SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Politikus Berebut Nomor Dua

  • Reporter:
  • Jumat, 2 Agustus 2019 | 10:10
  • Dibaca : 425 kali
Politikus Berebut Nomor Dua
ilustrasi

BATAM – Sejumlah politikus mulai ancang-ancang menjadi calon wakil wali kota Batam. Mengintip peluang lewat revisi UU MD3 sembari menggalang koalisi dengan partai politik.

Safari Ramadhan, misalnya, terang-terangan menyatakan ingin jadi wakil wali kota Batam. Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Batam itu memastikan maju dalam Pilkada 2020 sebagai calon wakil wali kota Batam. Siapa calon wali kotanya belum jelas karena belum ada yang deklarasi menjadi orang nomor satu. Tapi Safari percaya diri menjadi calon nomor dua.

Keputusan tersebut, lanjut Safari, sesuai keinginan partai agar menempatkan kader terbaiknya dalam kompetisi lima tahunan itu. “Kami siap maju. Yang diharapkan kader,” kata Safari di DPRD Batam, Kamis (1/8).

Niat Safari itu sejalan dengan langkah yang sudah ditempuh partainya. PAN Batam mulai membangun komunikasi dengan partai lainnya sebagai syarat dalam mengajukan pasangan kepala daerah saat pemilu nanti. “Tapi kami tetap membuka penjaringan setelah pelantikan DPRD Batam Agustus ini,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya masih menunggu revisi UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) untuk memastikan maju dalam konstelasi politik lima tahunan ini.

Menurut dia jika dalam regulasi tersebut nanti memperbolehkan anggota legislatif mengambil cuti untuk maju sebagai calon kepala daerah, akan ada lebih dari dua pasang peserta pemilu.

“Komunikasi yang sudah dibangun dengan Golkar, Gerindra dan PKB. Sekarang PAN punya lima kursi dan tinggal cari lima kursi lagi,” katanya.

Ia berharap Kota Batam menjadi Bandar Dunia Madani lebih erat unsur Melayu yang agamis, sehingga perpaduan antara adab, adat istiadat, budaya dan kemajuan kota bisa seiring sejalan. “Batam kita bangun bersama,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Ketua PKB Kota Batam, Muhammad Jeffry Simanjuntak. Ia mengatakan, terus menjalin komunikasi dengan partai dan kelompok masyarakat. Namun, ia enggan mengomentari siapa calon yang akan diusung dalam pemilu nanti. “Saat ini kami jalin komunikasi dulu. Semua bisa terjadi dalam politik, kita lihat nanti ya,” katanya.

Saat ini, kata dia, sudah ada beberapa kelompok masyarakat yang mendukung dirinya maju dalam pemilu nanti. Jeffry menyerahkan semua keputusan terbaik kepada koalisi partai yang mendukung. “Intinya, kami terus bangun komunikasi. Saya harap doa dari masyarakat untuk Kota Batam yang lebih baik lagi,” katanya.

Nama Ketua DPD II Partai Golkar Kota Batam, Ruslan Ali Wasyim juga digadang-gadang sebagai calon mendampingi Rudi.

Dia tidak membantah ada penjajakan atau komunikasi politik dengan partai lainnya di Batam. “Kalau komunikasi kan sah-sah saja, tapi masih sebatas komunikasi penjajakan. Untuk calonnya siapa, kami belum sampai ke sana,” kata Ruslan.
Ia menilai banyak yang harus dipertimbangkan untuk menentukan calon sebagai wali kota ataupun wakil wali kota Batam.Terlebih lagi syarat anggota DPRD yang ingin maju sebagai kepala daerah adalah harus mengundurkan diri dari jabatannya. “Ini memang yang berat. Karena kan saya baru terpilih lagi. Kecuali kalau tinggal satu tahun akan habis mungkin tak masalah,” jelas Ruslan akhir Juni lalu.

Posisi Rudi

Selain persyaratan pengajuan calon berdasarkan hasil Pileg DPRD Batam 2019, konstelasi Pilwako Batam 2020 juga dipengaruhi posisi Muhammad Rudi sebagai Wali Kota Batam. Status inkumben Rudi jelas mempengaruhi peta politik dan menjadi rebutan di Pilkada 2020. Di Pilwako Batam, banyak nama yang ingin jadi wakilnya. Di Pilgub Kepri, Rudi juga diincar sebagai pasangan.

Salah satunya nama Amsakar Achmad-Wakil Wali Kota Batam ramai dibicarakan menjadi calon wakil Rudi. “Tak masalah jika nanti ada calon lain digandeng Pak Rudi. Saya juga siap jika diminta kembali maju bersama,” kata Amsakar akhir Juni lalu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin, juga disebut-sebut menjadi nomor dua mendampingi Rudi. Mantan Kepala Dinas Pendapatan Derah Kota Batam itu menyatakan siap jika diminta Rudi mendampinginya.

Jefridin menegaskan penentuan calon Walikota atau Wakil Walikota tentunya banyak pihak yang terlibat, terutama partai politik yang memang memiliki kewenangan untuk mencalonkan seseorang.
Karena itu, ia tidak ambil pusing apakah nantinya akan dicalonkan sebagai calon Wakil Walikota Batam atau tidak. “Saya ini ASN, anak buahnya Pak Wali jadi apa yang diperintahkan beliau harus saya jalankan,” kata Jefridin.

Tokoh lain yang digadang-gadang cocok untuk mendapimgi Rudi adalah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri, Candra Ibrahim. Ia mengaku juga siap jika memang diberikan kepercayaan untuk mendampingi Rudi. Dia menilai Rudi merupakan sosok yang berhasil dalam membangun Batam. “Sudah ada komunikasi dengan partai politik, hanya masih sebatas penjajakan atau diskusi. Belum jauh membahas Pilwako Batam,” kata Candra ditanya soal komunikasi politik, akhir Juni lalu. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com