SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pungli Ditpam, Minta Rp1,5 Juta Loloskan 10 Laptop

Pungli Ditpam, Minta Rp1,5 Juta Loloskan 10 Laptop
ilustrasi

BATAM KOTA – Yani (40) dan Erlan Sandri (38), dua oknum Ditpam BP Batam yang ditangkap Tim Saber Pungli akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan undang-undang korupsi karena menggunakan jabatannya untuk melakukan pungutan liar.

“Sejak hari ini (kemarin) keduanya resmi jadi tersangka,” kata Ketua Tim Saber Pungli Batam yang juga Wakapolresta Barelang AKBP Mudji, Kamis (15/2/2018).

Menurut dia, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan korban Harsono, warga Meral Tanjungbalai Karimun tentang adanya kasus pungutan liar di Pelabuhan Domestik Sekupang, Rabu (14/2/2018). Saat itu, Harsono hendak berangkat ke Selatpanjang dengan menumpang MV Miko Natalia dengan jadwal keberangkatan pukul 11.30.

Sekira pukul 10.00 Harsono sudah berada di pelabuhan. Lalu ia naik ke lantai dua pelabuhan dengan barang bawaan dan harus melewati pemeriksaan mesin pemindai (x-ray). “Saat barang bawaan Harsono masuk mesin pemindai, petugas Ditpam (Yani) melihat ada barang yang mencurigakan di dalam boks,” ujarnya.

Adapun barang yang dibawa Harsono adalah laptop. Yani lalu mengamankan Harsono dan memberitahukan kalau barang bawaannya itu tidak bisa keluar dari Batam. Mereka kemudian menuju Pos II Ditpam. Yani kemudian menghubungi Erlan untuk datang ke pos penjagaan. Setibanya di Pos, Erlan mengatakan hal yang sama kepada Harsono kalau barang tersebut tidak bisa lewat.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com