SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Polda Kepri Ungkap Penganiayaan WNI Di Kapal Lu Huang Yuan Yu 118

  • Reporter:
  • Rabu, 8 Juli 2020 | 21:14
  • Dibaca : 195 kali
Polda Kepri Ungkap Penganiayaan WNI Di Kapal Lu Huang Yuan Yu 118
Tim gabungan dari Polda Kepri, TNI AL, BIN Daerah Kepri, Bakamla, Bea Cukai dan KPLP saling bersinergi dan berhasil mengamankan Kapal Ikan Asing Lu Huang Yuan Yu 117 dan 118 berbendera China yang diduga telah melakukan tindak pidana kekerasan yang mengakibatkan seorang ABK kapal Warga Negara Indonesia meninggal dunia.

BATAM – Tim gabungan dari Polda Kepri, TNI AL, BIN Daerah Kepri, Bakamla, Bea Cukai dan KPLP saling bersinergi dan berhasil mengamankan Kapal Ikan Asing Lu Huang Yuan Yu 117 dan 118 berbendera China yang diduga telah melakukan tindak pidana kekerasan yang mengakibatkan seorang ABK kapal Warga Negara Indonesia meninggal dunia. Hal ini disampaikan oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman para pimpinan Tim gabungan tersebut pada Rabu (8/7/20) Lanal Batam.

Dijelaskannya bahwa informasi awal yang diterima ada seorang warga negara Indonesia diduga dianiayai hingga meninggal dunia. Seperti pengalaman sebelumnya, sebagian besar tenaga kerja Indonesia yang bekerja di kapal ikan asing itu diperlakukan secara tidak manusiawi dan berdasarkan dokumen untuk mereka bekerja sering kali dipalsukan dan tidak benar isinya.

“Jadi dugaan kami kedua kapal ini salah satunya merupakan tempat dilakukannya penganiayaan dan kapal lainnya sebagai saksi yang mengetahui kejadian tersebut,” ujar Kapolda.

Dijelaskannya bahwa warga negara Indonesia ini juga yang menyampaikan informasi bahwa dikapal tersebut ada mayat. Dan kuat dugaan bahwa yang bekerja di kapal tersebut merupakan korban trafficking (perdagangan manusia) yang dipekerjakan secara paksa di atas kapal ikan tersebut.

“Kedua kapal tersebut bersama-sama mencari ikan dan cumi-cumi dan merupakan satu pengurusan, saat kita lakukan pengejaran kapal 117 sempat hampir lepas namun berhasil digiring untuk memasuki wilayah perairan Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi jenazah yang adapada kapal tersebut saat ini sedang menjalani pemeriksaan oleh tim dokter. Dimana kondisi jenazah sendiri masih utuh dengan menggunakan pakaian serta diberi selimut.

“Untuk hasil visum nya kita masih menunggu dari tim dokter,” ujarnya.

Informasi tentang kejadian ini awalnya diterima pada Rabu (8/7/20) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Namun pihak dari Bakamla dan TNI AL telah mengetahuinya sejak Selasa (7/7/20) malam.

“Pada pukul 06.00 WIB itu juga Saya perintahkan jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Kepri untuk bergabung melakukan deteksi dan mencari kapal tersebut termasuk juga helikopter ikut bergabung melakukan pencarian melalui udara,” ujarnya.

Selanjutnya, berdasarkan pengalaman bahwa anggota rawan sekali terkena serangan, untuk Tim saling bersinergi, saling membantu dalam mengamankan Kapal ini, termasuk juga Brimob Polda Kepri diterjunkan. TKP dugaan penganiyaan hingga menyebabkan meninggal dunia ini terjadi dibawah wilayah yurisdiksi Indonesia dan yang dianiayai adalah warga negara Indonesia walaupun dia bekerja di Kapal Asing.

“Jadi kewenangan itu ada di Aparat Kepolisian termasuk juga di TNI AL dan Bakamla termasuk aparat Indonesia lainnya dapat melakukan tindakan hukum. Kapal ini kurang lebih sudah berlayar selama 7 bulan bertolak dari Singapura ke Argentina dan begitu melewati perairan kita langsung dilakukan penyergapan dengan seluruh aparat yang ada di laut,” tutupnya.

dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com