SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

PPDB Sistem Zonasi, Prioritaskan Anak Sekitar Sekolah

PPDB Sistem Zonasi, Prioritaskan Anak Sekitar Sekolah
Ilustrasi Foto Agung Dedi Lazuardi.

BATAM KOTA – Pemerintah mulai menerapkan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Langkah ini guna mengakomodir anak-anak di sekitar lingkungan sekolah dan menekan upaya orangtua memasukkan anaknya ke sekolah tertentu.

Peraturan tersebut tertuang dalam Permendikbud 17/2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, atau Bentuk lain yang Sederajat. “Kami harapkan tidak lagi terjadi paksaan kepada anak didik karena telah ditentukan sesuai zonasi daerah terdekat,’ kata anggota Komisi IV DPRD Batam, Riky Indrakari, Minggu (4/6).

Dalam Permendikbud 17/2017 dijelaskan, bahwa semua sekolah wajib menerapkan minimal 90 persen berbasis zonasi tempat tinggal dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima. Radius zona terdekat ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kondisi di daerah tersebut berdasarkan jumlah ketersediaan daya tampung. “Harus berdasarkan ketentuan rombongan belajar masing-masing sekolah dengan ketersediaan anak usia sekolah di daerah tersebut,” ujarnya.

Menurut Riky, kecuali batasan usia, tidak boleh ada perlakuan berbeda misalnya harus lulus tes tertentu yang ditentukan sekolah, seperti seleksi melalui tes potensi akademik (TPA) untuk masuk di SMAN ataupun SMKN untuk penelusuran minat dan bakat pada saat penjurusan nanti.

Sedangkan untuk jalur prestasi yang berdomisili di luar radius zona terdekat dari sekolah paling banyak 5 persen dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima. Begitu juga dengan alasan khusus meliputi perpindahan domisili orangtua wali peserta didik atau terjadi bencana alam paling banyak 5 persen dari total jumlah keseluruhan peserta didik yan diterima.

Tak hanya itu saja, Disdik Batam wajib mengumumkan dan menggelar sosialisasi secara transparan kepada masyarakat. Ada berapa zonasi yang dibentuk dan dimana saja batasan zonasi tersebut. Dengan terbitnya Permendikbud 17/2017, pemerintah wajib memfasilitasi setiap sekolah negeri memiliki akses pemerataan, tingkat kualitas dan keunggulan yang sama. “Sejauh ini kami melihat Disdik belum sosialisasi ke sekolah terkait masalah ini. Kami harapkan tentu nantinya PPDB menerapkan aturannya,” kata legislator PKS ini.

Seperti diketahui, PPDB akan dimulai Senin (5/6) bagi sekolah- sekolah unggulan. Di Batam, ada empat sekolah unggulan yang akan duluan menggelar PPDB, antara lain, SDN 006 sekupang, SMP 3, SMP 6 dan SMP 26. Sistem penerimaan siswanya sudah menggunakan sistem online, melalui website resmi disdik Batam http://disdik.batam.go.id atau di https://ppdbbatam.id.

Saat membuka website tersebut, tampilan antar mukanya memberikan pilihan “Daftar Online Sekarang” dan “Download Aplikasi di Playstore”. Dengan mendownload aplikasi, siswa bisa mendaftar melalui android di rumah masing-masing.

Dalam website juga memuat informasi lain, seperti nama sekolah peserta PPDB, daya tampung, lolasi sekolah, prosedur pendaftaran, jadwal pelaksanaan, hasil seleksi hingga rekapitulasi data statistik dan rentang nilai ujian.

Kepala Disdik Batam Muslim Bidin mengatakan, dengan sistem online ini siswa dimungkinkan mendaftar di tiga sekolah berbeda. Untuk tingkat SD, pilihan sekolah dibatasi oleh rayonisasi yang dibagi berdasarkan kecamatan. Sementara untuk SMP tidak dibatasi, atau bebas untuk memilih sekolah di seluruh Batam. “Apalagi sekolah unggul kita juga cuma 3. Tapi kalau SD kan rata-rata sama. kualitasnya juga tak jauh beda,” katanya, belum lama ini.

SMKN 1 Siapkan Website Sendiri
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Batam akan siapkan website khusus bagi para calon siswa pada PPDB tahun ini yang dibuka pada awal Juli mendatang. Pendaftaran online tersebut bertujuan memudahkan akses pendaftaran para calon siswa.

Sebelum melakukan pendaftaran secara online, para wali murid dan calon siswa harus mengambil token dan password, yang nantinya akan dipergunakan untuk mengakses website tersebut. “Pengambilan token dan password tanggal 30 Juni mulai pukul 08.00. Sedangkan pendaftarannya 3 Juli,” kata Kepala SMKN 1, Lea Indrawijaya.

Dia menuturkan, setelah calon siswa mendapatkan nomor token, mereka harus segera mengisi formulir yang ada di dalam website. Sehingga pada saat pendaftaran sudah dibuka, siswa tidak lagi kesulitan saat datang ke sekolah. “Siswa tinggal mencocokan saja data yang sudah diisi di wabsite sambil membawa segala persayarakat mulai dari surat tanda kelulusan, foto copy rapor dan lain sebagainya juga harus dibawa,” ujarnya.

Setelah persyaratan lengkap, para siswa tinggal mengikuti tes seleksi masuk, seperti test tertulis, wawancara serta psikotes untuk kelas empat tahun belajar. Pada tahun ajaran 2017/2018, SMKN I Batam hanya menerima 496 siswa baru. Jumlah tersebut sudah diperhitungkan secara matang sesuai dengan kemampuan lokal dan sumber daya tenaga pengajar yang ada. “Kuota sudah berdasarkan draft yang telah dibuat untuk tahun ajaran 2017/2018 dengan 17 rombongan belajar,” kata Lea.

Tahun ini SMKN 1 menyiapkan sejumlah kelas, di antaranya Teknik Pemesinan (tiga tahun belajar) sebanyak 96 siswa dibagi tiga rombongan belajar, Teknik Otomasi Industri Reguler (Empat tahun belajar) sebanyak 96 siswa untuk tiga rombel, Teknik Otomasi Industri atau kelas Industri Schneider (empat tahun belajar) sebanyak 24 siswa untuk satu lokal, Teknik Elektronik Daya dan Komunikasi (Empat tahun belajar) sebanyak 64 orang untuk dua rombel, Teknik Pengelasan (tiga tahun belajar) sebanyak 24 siswa untuk satu rombel, Teknik Komputer Jaringan atau kelas Industri Axioo (tiga tahun belajar) sebanyak 24 siswa untuk satu rombel, Teknik Komputer Jaringan Reguler (tiga tahun belajar) sebanyak 64 siswa untuk dua rombel, Teknik Mekatronika Reguler (empat tahun belajar) sebanyak 32 siswa untuk satu rombel, Teknik Mekatronik Kosen (empat tahun belajar) sebanyak 24 siswa untuk satu rombel, Teknik Mekatronika atau kelas industri Epcos (empat tahun belajar) sebanyak 24 siswa untuk satu rombel dan Teknik Mektronika Thailand sebanyak 24 siswa untuk satu rombel.

ahmad rohmadi/muhammad arief rachman

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com