SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

PPDB Online Rasa Offline

  • Reporter:
  • Rabu, 3 Juli 2019 | 09:08
  • Dibaca : 212 kali
PPDB Online Rasa Offline
Sejumlah siswa antre untuk memverifikasi data usai mendaftar secara online di SMA 3 Batam, Senin (1/7). /TEGUH PRIHATNA

PINANG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online tidak sepenuhnya dilakukan. Pasalnya orang tua dan sisiwa masih harus ke sekolah untuk memverifikasi data yang didaftarkan melalui online.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kepri Teddy Jun Askara menilai penyelenggaraan PPDB secara online di Provinsi Kepri justru menyulitkan orang tua calon siswa baru, karena verifikasi berkas pendaftaran tetap dilakukan secara manual di sekolah.

“Saya menilai PPDB online ini tidak berjalan dengan baik, dan rasanya pendaftaran ini masih sama seperti dulu. Istilahnya PPDB Online tapi rasa offline,” kata Teddy di Tanjungpinang, Selasa (2/7).

Ia menegaskan, sistem PPDB online yang sudah diterapkan sejak tahun lalu ini seharusnya dapat mempermudah orang tua dalam mendaftarkan anaknya masuk ke sekolah, bukan malah sebaliknya, justru menyulitkan.

Ia menambahkan, seharusnya orang tua murid tidak perlu lagi mengantre dari subuh hingga sore untuk menyerahkan dan memverifikasi berkas, seperti yang terjadi di beberapa sekolah SMA/SMK di hari pertama pendaftaran lalu. “Kan namnya PPDB online. Seharusnya verifikasi berkas pun dilakukan secara online, kenapa orang tua harus datang ke sekolah lagi,” tambahnya.

Teddy menegaskan, Pemprov Kepri dalam hal ini Dinas Pendidikan belum mampu dan memahami juga sepertinya belum siap dengan sistem PPDB online sesuai aturan tersebut. “Dengan masalah ini, kami akan memanggil Kepala Disdik Kepri untuk meminta penjelasan terkait masalah PPDB yang tetap terjadi ini,” ujarnya.

Antisipasi Siswa Titipan

Sementara itu, Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengharapkan pelaksanaan PPDB dengan sistem online tahun ajaran 2019/2020 tingkat SMA sederajat di Kepri, berjalan dengan lancar.

Ia meminta panitia dan pihak sekolah berlaku adil dalam melayani orang tua yang akan mendaftarkan anaknya. Semua harus bisa dilayani dengan baik dan menerapkan sesuai aturan yang berlaku.

“Saya sangat berharap proses PPDB di Kepri tahun ini dapat berjalan lancar, dari hari pertama pembukaan hingga pada akhir penerimaan nanti,” kata Nurdin Basirun di Tanuingpinang, kemarin.

Ia juga meminta kepada panitia dan pihak sekolah, agar tidak memberi ruang istimewa kepada pihak manapun terkait PPDB ini. Semua proses, tegasnya, harus dilaksanakan sesuai aturan dan prosedur yang telah ditetapkan.

Ia menyebutkan, apabila ada pihak-pihak yang sengaja memaksakan kehendak dengan memaksa atau dengan menitip agar anaknya bisa masuk sekolah tertentu, padahal tidak sesuai, maka pihak panitia dan sekolah harus berani menolaknya.

“Tidak ada istilah titip menitip baik dari pejabat atau siapa pun. Semua harus sama mengikuti aturan,” ujarnya.

Nurdin juga mengatakan bahwa proses PPDB tahun ini benar-benar dipantau oleh semua pihak penegak hukum. Bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejari dan Kepolisian dengan tim sabernya akan memantau proses ini termasuk dari Ombudsman yang turut memantau.

“Saya mengharapkan tahun ini proses PPDB berjalan lancar di Kepri ini dan khusunya di Kota Batam. Saya berjanji akan memantau perkembangannya hingga selesai,” tegas Nurdin.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri Muhammad Dali memastikan hingga hari kedua penerimaan PPDB tidak ada timbul permasalahan yang berarti. Semua, menurutnya, berjalan dengan baik dan lancar di semua wilayah di Kepri ini.

“Memang ada penumpukan antre orang tua yang akan mendaftar di sejumlah sekolah khususnya di Batam. Sementara di daerah lainnya tidak begitu dan semua bisa dilayani,” katanya.

Ia juga menyebutkan, bahwa dengan proses PPDB dengan sistem online ini tidak akan bisa dan ada lagi istilah titip menitip dari siapapun dan di manapun. Sebab menurutnya semua tahapan dengan siatem aplikasi online yang harus dilakukan oleh orang tua murid yang akan mendaftarkan anaknya.

Selain itu, peoses ini mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak penegak hukum, baik dari pihak Kepolisian, KPK dan juga dari Ombudsman. Karena disinyalir akan adanya permainan dalam proses PPDB ini. “Saya jamin tidak akan ada lagi dan tidak bisa lagi adanya oknum pejabat, anggota DPRD dan juga lainnya yang menitip agar anaknya bisa masuk di sekolah tertentu, sebab semua harus mengikuti aturan,” jelasnya.

Begitu juga, ditambahkannya, tidak akan bisa lagi panitia atau pihak sekolah yang bermain-main dengan penerimaan siswa ini. Semua akan diproses sesuai aturan dan mekanisme dan itu hanya bisa melalui sistem aplikasi online yang telah sisediakan.

“Kami termasuk Pak Gubernur sudah mengingatkan kepada panitia dan pihak sekolah agar tidak menyalahgunakan kewenangannya. Sebab proses ini dipantau oleh pihak penegak hukum,” tegas Dali. “Kami sendiri tidak memegang aplikasi PPDB ini, sebab aplikasi ditangan PT Tekom dan yang memiliki user juga anak yang mendaftar, sehingga terjamin tidak bisa disalahgunakan orang lain,” ujarnya lagi.

sutana

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com