SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Polisi Buru Sopir Truk Maut Kasus Laka Lantas di Seipanas

  • Reporter:
  • Senin, 5 November 2018 | 15:42
  • Dibaca : 272 kali
Polisi Buru Sopir Truk Maut Kasus Laka Lantas di Seipanas
Petugas Satlantas Polresta Barelang mengamankan lokasi kejadian laka lantas di depan Zia Hotel Boutique, Jalan Laksamana Bintan, Seipanas, Sabtu (3/11). f romi kurniawan

BATAM KOTA – Kanit Laka Lantas Polresta Barelang Iptu Efendi Marpaung mengatakan, jajarannya masih memburu sopir truk maut yang menabrak dan melindas pengendara sepeda motor Honda Vario BP 3128 MJ saat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di depan Zia Hotel Boutique, Jalan Laksamana Bintan, Seipanas.

Windy (18), mahasiswa Universitas Universal meregang nyawa dalam peristiwa tabrakan yang juga melibatkan mobil Toyota Kijang Unser BP 1342 ZE.

“Kejadian terjadi pada Sabtu (3/11) siang, setelah hujan mulai reda. Korban terjatuh setelah ditabrak dari belakang, dan mobil truk yang berkecepatan tinggi menyambar korban,” kata Efendi, Minggu (4/11).

Korban meninggal di tempat dengan luka di kepala karena dilindas truk. Sementara itu, pihak kepolisian terus mencari keberadaan truk, karena sopir truk melarikan diri setelah melindas korban. “Kami masih melakukan penyelidikan kepada saksi yang menabrak motor korban pertama kali, dan kami juga akan melakukan pengejaran sopir truk,” ujarnya.

DPRD Ingatkan Kontraktor Pelebaran Jalan

Ketua Komisi III DPRD Kota Batam Nyanyang Haris Pratamura menyesali kecelakaan di Seipanas, Sabtu (3/11) yang merenggut satu nyawa. Menurut dia, kondisi jalan yang sedang dalam pelebaran dan hujan yang turun sangat berbahaya bagi pengendara.

“Kami turut berduka cita. Kemarin memang hujan jadi kondisi jalan sangat licin,” kata Nyanyang.

Ia mengimbau kepada kontraktor yang melakukan pelebaran jalan di Batam agar tidak mengganggu pengendara yang melintas. Perusahaan wajib memberikan tanda-tanda agar pengendara mengetahui bahwa sedang ada pengerjaan proyek.

“Plang imbauan ini juga agak jauh dari lokasi sudah harus dipasang. Sehingga masyarakat yang lewat sudah tahu harus bagaimana menghindarinya,” ujarnya.

Nyanyang mengingatkan seluruh kontraktor rekanan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam harus menaati aturan lalul intas. Salah satunya dengan memasang rambu lalul intas atau tanda peringatan bagi pengguna jalan.

“Pemasangan rambu peringatan atas kegiatan di luar fungsi jalan sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan JaIan. Itu semua demi kelancaran arus lalu lintas dan mencegah terjadinya kecelakaan,” jelasnya.

Kecelakaan lalul intas, kata dia, yang disebabkan kerusakan jalan juga bisa mengantar penyelenggara jalan ke pidana. Oleh karena itu, penyelenggara pekerjaan jalan benar-benar mengawasi pekerjaan jalan dengan maksimal.

“Harus dipasang di titik yang tepat. Dalam artian tidak mengganggu pandangan pengguna jalan dan juga bisa terlihat dengan jelas. Selain itu material pekerjaan jangan sampai mengganggu arus lalu lintas,” kata politisi Gerindra ini.

Sesuai dengan pasal 274 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disebutkan, setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan atau gangguan fungsi jalan dipidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp24 juta.

Dalam ayat 2 dijelaskan, ketentuan ancaman pidana itu juga berlaku bagi setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan.

“Artinya kontraktor juga bisa dipidana kalau tidak memasang rambu-rambu yang menjelaskan adanya pekerjaan di sana,” katanya. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com