SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Polisi Panggil Saksi, Makam Juga Digali

  • Reporter:
  • Rabu, 23 Oktober 2019 | 13:15
  • Dibaca : 109 kali
Polisi Panggil Saksi, Makam Juga Digali
Sejumlah warga dan polisi di lokasi penggalian makam Asmawi di Kampung Baru, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, beberapa waktu lalu. /JHON MUNTHE

ANAMBAS – Makam mantan Bendaraha Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Anambas, Asmawi digali. Sebelumnya polisi juga dikabarkan juga memanggil sejumlah saksi terkait kasus tewasnya Asmawi yang ditemukan dalam posisi tergantung di rumahnya, beberapa waktu lalu.

“Iya memang kuburan digali lagi. Tapi kita belum tahu apa perkembangannya. Pengggalian itu kalau tidak salah Sabtu lalu,” ujar Jonne, warga setempat, Selasa (22/10).

Jonne mengungkapkan, saat penggalian makam itu, mendatangkan tiga tiga dokter untuk memeriksa jenazah. Bahkan, pihak keluarga dari korban meminta agar pihak kepolisian melakukan penyelidikan atas kasus gantung diri bendahara PUPR itu.

“Kabarnya keluarga korban yang meminta agar dilakukan otopsi. Makanya kuburan digali lagi, namun apa hasil pemeriksaan jenazah sampai saat ini belum diketahui,” ujarnya.

Sementara salah seorang pegawai di Dinas PUPR Anambas yang tak ingin namanya disebutkan, pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi. “Teman saya ada juga yang sudah dipanggil dan diperiksa sebagai saksi di Mapolsek Siantan, tapi sebatas saksi saja,” ungkapnya.

Sementara Kapolres Anambas, AKBP Junoto yang dicoba dikonfirmasi melalui telepon belum memberikan tanggapan atas penggalian makam Asmawi itu.

Sebelumnya, warga dan pegawai Anambas dihebohkan penemuan mayat yang tergantung di kamar sewaannya di Kampung Baru, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Jumat (20/9) pagi. Ia tak lain adalah Asmawi, Bendahara Dinas PUPR Anambas.

Dugaan sementara ia tewas gantung diri, masih diselidiki polisi. Informasi yang dihimpun pagi itu, warga mendengar keluarga teriak histeris melihat korban tergantung, sudah tak bernyawa lagi. Teriakan itu pun mengundang rasa penasaran warga di Kampung Baru untuk menuju lokasi.

Usai mengetahui apa yang terjadi, warga pun menginformasikan kepada pihak berwajib. Kemudian dilakukan identifikasi, dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarempa.

Keluarga dan teman-teman korban pun langsung menuju ke RSUD. Tidak hanya itu, Rombongan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas juga turut datang ke RSUD, dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, termasuk dari Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris didampingi Wakil Bupati Wan Zuhendra dan sejumlah Kepala OPD Anambas.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas PUPR Pemkab Anambas Khairul mengaku kaget mendapat kabar itu melalui stafnya. Sebab selama ini tidak pernah ada keluhan dan masalah dalam hal pekerjaan. “Tidak ada masalah selama ini kita dengar dari dia bahkan dari temannya satu ruangan. Saya sangat kaget mendegar kabar melalui telepon,” ujarnya.

Salah seorang pegawai Dinas PUPR Anambas, Leka yang juga kaget mendapat informasi dalam grup medsos adanya kabar bendahara PUPR gantung diri itu. Karena hal itu di luar dugaan mereka, sebab Asmawi yang sehari-hari dikenal tidak pernah mengeluh dan bermasalah. “Kami juga enggak menyangka jika hal itu terjadi. Selama ini kita tidak pernah mendengar ada masalah dengan dia maupun dengan staf lainnya. Kemarin masih ketemu dengannya, saat itu dia main game. Kami sangat kehilangan dia karena orangnya baik dan pendiam,” ujarnya.

Sementara, Kapolres Anambas AKBP Junoto saat itu mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan apakah yang bersangkutan bunuh diri atau ada penyebab lain. “Masih dalam proses penyelidikan, nanti kita akan tunggu hasil pemeriksaan medis. Apa hasilnya akan kita sampaikan kepada rekan-rekan nanti,” ujarnya.

jhon munthe

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com