seksual. Namun, ketika syaratnya adalah harus sudah menikah disertai bukti surat nikah, kasus ini tergolong perzinaan sehingga bisa dikenai pidana. ”Beda lagi dengan ritual seks da lam bentuk orgy yang ditujukan untuk tujuan selain kesenangan seksual seperti yang dipraktikkan di Kemusuk, Jateng,” ucapnya.

Alumnus Universitas Melbourne Australia ini menu turkan, pe rilaku seks seliar itu ren – tan menimbulkan penyebaran pe nya kit menular seksual. ”Masyara kat tentu perlu mempertimbangkan masak-masak se belum menikah dengan mereka,” tutur dosen Perguruan Ting gi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini.

Lukman hakim/ abdul rochim

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com