SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Presiden Apresiasi Pegawai di Perbatasan

  • Reporter:
  • Sabtu, 30 November 2019 | 11:07
  • Dibaca : 217 kali
Presiden Apresiasi Pegawai di Perbatasan
Bupati Lingga Alias Wello membacakan amanat Presiden saat Upacara HUT Korpri di Lapangan Kantor Bupati Lingga, Jumat (29/11). /JAMARIKEN TAMBUNAN

LINGGA – Bupati Lingga Alias Wello memimpin HUT ke-48 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Lapangan Kantor Bupati Lingga, Jumat (29/11). Bupati membacakan langsung amanat dari Presiden Joko Widodo.

“Saya ingin menyampaikan salam sekaligus apresiasi khusus pada anggota KORPRI yang bertugas di pelosok-pelosok negeri, di pulau-pulau terdepan, di kawasan perbatasan dan wilayah-wilayah terisolir. Mereka adalah abdi negara yang menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, untuk memastikan negara hadir di seluruh penjuru tanah air. Terima kasih atas pengabdian yang saudara-saudara berikan kepada rakyat, bangsa dan negara,” kata Bupati Lingga saat membacakan sambutan Presiden dalam upacara tersebut.

Ia mengajak kepada seluruh masyarakat, terutama kepada Korpri untuk tidak takut menghadapi persaingan global di masa revolusi industri jilid ke-4 yang saat ini telah mendisrupsi segala lini kehidupan.

“Kita harus menghadapi persaingan itu dengan cara-cara baru, dengan terobosan-terobosan baru. Kecepatan, kreativitas dan inovasi adalah kunci. Cara-cara lama yang monoton, yang tidak kompetitif tidak bisa diteruskan lagi. Kita harus bisa lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan negara lain,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa birokrasi harus berubah, dan bangsa Indonesia harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, serta harus cepat beradaptasi dengan perubahan. “Saya mengajak seluruh Anggota Korpri untuk terus bergerak mencari terobosan, terus menerus melakukan inovasi. Pelayanan yang ruwet, berbelit-belit dan yang menyulitkan rakyat, harus kita pangkas,” tegasnya.

Baginya, kecepatan melayani menjadi kunci reformasi birokrasi. Orientasi birokrasi harus betul-betul berubah, bukan lagi berorientasi pada prosedur, tapi lebih berorientasi pada hasil nyata. Panjangnya rantai pengambilan keputusan juga harus bisa dipotong, dipercepat dengan cara penerapan teknologi.

Bupati Lingga menyampaikan bahwa tugas birokrasi adalah memastikan rakyat terlayani dengan baik, dan program-program pembangunan harus betul-betul sampaikan, sehingga dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

“Sekadar melayani saja sudah tidak cukup, pelayanan yang diberikan harus baik dan diimbangi dengan kemudahan serta kecepatan. Dengan kemajuan teknologi, cara kerja birokrasi juga harus berubah. lnovasi teknologi harus bisa mempermudah, bukan mempersulit pekerjaan. Kemajuan teknologi adalah instrumen untuk mempercepat penyelesaian masalah,” katanya.

Dalam amanat itu, Presiden mengungkapkan bahwa Indonesia harus yakin menjadi salah satu negara terkuat di dunia dan menjadi negara pemenang. “Kuncinya adalah kita mau bersatu, karena persatuan dan kesatuan adalah pengikat bangsa untuk menuju lndonesia maju,” kata dia.

jamariken tambunan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com