SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Produksi Ponsel Nasional Meningkat

  • Reporter:
  • Selasa, 20 Februari 2018 | 19:32
  • Dibaca : 130 kali
Produksi Ponsel Nasional Meningkat

JAKARTA – Industri telepon seluler (ponsel) di dalam negeri mengalami pertumbuhan jumlah produksi yang pesat selama lima tahun terakhir.

Hal ini tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam pengembangan di sektor telekomunikasi dan informatika (telematika). Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, pada 2013 impor ponsel mencapai 62 juta unit dengan nilai USD3 miliar. Sedangkan produksi dalam negeri sekitar 105.000 untuk dua merek lokal. Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, untuk mengurangi impor ponsel yang tinggi, pemerintah akhirnya mengeluarkan regulasi bertujuan mengurangi produk impor dan mendorong produktivitas di dalam negeri. ”Hasilnya, pada 2014 impor ponsel mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya menjadi 60 juta unit. Sementara itu, produksi ponsel dalam negeri tumbuh signifikan menjadi 5,7 juta unit,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Kemudian tahun 2015 produk impor merosot hingga 40% dari tahun sebelumnya menjadi 37 juta unit dengan nilai USD2,3 miliar. Sedangkan produksi ponsel di dalam negeri semakin meningkat sebesar 700% dari tahun 2014 menjadi 50 juta unit untuk 23 merek lokal dan internasional. Tahun 2016 produk impor ponsel menurun kembali sekitar 36% dari tahun sebelumnya menjadi 18,5 juta unit dengan nilai USD775 juta. Untuk ponsel produksi dalam negeri meningkat sebesar 36% dari tahun 2015 menjadi 68 juta unit. ”Tahun 2017 impor ponsel turun menjadi 11,4 juta unit, sedangkan produksi ponsel di dalam negeri 60,5 juta unit untuk 34 merek, sebelas di antaranya adalah merek lokal,” ungkap Airlangga.

Kesebelas merek lokal tersebut, yaitu SPC, Evercoss, Elevate, Advan, Luna, Andromax, Polytron, Mito, Aldo, Axioo, dan Zyrex. Produk nasional ini telah memiliki branding kuat untuk pangsa pasar menengah ke bawah maupun kelas menengah ke atas. Airlangga mengatakan, meningkatnya produksi ponsel di Indonesia antara lain karena penciptaan iklim usaha yang kondusif serta kebijakan hilirisasi dan pengoptimalan komponen lokal sehingga lebih banyak memberi nilai tambah. Ketua Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) Hasan Aula mengatakan, peredaran ponsel ilegal tentu mengganggu produk dalam negeri. Karena itu, pihaknya mendukung langkah pemerintah dalam pemusnahan ponsel ilegal.

”Peredaran ponsel ilegal bisa hilang apabila ada kontrol International Mobile Equipment Identity (IMEI) dari pemerintah. Ke depan, ka – mi berharap pemerintah konsisten melakukan kontrol IMEI ponsel,” ujarnya. Hasan mengatakan, pemusnahan ponsel ilegal yang telah dilakukan pemerintah telah berdampak pada meningkatnya produksi dalam negeri.

Oktiani endarwati

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com