SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Politik Uang Makin Masif

  • Reporter:
  • Rabu, 17 April 2019 | 18:09
  • Dibaca : 154 kali
Politik Uang Makin Masif
ilustrasi

BATAM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kembali menemukan adanya indikasi politik uang menjelang pencoblosan. Setelah dua caleg yakni NHP dan AS diinvestigasi, Bawaslu kemarin mengusut laporan dugaan bagi-bagi uang yang melibatkan dua caleg berinisial AA dan S.

Bawaslu Kota Batam menyebut laporan itu berasal dari masyarakat yang menyampaikan bahwa caleg mengutus orang untuk membagi-bagi uang di kawasan Batam Centre. “Waktu pembagian uang hari Senin (15/4) malam,” sebut anggota Bawaslu Kota Batam Mangihut Rajagukguk, kemarin pagi.

Dia menyatakan Bawaslu tengah mengusut laporan dugaan praktik politik uang tersebut. Menurut informasi, calon pemilih diberi uang senilai Rp200.000 untuk memilih caleg AA dan S. Uangnya disampaikan satu tim, tidak berbeda orang.

Hingga kemarin, proses pengusutan sudah mencapai tahap pemeriksaan. Bawaslu telah memeriksa saksi-saksi yang terlibat dalam laporan politik uang itu. “Kami sudah memintai keterangan para saksi dan pelapor,” sambung Mangihut.

Mantan Komisioner KPU Batam itu mengatakan pengusutan laporan politik uang itu menambah kasus yang berpotensi melanggar ketentuan Pemilu selama masa tenang. Belum selesai temuan politik uang sehari sebelumnya, Bawaslu kembali mengusut isu yang serupa.

Sehari sebelumnya, Bawaslu mengusut isu politik uang yang berasal dari sebuah video. Video menampilkan pembicaraan dua orang ibu-ibu. Seorang ibu-ibu mengarahkan teman bicaranya dalam video itu agar memilih dua orang caleg berinisal NHP dan AS dengan imbalan uang Rp200.000. “Kemarin dari partai Gerindra, sekarang dari partai PAN,” ungkap Mangihut.

Dia menambahkan selama masa tenang, Bawaslu sudah mendapat 10 laporan dari masyarakat terkait pelanggaran pemilu, yang mengarah ke membagi-bagikan uang kepada masyarakat. “Salah satu partai yang 10 itu adalah PAN, PPP, dan Gerindra,” katanya.

Laporan dari masyarakat tersebut, lanjut dia, masih dilakukan investigasi oleh tim Bawaslu, apakah benar melakukan pelanggaran atau masih dugaan. “Pertama kami harus investigasi untuk memastikannya, setelah itu benar adanya baru kami tindak,” ujar Mangihut.

Konfrensi Pers Nyanyang

Calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menggelar konferensi pers tadi malam di bilangan Batam Centre. Tak tampak caleg AS yang disebut-sebut dalam video dan pemeriksaan Bawaslu.

Nyanyang mengaku dirugikan dengan beredarnya video yang menyebutkan dia bagi-bagi uang atau money politics. Ia menegaskan bahwa sama sekali tidak mengenal dengan perempuan yang ada di dalam video tersebut. “Saya dan AS benar-benar dirugikan, ini fitnah. Karena saya tidak punya tim yang turun untuk mengkampanyekan saya. Karena selama ini saya aktif turun sendiri menampung aspirasi dari masyarakat,” kata Nyanyang saat menggelar konferensi pers di kawasan Batam Center, Selasa (16/4).

Ia menyesalkan ada pihak-pihak yang ingin menjatuhkan dirinya pada pemilu tahun 2019. Dia berharap kepada masyarakat atau para pemilihnya untuk tidak percaya dengan video tersebut. Karena sejak awal pihaknya mengaku komitmen untuk tidak menggunakan cara-cara kotor tersebut untuk bisa duduk menjadi anggota DPRD Kepri.

Politisi Partai Gerindra tersebut juga berharap Bawaslu untuk bisa lebih cermat dalam menyikapi persoalan ini. Pihaknya mengaku mendukung lembaga negara pengawas pemilu untuk mengusut secara tuntas persoalan ini. Nyanyang mengaku akan kooperatif kerjasama dengan Bawaslu.

“Dari video sudah jelas, dibuat oleh orang yang profesional. Kami berharap KPU dan Bawaslu bisa bijak menangani kasus ini,” ujarnya.

Terkait dengan langkah selanjutnya, pihaknya mengaku saat ini masih fokus untuk menghadapi pencoblosan pemilu yang berlangsung besok (hari ini) 17 April 2019. Namun ia mengaku sudah melakukan penyelidikan secara internal untuk mengetahui motif fitnah yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut.

Menurut dia, pihaknya sudah mengantongi pihak yang diduga kuat sengaja membuat video tersebut untuk menjatuhkan namanya. Hanya saja ia mengaku belum bisa membuka dugaan tersebut, saat ini pihaknya masih menunggu itikad baik dari orang-orang tersebut untuk meminta maaf dan mengakui kesalahannya.

“Saya tidak dendam, saya ingin selesaikan dengan kekeluargaan. Meskipun saya saya sudah difitnah dan dicemarkan nama baik saya,” kata Nyanyang.

