SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Poros Pertama dari Golkar

  • Reporter:
  • Sabtu, 24 Agustus 2019 | 12:24
  • Dibaca : 189 kali
Poros Pertama dari Golkar
(kiri-kanan) Wakil Ketua PSI Batam Anto Duha, Ketua PAN Batam Safari Ramadhan, Ketua Golkar Batam Ruslan Ali Wasyim, Ketua Demokrat Batam Hotman Hutapea dan Ketua Hanura Batam Iwan Krisnawan. /ist

BATAM – Modal tujuh kursi, Golkar merancang poros koalisi menantang partai petahana Nasdem di Pilwako Batam tahun depan. Empat partai sudah dirangkul.

Sejumlah partai politik mulai membangun menjajaki komunikasi menghadapi Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Batam tahun depan. Pesta demokrasi lima tahunan ini diprediksi akan diikuti tiga pasangan Calon Wali Kota (Cawako) Batam dan Calon Wakil Wali Kota (Cawawako) Batam.

Seperti diketahui Partai NasDem mantap mengusung Ketua DPD NasDem Batam Amsakar Achmad sebagai cawako Batam. Sementara untuk pendampingnya muncul nama Sekdako Batam Jefridin dan Ketua PKK Kota Batam Marlin Agustina Rudi.

Sedangkan DPC PDIP Kota Batam juga akan mengusung pasangan sendiri dalam pemilu mendatang. Beredar nama yang akan diusung sebagai Cawako yakni, mantan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Ketua DPC PDIP Batam sekaligus Ketua DPRD Batam Nuryanto dan kader PDIP, Sulistyana.

Dan poros terakhir adalah pasangan yang akan diusung lima partai, di antaranya Golkar Batam, PAN Batam, Hanura Batam, Demokrat Batam dan DPD PSI Batam.

Ketua DPC Hanura Kota Batam, Iwan Krisnawan mengatakan telah melakukan pertemuan dengan pimpinan partai untuk membangun komunikasi menyamakan visi dan misi di Batam Centre, belum lama ini.

Adapun pimpinan partai yang hadir yaitu, Ketua DPD II Golkar Kota Batam Ruslan Ali Wasyim, Ketua DPD PAN Kota Batam Safari Ramadhan, Ketua DPC Hanura Kota Batam Iwan Krisnawan, Ketua DPC Demokrat Kota Batam Hotman Hutapea dan Anto Duha dari DPD PSI Batam.

“Komunikasi politik tahap awal yang juga bisa mempersiapkan perahu untuk Pilkada Kota Batam tahun 2020. Kalau ini sampai terjadi akan ada tiga pasang untuk Pilkada Kota Batam,” kata Iwan, Jumat (23/8).

Ia mengatakan pertemuan tersebut baru sebatas penjajakan sesama partai untuk menyatukan visi dan misi membangun Batam dan belum membicarakan nama yang akan diusung dalam pemilu nanti.

“Mungkin selesai pelantikan dewan (DPRD Batam) akan ada pertemuan selanjutnya,” katanya.

Ketua DPD II Golkar Kota Batam Ruslan Ali Wasyim mengatakan, hasil pemilih legislatif beberapa waktu yang lalu menjadi momentum kebangkitan Golkar pada Pilwako mendatang.

Partai berlambang pohon beringin ini memperoleh tujuh kursi serta mendapatkan kursi pimpinan sebagai Wakil Ketua II DPRD Kota Batam.

“Tinggal menambah beberapa kursi saja lagi agar dapat bersaing dalam pemilu nantinya,” kata Ruslan.

Ia mengaku telah mendapatkan mandat dan restu dari seluruh kader untuk maju dalam pertarungan lima tahunan itu. Ruslan juga menegaskan, tidak akan memberikan kursi tersebut kepada pasangan di luar Golkar.

“Golkar tidak akan menjual perahu kepada pihak lain. Perahunya akan dipakai kader sendiri. Dan itu frame yang bagus. Golkar siap melamar dan dilamar,” katanya.

Menurutnya, semua partai yang nantinya berkoalisi agar memiliki satu tujuan yakni mengembalikan kejayaan Kota Batam seperti sebelumnya. Karena sumber pendapatan untuk Batam berasal dari investasi dan jasa.

“Kita ingin semua bahu membahu dan masing-masing stakeholder agar hilangkan ego-ego sektoral demi kemajuan Batam yang kita cintai,” katanya.

Ruslan memastikan diri untuk mundur sebagai anggota DPRD Batam jika mendapatkan amanah dari partai untuk maju dalam pemilihan nanti. “Kalau perintah partai kita mundur. Saya akan mundur demi membesarkan partai,” ujarnya.

Sekadar diketahui, perolehan kursi terbanyak anggota DPRD Kota Batam periode 2019-2024 dicapai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan delapan kursi.

Kemudian disusul partai Golongan Karya (Golkar) dan partai Nasional Demokrat (Nasdem), masing-masing tujuh kursi.

Berikutnya, partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dengan enam kursi, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN), masing-masing lima kursi.

Selanjutnya, partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), empat kursi, partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masing-masing tiga kursi.

Sisanya, dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan partai pendatang baru–Partai Solidaritas Indonesia (PSI), masing-masing satu kursi. Total keseluruhan ada 50 kursi. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com