SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Putra Putri Meranti Berpeluang Masuk Unri

  • Reporter:
  • Kamis, 6 April 2017 | 14:37
  • Dibaca : 455 kali
Putra Putri Meranti Berpeluang Masuk Unri

MERANTI – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan pihak Universitas Riau (Unri) dalam bidang pendidikan jenjang S1 dan S2 bagi putra daerah.

Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi mengatakan dengan adanya kerjasama antara Pemda Kepulauan Meranti dengan Unri akan memberikan kemudahan-kemudahan dalam seleksi penerimaan masuk perguruan tinggi negeri. Anak-anak asal Kota Sagu mempunyai peluang yang lebih besar untuk bisa menuntut ilmu di Unri.

“Dengan kerjasama ini, Unri akan memberikan kemudahan untuk anak-anak kita yang saat ini melaksanakan ujian akhir sekolah agar dapat melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi negeri,” kata Irwan.

Menurut Irwan, apabila berkompetisi secara bebas, tentu kuota penerimaan mahasiswa terbatas. Dengan kerjasama ini membuat kuota lebih lebar dan anak-anak Meranti dapat masuk di beberapa fakultas melalui jalur khusus.

Tak hanya bekerjasama di jenjang S1, Pemda Kepulauan Meranti juga menjajaki kerjasama di jenjang Pasca Sarjana (S2). Dengan ini pula, akan memberi kemudahan kepada aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Kota Sagu dapat melanjutkan pendidikan S2, dengan prioritas tertentu. Selain itu, diharapkan juga dari kerjasama ini Unri bisa melakukan penelitian-penelitian yang lokasinya berada di Kepulauan Meranti.

“Kepala SKPD yang mempunyai peluang kajian, bisa kerjasama dengan Pasca Sarjana Unri,” jelas Irwan.

Irwan mengatakan, UU nomor 23 tahun 2014 yang mengatur tentang pemerintah daerah (Pemda) disitu disebutkan bahwa tingkat SMA, SMK, dan MA tidak lagi berkoordinasi dengan bupati, tetapi sudah diambil alih pusat melalui koordinasi gubernur. Namun praktek di lapangan, masyarakat tidak mengetahui hal itu. Atas beban moral dan emosional, Pemda Kepulauan Meranti membuat kebijakan bagaimana lulusan SMA, SMK, dan MA bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan biaya ditanggung pemerintah.

“Secara struktural bukan kewenangan kami. Tapi apa yang kami lakukan ini adalah upaya bagaimana pemerintah kabupaten/kota menjamin agar anak-anak di sini dapat mengenyam pendidikan hingga ke perguruan tinggi,” ungkapnya.

Sementara Dekan Fisip Unri, Syafri Harto menyambut baik upaya dari Pemda Kepulauan Meranti. Menurutnya, dengan penandatanganan MoA tersebut, merupakan wujud nyata merealisasikan MoU yang ditandatangani beberapa waktu lalu dengan Irwan selaku Bupati Meranti di Kota Batam.

“Kami ke sini untuk merealisasikan MoU yang ditandatangani beberapa waktu lalu di Batam. Ini bukan karena kedekatan kami dengan bupati,” kata Syafri Harto.

Direktur Pasca Sarjana Unri Zulkarnain berjanji akan melakukan berbagai riset di Kepulauan Meranti akhir masa jabatannya pada 2018. Ia juga memaparkan bahwa sampai saat ini ada 29 prodi pasca sarjana di Unri. Atas kerjasama Pemda dengan Unri, akan memberikan kemudahan-kemudahan kepada aparatur di Kota Sagu yang melanjutkan pendidikan di Unri.

Zulkarnain mengaku sering turun ke Meranti membawa siswa dari Jepang untuk melakukan penelitian. Ia juga akan mengajak Irwan ke Jepang untuk menunjukkan hasil penelitian yang selama ini dikerjakan atas kerjasama Unri dengan sekolah di Jepang.

“Kita akan lihat hasil penelitian atas kerja sama Unri dengan sekolah di Jepang,” ujarnya.