Terkait rencana laporan ke Polisi, Nyanyang mengaku saat ini pihaknya belum ada rencana untuk melaporkan permasalahan tersebut ke pihak yang berwajib. Ia mengaku pihaknya bersama kader-kader Partai Gerinda fokus untuk menghadapi hari pencoblosan. Pihaknya berharap masyarakat tidak terpengaruh dengan video teesebut.

“Yang dirugikan bukan saya, saja partai juga dirugikan. Mudah-mudahan fitnah ini tidak mengurangi jumlah pemilih dan elektabilitas partai saya,” katanya.

Investigasi

Divisi Hukum Bawaslu Kepri, Indrawan Susilo Prabowo Adi menyatakan dengan adanya dugaan politik yang terjadi di Tanjungpinang, Batam dan daerah lainnya di Provinsi Kepri saat ini tengah dilakukan penelusuran dan investigasi.

“Nantinya, setelah ada hasil investivigasi apabila kasus dugaan politik uang itu berupa laporan, maka akan langsung ditangani. Namun bila itu temuan, maka sebelum dinyatakan itu temuan, Bawaslu harus melakukan investivigasi terlebih dulu,” kata Indrawan di Tanjungpinang, Selasa (16/4).

Investigasi ini jelasnya untuk mengumpulkan bukti dan barang bukti pendukung lainnya yang ada kaitannya dengan dugaan politik uangtersebut.
Selain itu tegasnya akan diperdalam dengan meminta keterangan dari para saksi-saksi.

“Saat ini terkait dugaan politik uang yang terjadi di Kota Tanjungpinang dan di Kota Batam sedang berlangsung dilakukan investigasi yang dilakukan oleh Bawaslu Tanjungpinang dan Batam,” ujarnya.

Indrawan menambahkan, bahwa dugaan kasus politik uang itu lebih banyak temuan, sehingga temuan ini harus ada proses yang harus dilengkapi guna kelengkapan formil dan materilnya, sehingga baru bisa dikatakan temuan itu lengkap dan diproses lebih jauh.

Namun tambahnya, bila ada informasi terkait money polirik ini masih sangat-sangat sumir, Bawaslu akan tetap menindak lanjutinya. “Namun bila temuan itu didukung fakta-fakta yang valid, maka temuan itu bisa dilanjutkan,” bebernya.

Perlu diketahui bahwa proses penanganan yang dilakukan Bawaslu itu ada dua pintu, pertama laporan yang dilakukan oleh masyarakat atau oleh pemantau kepada Bawaslu. Dan kedua yakni temuan dari hasil pengawasan yang dilakukan oleh jajaran pengawas pemilu.

Menurut dia, apabila dari dua jenis ini semuanya terpenuhi unsur materil dan inmaterilnya, maka itu semua bisa berproses sama, yakni proses penanganan pelangaran.

“Jadi inilah dua pintu yang disediakan dalam proses penanganan pelanggaran pemilu. Sehingga proses dugaan pelangagran ini bisa diproses sama,” katanya lagi.

Namun kasus ini sesuai laporan dari Bawaslu di daerah, bahwa yang bersangkutan tidak mau melapor.

“Dengan hal ini, maka kasus ini dijadikan sebagai temuan, sehingga pihak Bawaslu harus melengkapi materil dan inmaterilnya,” ujarnya.

Politik Uang di Ibu Kota Kepri

Sementara itu, Bawaslu Kota Tanjungpinang tengah mengusut dua kasus dugaan politik uang yang terjadi pada hari pertama masa tenang. Ketua Bawaslu Tanjungpinang Muhamad Zaini mengatakan, kasus politik uang diduga dilakukan caleg DPRD Provinsi Kepri dan oknum caleg DPRD Kota Tanjungpinang.

Bawaslu Tanjungpinang sudah mengantongi bukti berupa barang dan uang. Bawaslu juga mendapatkan saksi yang melihat kejadian. “Ada saksi yang mengetahui peristiwa itu,” ujarnya.

Zaini mengatakan pihaknya belum boleh membeberkan identitas pelaku selama proses penyelidikan sampai fakta-fakta, keterangan saksi dan pelaku dalam kasus dugaan politik itu, diyakini kuat.

Penanganan kasus dugaan politik uang nantinya diserahkan kepada Penegakan Hukum Terpadu Tanjungpinang, apakah dari ditingkatkan ke proses penyidikan atau tidak.

“Sekarang tugas kami mendalami dahulu kasus itu,” tegasnya.

Selain dua kasus itu, Zaini mengatakan pihaknya juga mendapatkan informasi dugaan politik uang lain.

“Kami membutuhkan bukti awal untuk menindaklanjuti informasi dari warga tersebut. Kami berharap warga berani melaporkan kasus dugaan politik uang, dilengkapi dengan barang bukti,” katanya.

Ia menuturkan patroli pengawasan pada masa tenang dilakukan Bawaslu Tanjungpinang beserta jajarannya. Bawaslu berharap patroli ini dapat mencegah perbuatan curang yang akan dilakukan oknum caleg.

“Sejak beberapa hari lalu hingga Rabu subuh kami akan patroli di kawasan yang rawan politik uang,” katanya.

ahmad romadi/romi kurniawan/sutana/ant

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com