SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Polda Kepri Jalin Kerja Sama PDRM, Tangkal Pengiriman TKI Ilegal dan Trafiking

  • Reporter:
  • Jumat, 9 Maret 2018 | 13:49
  • Dibaca : 226 kali
Polda Kepri Jalin Kerja Sama PDRM, Tangkal Pengiriman TKI Ilegal dan Trafiking
Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi saat menerima dinas dari Polis Diraja Malaysia (PDRM) di Mapolda Kepri, Kamis (8/3/2018). /AGUNG DEDI LAZUARDI

NONGSA – Polda Kepri terus meningkatkan pengawasan dalam menangkal pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal dan mencegah tindak pidana perdagangan manusia (trafiking) ke luar negeri.

Hal ini menjadi atensi sebab wilayah Kepri yang merupakan daerah kepulauan dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia dan Singapura.

“Kepri yang memiliki garis pantai terpanjang dan terdiri dari 1.976 pulau serta 97 persennya laut, sering dimanfaatkan sebagai tempat penyelundupan hingga perdagangan manusia baik dari maupun ke Malaysia,” ujar Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi saat menerima dinas dari Polis Diraja Malaysia (PDRM) di Mapolda Kepri, Kamis (8/3/2018).

Dia menjelaskan, kunjungan perwakilan PDRM ke Mapolda Kepri merupakan bentuk komitmen negara tetangga dalam menangkal aksi pengiriman tenaga kerja ilegal dan mencegah perdagangan manusia yang kerap terjadi di wilayah kedua negara.

Upaya jalinan kerjasama yang dilakukan dua institusi kepolisian ini, sambungnya, untuk melihat kewenangan masing-masing negara di perbatasan. Sebab, semua penegakan hukum bagi pekerja migran dan perdagangan manusia terbatas di masalah teritori tersebut.

“Kerja sama perlu ditingkatkan, karena sumbernya adalah khusus dari kedua negara. Setelah kerja sama, baik Polda Kepri dan PDRM juga akan meningkatkan kerja sama bidang pemberantasan narkoba,” kata jenderal bintang dua ini.

Penolong Pengarah Anti Pemerdagangan Orang/Penyeludupan Migran JSJ (D7C) Senior Asisten Komisioner, Maszely Minhad menyampaikan, pertemuan kali pertama ini merupakan titik tolak dan diharap dapat bekerja sama memberantas kejahatan pekerja migran ilegal, dan perdagangan orang yang sering terjadi antara kedua negara.

“Insya Allah dengan pertemuan ini kami rasa dapat bertukar maklumat dan kami dapat akhirinya memberantas jenayah ini hingga ke akar rumbinya,” kata Maszely.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com