SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Proyek Pasar Modern Kelebihan Bayar Rp5 Miliar

  • Reporter:
  • Kamis, 14 September 2017 | 10:43
  • Dibaca : 406 kali
Proyek Pasar Modern Kelebihan Bayar Rp5 Miliar
Kerangka bangunan pasar modern di Jalan Datuk Kaya, Ranai, Natuna, mangkrak karena tak selesai dikerjakan. / SHOLEH ARIYANTO

NATUNA – Rekanan Pemkab Natuna dalam proyek Pasar Moderen, PT Mangkubuana Perkasa, tidak bisa ditemukan yang akan ditagih kelebihan bayar. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengharuskan pemkab menagih rekanan sebesar Rp5 miliar atas kelebihan pengerjaan dua proyek.

Dua proyek tersebut adalah proyek gedung DPRD Natuna di Desa Sungai Ulu dan Pasar Modern di Ranai. Masing-masing proyek itu menelan APBD Natuna sekitar Rp38 miliar dan mulai dibangun 2015 ketika masa pimpinan Bupati Ilyas Sabli. Imbas tidak bisa ditagih kelebihan bayar, dua proyek yang memakai skema tahun jamak 2015 dan 2016 itu tidak bisa dilanjutkan di masa Bupati Hamid Rizal.

Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan Natuna, Agus Supardi menegaskan pihaknya telah berupaya untuk mengembalikan kerugian negara dengan melayangkan surat korespondensi kepada PT Buana Perkasa selaku pihak ketiga yang mengerjakan pembangunan Pasar Moderen Ranai. Namun usaha pemerintah menemui jalan buntu. Sebab, surat yang dilayangkan melalui Kantor Pos itu, dikembalikan oleh petugas pos dengan alasan alamat yang dituju PT Mangkubuana Perkasa tidak bisa ditemukan. Pemkab khawatir kontraktor ingin lepas tangan dan mengabaikan tanggung jawab.

“Sudah kami konfirmasi kepada perusahaan bersangkutan melalui surat korespondensi. Tapi suratnya dikembalikan lagi oleh kantor Pos karena alamatnya tak ditemukan, saat ini kita hilang kontak,” terang Agus, Rabu (13/9/2017).

Selengkapnya baca KORAN SINDO BATAM

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com