SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Polisi Dalami Kasus Penyambungan Listrik

  • Reporter:
  • Rabu, 5 Desember 2018 | 13:11
  • Dibaca : 83 kali
Polisi Dalami Kasus Penyambungan Listrik
ilustrasi

ANAMBAS – Polres Anambas terus mendalami dan memeriksa sejumlah saksi dalam kasus pungutan liar permintaan penyambungan baru listrik PLN di Jalan Ahmad Yani Laut, beberapa waktu lalu.

“Sudah 7 orang saksi yang kita periksa terkait kasus ini. Kita akan dalami dulu sejauh mana kasus ini berjalan, karena kita ingin kasus ini bisa terungkap secara tuntas,” kata Kapolres Anambas AKBP Junoto, Selasa (4/12).

Ia mengatakan telah memanggil Kepala Rayon PLN Tarempa untuk dimintai keterangan dan belum bisa memastikan, apakah ada penambahan tersangka atau tidak. Junoto berharap, semua pihak dapat mengambil pelajaran dari kasus tersebut agar menjadi efek jera serta dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Masih kita kembangkan, sekarang belum bisa kita sampaikan apakah ada tersangka baru atau tidak. Kita lihat nanti bagaimana hasil pengembangan,” ujarnya.

Sebelumnya, jajaran Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber pungli) Polres Anambas berhasil mangungkap pungutan liar permintaan penyambungan baru listrik PLN. Tim Saber pungliĀ  berhasil mengamankan Rp 2,8 juta barang bukti dari dua pelaku yang salahsatu adalah tenaga harian lepas dan mitra PLN.

Kapolres Anambas AKBP Junoto mengatakan, kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) berawal dari informasi masyarakat jika ada pungutan liar di Jalan Ahmad Yani Laut.

“Senin, tanggal 26 November 2018 sekira pukul 09.00 WIB anggota UPP Saber Pungli Anambas melakukan pengecekan kelapangan di karenakan adanya informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi Pungutan Liar berupa permintaan biaya dalam pemasangan daya baru listrik PLN di Kantor PLN. Disanalah keduanya operasi tangkap tangan (OTT),”kata Kapolres Anambas AKBP Junoto.

Ia menambahkan, pelaku MA yang merupakan diketahui sebagai mitra PLN, PT Dridolf dan IL merupakan tenaga harian lepas PLN melakukan transaksi dan langsung disergap oleh Tim Saber Pungli. Setelah dilakukan interogasi pelaku menerima uang sebesar Rp2,8 juta dari Aidhi yang mengurus untuk penyambungan listrik baru.

“Kedua pelaku untuk sementara menunggu proses hukum lebih lanjut. Ini merupakan kasus perdana untuk kasus pungli di Kabupaten Kepulauan Anambas,” katanya.

Dalam kasus ini pihak kepolisian turut mengamankan, 1 (satu) unit CPU Merk Samsung Warna Hitam Code 24C, 1 (satu) unit monitor computer merk Compag warna hitam, 1(satu) buah keyboard computere merk Compag, 111 (Seratus sebelas) dokumen arsip Induk langganan, 64 dokumen pengajuan pemasangan listrik dan 56 (lima puluh enam) lembar uang pecahan Rp.50.000.

“Kedua pelaku diduga melanggar Pasal 378 dan/atau pasal 368 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 K.U.H. Pidana Dengan ancaman hukuman empat tahun penjara dan atau ancaman hukuman sembilan tahun penjara,” ujarnya.

Sementara dikonfirmasi Kepala Unit Pelayanan Pelanggan PLN Tarempa, Jaswir mengaku sudah mendapat informasi OTT tersebut. Pihaknya sepenuhnya menyerahkan permasalahan tersebut kepada pihak kepolisian. Dia mengaku IL merupakan tenaga harian lepas yang direkrut oleh Rayon Tarempa untuk membantu administrasi.

“IL adalah tenaga harian lepas yang direkrut oleh Rayon Tarempa. Sementara MA merupakan mitra PLN yang bertugas untuk pelayanan gangguan jaringan. Kita tidak tahu apa yang mereka lakukan diluar tugas yang diberikan,” ujarnya.

Jaswir juga mengaku tidak mengenal pelanggan yang mengajukan permohonan palanggan karena bisa mendaftar melalui Internet. Bahkan dalam situs resmi PLN itu membuat tarif bagi masyarakat yang ingin menyambungkan listrik.

” Mendaftar bisa secara bisa online, untuk 6 ampere itu biayanya Rp 1.39 juta. Namun kita tidak pernah mengetahui apa yang dilakukan oleh staf dilapangan. Kita serahkan sepenuhnya lah kepada pihak kepolisian,” katanya. jhon munthe

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com