SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Polisi Tembak Tiga Anggota BNN Bodong

  • Reporter:
  • Kamis, 6 Desember 2018 | 15:42
  • Dibaca : 87 kali
Polisi Tembak Tiga Anggota BNN Bodong
Anggota BNN Bodong yang diamankan tim buser Satreskrim di Mapolresta Barelang, kemarin.

SEIBEDUK – Komplotan anggota BNN bodong yang meresahkan masyarakat dengan melakukan pencurian dengan kekerasan (curas) dibekuk jajaran kepolisian Polresta Barelang, Rabu (5/12) sekitar pukul 07.00 .

Polisi terpaksa melumpuhkan ketiga tersangka dengan timah panas di kaki, karena pelaku mencoba melawan petugas dengan mengeluarkan senjata soft gun dan senjata tajam.

“Ketiga pelaku Heral (40), Ridwan (36) dan Haris (38),” kata Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Andri Kurniawan, Rabu (5/12).

Ia mengatakan, penangkapan ketiga tersangka berawal dari informasi masyarakat, di mana ada oknum anggota BBN yang melakukan pemerasan di Simpang Dam, Kampung Aceh.

“Setelah mendapatkan ciri-ciri pelaku, anggota langsung melakukan pengejaran dan menangkap tersangka Heral di Jalan Sudirman Baloi,” ujarnya.

Lanjut Andri, setelah melakukan penyelidikan, pihak kepolisian mendapatkan keberadaan dua tersangka lainnya yang berada di Hotel Batam Indah, Pelita. Kedua tersangka dibekuk di dalam hotel.

“Dua pelaku yang berada di dalam hotel, yakni Haris dan Ridwan. Kedua pelaku melakukan perlawanan dengan senjata tajam dan nyaris melukai petugas. Kami terpaksa melumpuhkan dengan timah panas,” ungkap Andri.

Andri menjelaskan, para pelaku beraksi mengaku sebagai anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepri, dan sasarannya adalah orang-orang yang keluar dari Kampung Aceh dan diikuti sampai di tempat sepi.

“Sampai di tempat sepi, korban dihadang para pelaku dan menaikkan ke dalam mobil. Di dalam mobil, korban diperas harta bendanya,” ujarnya.

Bila pelaku menemukan narkoba pada korban, pelaku tidak segan-segan meminta uang damai. Sehingga, pelaku lebih leluasa untuk memeras korban tersebut.

“Kami belum mendapatkan berapa kali pelaku melakukan pemerasan, karena masih dalam penyelidikan,” katanya.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senjata soft gun, beberapa senjata tajam, dan uang hasil pemerasan.

Andri berharap, masyarakat lebih proaktif untuk melaporkan kegiatan-kegiatan oknum yang mengatas namakan instansi pemerintah, karena melakukan pemerasan maupun tindakkan lainnya.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat atas laporan tersebut, karena tindakkan oknum ini sudah melawan hukum,” kata Andri. romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com