SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Polda Kepri Awasi Pungli PPDB

  • Reporter:
  • Kamis, 16 Mei 2019 | 12:41
  • Dibaca : 90 kali
Polda Kepri Awasi Pungli PPDB
ilustrasi

NONGSA – Polda Kepri akan mengawasi proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Sama seperti tahun sebelumnya, Tim Saber Pungli Polda Kepri mengawasi penerimaan di seluruh sekolah di Kepri.

“Sehubungan dengan berakhirnya tahun ajaran 2018/2019 dan menjelang tahun ajaran 2019/2020, kami menyampaikan beberapa imbauan,” kata Irwasda Polda Kepri Kombes Purwolelono, Rabu (15/5)..

Pihaknya melarang seluruh sekolah jenjang SD, SMP, SMA melakukan pungutan atau meminta sumbangan dalam bentuk apapun kepada peserta didik atau orang tua/wali murid.

“Baik itu menerima dan meminta hadiah, pemberian, uang, dan/atau sejenisnya kepada siswa dan/atau orang tua siswa yang dikaitkan dengan persyaratan akademik untuk penerimaan peserta didik, penilaian hasil belajar peserta didik, dan/atau kelulusan peserta didik dan satuan pendidikan dalam bentuk apapun dan dengan dalih apapun, termasuk saat pengambilan rapor, ijazah/SKHU, dan saat pelaksanaan PPDB,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga melarang sekolah untuk menahan rapor, Ijazah, dan Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) dengan alasan peserta didik belum memenuhi kewajiban pembayaran sumbangan/pungutan yang telah ditetapkan satuan pendidikan.

“Tim Saber Pungli akan memberikan sanksi hukum terhadap yang menerima maupun yang memberi pungli,” kata Purwolelono.

Ia juga meminta pihak sekolah harus transparan mengenai iuran resmi. Hal ini agar diketahui besara iuran resmi yang harus dikeluarkan orang tua siswa. “Jadi mereka harus beri tahu pada wali murid, berapa besaran iuran itu dijelaskan pada wali murid jadi jangan salah sangka dan ada iuran dikutip di luar itu,” ujarnya.

Seperti diketahui, tahun lalu Tim Saber Pungli Polresta Barelang berhasil mengungkap kasus pungli PPDB di SMPN 10 Batam. Dalam kasus tersebut, lima orang ditetapkan sebagai tersangka yakni Rahip yang merupakan Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 10 Batam beserta wakilnya, Antonius Yudi Noviyanto. Baharudin selaku Ketua Komite Sekolah SMPN 10 Batam, Rorita yang merupakan guru honorer serta staf administrasi bernama Mismarita.

Kasus ini bermula saat Rorita ditangkap Tim Saber Pungli. Dari pengembangan, petugas kemudian menangkap Mismarita dan Baharudin. Nama terakhir ditangkap di rumahnya, Perumahan Nusa Jaya, Seipanas pada Minggu (15/7/2018) malam lalu.

Dalam kasus ini, kepolisian berhasil mengamankan barang bukti uang sebesar Rp473.930.000 yang didapatkan dari 476 wali murid. dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com