SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Puting Beliung Sapu Tiga Rumah

  • Reporter:
  • Rabu, 29 Agustus 2018 | 10:31
  • Dibaca : 240 kali
Puting Beliung Sapu Tiga Rumah
Polisi membantu warga membersihkan puing-puing rumah yang diterjang angin topan di Meral. /ricky robianysah

KARIMUN – Angin puting beliung menyapu pesisir Meral dan Tebing sepanjang kemarin pagi. Sebanyak tiga rumah rusak akibat amukan topan yang dianggap jarang terjadi di Karimun.

Tiga rumah rusak dilaporkan terjadi di Parit Benut, Kecamatan Meral. Dua rumah hancur akibat amukan angin puting beliung dan satunya rusak ringan. “Dua rumah sampai roboh,” ujar Kapolsek Meral AKP Hadi Sucipto, kemarin.

Menurut Hadi, angin topan di Meral muncul pertama kali sekitar 10.00 pagi di Raya Rengas, Kelurahan Parit Benut. Rumah yang rusak adalah milik warga di sana di RT 001.RW 002. Dua rumah yang roboh diterjang topan, milik warga bernama Agus dan Atan Jailani. Sementara rumah rusak ringan milik Efendi. “Tidak ada korban jiwa, tapi kerugiannya ditaksir Rp30 juta,” sambung Hadi.

Hingga kemarin, Efendi dan anggota keluarganya serta Atan bersama keluarga telah diungsikan di sebuah rumah kontrakan tak jauh dari lokasi kejadian.

Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim bersama Dinas Sosial juga turun ke lokasi kejadian dan memberikan bantuan berupa tenda, selimut serta peralatan memasak dan makan.

Kapolres bersama anaknya buahnya dan Bhabinkamtibmas serta Shabara langsung turun ke lokasi setelah kejadian. Mereka bersama warga bergotong royong membersihkan puing-puing rumah dan membongkar atap rumah yang roboh.

Pusaran angin puting beliung yang langka terjadi Kabupaten Karimun juga melewati perairan Tebing di Coastal Area. Menurut informasi, topan terlihat sekitar pukul 09.45.

Fenomena cuaca itu sontak menghebohkan sekaligus membuat khawatir warga. Angin puting beliung yang terjadi selama lebih kurang 30 menit itu tidak menimbulkan kerusakan dan korban jiwa. “Angin sudah tampak dari simpang RSUD HM Sani. Warnanya hitam dengan garis lurus ke atas,” ujar Rika Safitri, warga Tebing. Topan, lanjut dia, keliatan jelas ketika sampai di kawasan Tebing dari Tanah Merah di Coastal. “Lumayan lama tapi hanya memutar di sekitar Coastal,” sambung Rika.

Fenomena angin puting beliung yang terjadi di Kawasan Kecamatan Tebing tersebut hanya mengakibatkan beberapa pos untuk pembangunan Pelabuhan Baru di kawasan Tanjung Penagak Rusak, sedangkan untuk rumah warga tidak terdapat kerusakan.

“Saya sudah perintahkan anggota turun. Hasilnya tidak ada korban jiwa hanya ada pos pekerja yang di Coastal itu rusak karena diterjang angin,” kata Kapolsek Tebing AKP Budi Hartono.

Menurut dia, kondisi tersebut memang membahayakan rumah- rumah di sekitar kawadan Coastal Area. Namun, beruntung angin itu tidak naik ke perumahan sehingga tidak menimbulkan kerusakan terhadap rumah warga.

Tak Terdeteksi

Terjadinya bencana alam angin puting beliung tersebut, menurut Kepala Badan Meteologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karimun Raden tidak terlihat pada radar di BMKG Karimun, melainkan terpantau pada radar BMKG Batam.

Menurutnya, angin puting beliung erat kaitannya dengan adanya pertumbuhan awan CB. Adapun gejalanya antara lain udara terasa panas dan gerah, kemudian di langit nampak ada pertumbuhan awan CB atau cumulonimbus.

Selanjutnya di antara awan tersebut ada satu jenis awan mempunyai batas tepi sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi yang secara visual seperti bunga kol. ricky robiansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com