SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Polisi Buru DPO Pelaku Penganiayaan Ali

  • Reporter:
  • Kamis, 10 Januari 2019 | 12:44
  • Dibaca : 105 kali
Polisi Buru DPO Pelaku Penganiayaan Ali
ilustrasi

LUBUKBAJA – Polsek Lubukbaja masih mengejar satu pelaku lain penganiayaan terhadap Ali Syofnevil (39), yang disekap dan dianiaya di Hotel Bali. Pelaku bernama Willy ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi.

Kapolsek Lubukbaja Kompol Yunita Stevani mengatakan, pihaknya terus melakukan pengembangan terkait kasus penganiayaan tersebut.

“Tiga orang sudah kami amankan dan dilimpahkan ke Polresta Barelang,” ujarnya, Rabu (9/1).

Kasus penganiayaan dan pemerasan ini menjadi fokus pihak kepolisian, karena mengingat kasus ini sudah menjadi atensi publik.

“Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kami akan segera menangkap pelaku yang masih buron,” katanya.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan, kasus penganiayaan dan pemerasan ini sudah dilimpahkan ke Polresta Barelang, karena kasus sudah menjadi atensi publik.

“Saat ini kami yang menangani kasusnya, dan anggota sedang melacak keberadaan satu pelaku lain,” kata Andri.

Ia meminta masyarakat juga jangan terpancing emosi dengan kasus penganiayaan ini dan menyerahkan pengungkapan kasus ini kepada polisi.

“Ini menjadi tanggungjawab kami sebagai polisi, dan kami meminta masyarakat membantu pihak polisi untuk menjalankan tugas,” ujarnya.

Andri berharap masyarakat juga membantu aparat kepolisian dalam bertugas dan menjaga keamanan Kota Batam, sehingga tidak ada konflik ke depannya. Selain itu, jangan membuat opini yang merusak keamanan.

“Kami berjanji akan mengungkap tuntas kasus ini,” kata Andri.

Ketua Gema Minang Antoni Lendra mengatakan, pihaknya akan mengawal kasus penganiayaan tersebut sampai selesai, dan membantu pihak kepolisian untuk mencari pelaku yang masih DPO.

“Kami sangat menyesalkan kasus penganiayaan ini, karena masyarakat kami diperlakukan seperti itu. Kami akan membantu pihak kepolisian untuk membantu proses pencarian pelaku,” kata Antoni.

Antoni menegaskan, ia dan anggota paguyuban Minang tidak akan bertindak main hakim sendiri, karena hukum berlaku di Batam. “Jika ada yang main hakim sendiri anggota saya, saya langsung yang akan melaporkannya ke polisi,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Ali Syofnevil (39) harus dirawat di Rumas Sakit Harapan Bunda (RSHB) karena mengalami luka di sekujur tubuh. Mantan pemain sepak bola PSP Padang ini menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang di Hotel Bali, Nagoya, Minggu (6/1). Ia dituduh telah melarikan istri salah satu pelaku penganiayaan.

Tiga pelaku penganiayaan yakni, David Joy Bangun (35), Egi Romana Sembiring (33) dan Irfan (25). Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Awal Syaban Harahap mengatakan, kasus penganiayaan ini terungkap saat istri korban AY (32) melaporkan kejadian penganiayaan tersebut kepada pihak kepolisian, karena suaminya dianiaya oleh tiga orang tak dikenal di Hotel Bali.

“Istri korban ditelepon melalui video call via whatsapp oleh pelaku. Pelaku meminta uang Rp30 juta untuk uang damai. Saat itu, istri korban melihat suaminya sudah babak belur,” ujarnya, Selasa (8/1).

Lanjut Awal, istri korban langsung membuat laporan ke polisi terkait penganiayaan sekaligus pemerasan tersebut. Setelah mendapat laporan, polisi melacak keberadaan pelaku yang berada di Hotel Bali. “Ketiga pelaku kami ringkus di Hotel Bali,” katanya. romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com