SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Promosikan Wisata Batam ke Pelancong

  • Reporter:
  • Rabu, 7 November 2018 | 14:10
  • Dibaca : 62 kali
Promosikan Wisata Batam ke Pelancong
Wisatawan menikmati liburan di kawasan wisata Ocarina, akhir pekan lalu. Pemerintah diharap memperbanyak objek wisata untuk menggaet wisatawan ke Batam. f teguh prihatna

BATAM KOTA – Kepala Bank Indonesia Kepri Gusti Raizal Eka Putra meminta agen-agen travel di Batam untuk tidak menawarkan wisata ke luar negeri kepada wisatawan lokal dan mancanegara. Seharusnya, agen travel mempromosikan wisata Batam kepada pelancong dalam dan luar negeri.

“Jadi banyak juga bukan mempromosikan Kepri, tapi malah mempromosikan ke Malaysia dan Singapura,” ujarnya dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang Pengembangan Destinasi Wisata dan Elektronifikasi Sistem Pembayaran di Kepri di Bank Indonesia Kepri, Selasa (6/11).

Informasi didapat berasal dari tamu atau pejabat yang datang ke BI Kepri. Gusti berharap, ke depan marketing seperti itu dirubah dengan banyak mempromosikan wisata di Batam.

“Banyak tamu kami, saat ditanya malam, ke Singapura dan Malaysia. Saat ditanya tiket dari mana, yang ditawarkan travel,” katanya.

Ia menjelaskan, peran agen travel dalam mengajak wisatawan datang sangat besar. Selain itu, event-event di daerah harus lebih ditingkatkan khususnya menjelang weekend. “Di Engku Putri, kalau bisa ada event setiap minggu. Saat malam minggu mungkin akan baik,” ujarnya.

Untuk mendongkrak kunjungan wisatawan, lanjutnya, perlu disiapkan agenda-agenda pariwisata, destinasi dan lainnya. Dalam mendukung kegiatan tersebut, ia menyarankan agar menerapkan e-money atau non tunai. “Ke depan, semua pihak harus mendorong. Sebetulnya ada pemikiran, kalau ke money changer, pada saat nukar uang, dikasih kartu money changer. Jadi kemanapun belanja, bisa dipakai,” jelasnya.

Ia juga mendorong agar Pemko Batam, BP Batam dan Provinsi dapat bersinergi untuk memajukan pariwisata. Kekuatan pariwisata Kepri ada di daerah wisata, paket wisata ekonomis, kemudahan transportasi dan edukasi berwawasan lingkungan. Sedangkan kelemahan pariwisata di Kepri adalah atraksinya.

“Kalau ada, masih orang dalam yang terlibat. Perlu agenda yang terjadwal baik. Biaya masih mahal khususnya Anambas dan Natuna, perlu disikapi. Selain transportasi masih terbatas,” katanya.

Terkait transaksi nontunai, Kadis Parawisata Kepri Buralimar menilai pengembangan destinasi wisata dan elektronifikasi sistem pembayaran di wilayah Kepri sangat penting.

“Sistem pembayaran dengan sistem elektronik, penting untuk memudahkan wisman,” kata Buralimar.

Ia menilai potensi wisata utama di Batam, khususnya untuk Singapura, ada di mal. Termasuk wisatawan lokal dari wilayah Jawa dan sebagainya. “wisatawan nusantara bisa 5-6 juta per tahun,” katanya.

Plt Dinas Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengatakan, untuk meningkatkan pariwisata perlu sinergitas dari semua pihak. Termasuk, masyarakat yang menjaga kebersihan lingkungan. “Di Batam, bukan hanya atraksi. Tapi ada kuliner, sport, kultur, religi, alam dan MICE. Ini harus dimaksimalkan,” kata Ardi. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com