SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pungli, Kapal Bongkar Muat Dimintai Setoran Rp10 Juta

Pungli, Kapal Bongkar Muat Dimintai Setoran Rp10 Juta
Pandam I Bukit Barisan Mayjen Cucu Somantri bersama Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian sebelum di acara silaturahmi TNI-Polri di Mapolda Kepri, Nongsa, Batam, Senin (8/5). TEGUH PRIHATNA

:: Kasatker Pelabuhan Batuampar Jadi Tersangka

BATAM – Aidil Setiadji yang tertangkap tangan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) ternyata sudah sering melakukan pungli. Dalam sehari, Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelabuhan Batuampar itu bisa melakukan pungli kepada 10 perusahaan. Setiap transaksi, rata-rata antara Rp10 juta sampai Rp15 juta.

“Setiap hari setidaknya ada 10 kapal yang melakukan bongkar muat. Agar barang-barang milik perusahaan bisa dibongkar atau dimuat, minimal harus menyetor Rp10 juta yang disebut uang buka pintu. Uang itu di luar biaya yang harus dikeluarkan sesuai dengan ketentuan resmi,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian saat jumpa pers di Mapolda Kepri, Selasa (9/5).

Dengan nilai tersebut maka bila dikalikan dengan satu bulan maka nilainya mencapai miliaran rupiah. “Kalikan saja jika satu kapal atau satu perusahaan Rp10 juta, maka berapa per bulannya. Padahal ini sudah berlangsung sejak lama,” kata dia.

Pungli yang dilakukan oleh tersangka Aidil tersebut berdampak besar bagi industri, karena bila tidak membayar sejumlah uang maka barang keperluan perusahaan tidak bisa dibongkar.

“Dampaknya sangat besar, apalagi sebenarnya tersangka ini ditugaskan untuk membenahi pelayanan di Pelabuhan Batuampar. Kalau yang dipilih saja seperti ini, terus seperti apa kondisi di dalamnya,” kata Sam.

Sam menerangkan, saat operasi tangkap tangan (OTT), Tim Saber Pungli berhasil mengamankan barang bukti uang tunai Rp16 juta. Uang tersebut disimpan terpisah dalam dua amplop warna cokelat yang diletakkan pada dashbor mobil.

“Pengakuan tersangka, uang Rp6 juta pecahan Rp50 ribu adalah milik pribadi. Sedangkan uang Rp10 juta pecahan Rp100 ribu adalah hasil pungli buka pintu dari PT Lautan Jaya Sukses,” terang Sam.

Aidil Setiadji ditangkap saat sedang di dalam mobil Toyota Avanza di kawasan depan Bank BCA Jodoh, Senin (8/5). Penangkapan dilakukan Tim Saber Pungli berdasarkan laporan masyarakat bahwa Aidil Setiadji baru saja menerima uang hasil pungli. Selain uang tunai Rp16 juta, Tim Saber Pungli juga mengamankan barang bukti satu unit mobil Avanza warna hitam BP 1658 Q dan tiga handphone.

Menurut Sam, Aidil bisa dijerat pasal tentang korupsi dengan ancaman penjara seumur hidup, paling singkat lima tahun, dan paling lama 20 tahun. Pihaknya juga masih mendalami aliran dana hasil pungli tersebut.

“Untuk sementara masih Adil sendiri yang ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.

BP Tak Berikan Bantuan Hukum
BP Batam belum ada rencana untuk memberikan bantuan hukum kepada Aidil Setiadji yang ditangkap tangan oleh Tim Saber Pungli Polda Kepri. Menurut Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Eko Santoso Budianto, selama ini pihaknya sudah sering mengingatkan pegawainya agar tidak lagi coba-coba melakukan pungli karena memanfaatkan jabatan.

“Ngapain diberikan bantuan hukum, orang dia (Aidil Setiadji) ketangkap basah melakukan pungli,” katanya.

Dengan adanya kasus OTT tersebut, Eko berharap bisa dijadikan pelajaran bagi para pegawai BP Batam untuk tidak coba-coba memanfaatkan jabatan dengan melakukan pungli. Pihaknya juga akan merotasi seluruh Satker untuk membersihkan praktik pungli di pelabuhan.

Selanjutnya, BP Batam akan membangun sistem terintegrasi untuk memproses semua urusan. Sehingga meminimalisir kontak antara manusia dengan BP Batam atau antara penyedia dengan pengguna jasa. Pasalnya, semua urusan masih diproses secara manual, meski dalam pelaksanaannya menggunakan komputer.

“Cara manual ini berisiko bagi staf dan bahkan mungkin pimpinan, karena bisa memanfaatkan posisnya untuk memeras pengguna jasa dan pemakai jasa. Oleh karena itu, kami harus membangun sistem yang terintegrasi,” katanya.

Eko mengaku masih banyak yang harus dibenahi BP Batam di pelabuhan. Mengingat pengelolaan pelabuhan selama ini menunjukan potensi kebocoran yang sangat besar dan sudah terjadi bertahun-tahun. Sebelumnya, selama 2015 pendapatan pelabuhan di bawah kendali BP Batam hanya Rp210 miliar. Sekarang, selama tiga bulan pertama 2017, pendapatannya sudah mencapai Rp184 miliar.

“Ini menunjukkan bahwa ada potensi kebocoran yang cukup banyak di pelabuhan,” jelasnya.

mochammad ilham/ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com