SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Polda Kepri Periksa Kacab Bank BTN Batam

  • Reporter:
  • Jumat, 17 Juli 2020 | 19:21
  • Dibaca : 310 kali
Polda Kepri Periksa Kacab Bank BTN Batam
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadireskrimum) Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid./ist

BATAM – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepi memeriksa Kepala Kantor Cabang Bank (Kacab) Bank Tabungan Negara (BTN) Batam. Hal ini dilakukan terkait dugaan pemalsuan dokumen akad kredit.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadireskrimum) Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid membenarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihaknya.

“Kita kemaren memeriksa Kepala Cabang Bank BTN Batam,” ujarnya Jumat (17/7/20).

Dijelaskannya bahwa pemeriksaan terhadap Kepala cabang BTN Batam itu terkait pemalsuan Dokumen yang dialami oleh seorang korban beberapa waktu lalu.

“Jadi beberapa waktu lalu ada kasus penyalahgunaan identitas untuk akad kredit rumah,” ujarnya.

Menurutnya kasus itu bermula dari penggunaan identitas pelapor untuk syarat jual beli rumah. Setelah selesai urusan jual beli rumah, sertifikat rumah tersebut digadaikan ke bank BTN dengan menggunakan identitas pelapor.

Kemudian, pelapor yang enggan identitasnya digunakan untuk melakukan pinjaman di Bank BTN lalu terlapor menggunakan identitas pelapor yang diwakilkan adek terlapor untuk melakukan pengurusan pinjaman di Bank BTN.

“Jadi terlapor menggunakan identitas pelapor dengan di wakilkan oleh adek terlapor untuk peminjaman uang di bank BTN dengan jaminan sertifikat rumah tersebut,” ujarnya.

Dikatakan Ruslan, setelah diproses BTN Batam uang sejumlah kurang lebih Rp900 juta diberikan kepada terlapor. Pihak Ditreskrimum Polda Kepri sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk petugas pemberian kredit dan Kepala cabang BTN Batam.

“Ada kejanggalan saat pinjaman kredit tersebut dimana identitas peminjam dan yang meminjamkan tidak sesuai tetapi tetap di berikan, Kepala cabang Bank BTN Batam sudah di periksa dua kali,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwasanya kasus ini cukup janggal, karena pihak Bank meloloskan kredit ini. Walaupun orang yang datang untuk akad kredit, tidak sesuai dengan dokumen yang diberika. Dimana seharusnya dalam proses jual beli juga janggal. Karena penjual dan pembeli dokumennya (KTP pembeli dan penjual) beda dengan orang yang datang saat akad.

“Masih terus kami lakukan penyidikan, selain Kepala BTN Cabang Batam, kita juga telah memanggil petugas BTN yang melayani akad kredit tersebut dan pelapor juga sudah diminta keterangan,” tutupnya.

dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com