MoA tersebut ditandatangani Zulkarnain dengan BKD Kepulauan Meranti diwakili Sekretaris M Edy Afrizal dan Zulkarnain dengan Kadis LHK Irmansyah. (advetorial)

Tingkatkan SDM, Bupati Irwan Teken MoU dengan Unri
Dalam upaya membangun kualitas sumber daya manusia (SDM), Pemkab Kepulauan Meranti terus melakukan terobosan-terobosan. Diantaranya melakukan kerjasama dengan Universitas Riau (Unri). Peningkatan kerjasama itu ditandai dengan penandatanganan memorandoum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman dilakukan Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan, MSi dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UR Drs Syafri Harto, MSi di Hotel Nagoya Mansion Kota Batam.

Penandatangan MoU itu disaksikan langsung Rektor Unri, Prof Aras Mulyadi. Kegiatan ini dilakukan sebelum dibukanya musyawarah rencana pengembangan (musrenbang) Unri yang diikuti seluruh pembantu rektor (Purek), dekan, pembantu dekan, ketua jurusan dan sejumlah pejabat Unri lainnya.

Turut menghadiri penandatanganan tersebut diantaranya Deputi Menteri PPN/Bappenas Bidang Pembangunan Manusia Masyarakat dan Kebudayaan Dr Ir Subandi Sardjoko MSc. Sementara dari Pemkab Meranti tampak hadir Sekda Kepulauan Meranti, Yulian Norwis, Plt Kepala Dinas Pendidikan Rosdaner, Kepala Dinas Pajak dan Retribusi Daerah Bambang Suprianto dan Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Aready.

Selain dengan Meranti, Unri juga menandatangani MoU dengan sejumlah lembaga lain diantaranya dengan Politeknik Negeri Batam, Universitas Internasional Batam (UIB), Universitas Muhammadiyah Pontianak, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Murdoch University Australia.

Sebelum penandatanganan MoU, Bupati Irwan diberi kehormatan menyampaikan sambutan. Irwan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kerjasama yang terjalin dengan Unri selama ini.

“Kita sudah memulai kerjasama dengan Universitas Riau (unri) sejak tujuh tahun lalu. Kita memilih Unri karena uiversitas ini masuk dalam 10 besar universitas terbaik di tanah air dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Riau dan Kepulauan Riau,” ungkapnya.

Diantara realisasi kerjasama yang pernah dilakukan adalah pengiriman 25 staf mengikuti pendidikan akuntansi di Fakultas Ekonomi Unri. “Dari kerjasama ini kami sudah menikmati hasilnya dimana Pemkab Meranti sudah empat tahun berturut-turut mendapat opini WTP (wajar tanpa pengecualian) dalam pemeriksaan oleh BPK,” tambah Irwan.

Menurutnya, Unri perlu terus menopang pembangunan daerah di Riau dan Kepri. Sebab, daerah-daerah yang maju selalu didukung oleh universitas yang baik seperti Yogyakarta, Surabaya dan Jawa Barat yang memiliki perguruan tinggi terkemuka di tanah air.

“Di Kepulauan Meranti sendiri, mayoritas pemegang jabatan adalah alumni Universitas Riau. Untuk itu lah kita menginginkan Unri terus memberikan dampak bagi pembangunan daerah-daerah. Bila Pemda memiliki kepercayaan yang tinggi pada sebuah universitas tentu akan berdampak positif bagi universitas tersebut, begitu juga sebaliknya,” jelas Irwan.

Sementara itu Rektor Unri Prof Aras Mulyadi menjelaskan bahwa kerjasama dengan Pemda merupakan bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi. Dia menegaskan bahwa Unri terus melakukan pengembangan sebagaimana visi menjadi universitas riset terkemuka.

Prioritas Mahasiswa Meranti

Menyangkut kerjasama dengan Unri, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti Rosdaner menjelaskan ada beberapa poin yang menjadi penekanan di tahun 2017 ini. Diantaranya, prioritas penerimaan masuk bagi calon mahasiswa asal Kepulauan Meranti di beberapa jurusan.

“Sebelumnya kita sudah merealisasikan kerjasama untuk pendidikan tenaga akuntansi dan mahasiswa program khusus. Tahun ini salah satu poin kita adalah prioritas penerimaan masuk bagi mahasiswa asal Kepulauan Meranti,”” jelasnya.

Selain itu, Unri juga akan melakukan sejumlah penelitian untuk pengembangan potensi daerah di Kepulauan Meranti. Bahkan dalam waktu dekat pihak UR dan Bappenas akan turun ke Desa Sungai Tohor Kecamatan Tebingtinggi Timur untuk terus mengembangkan potensi sagu Kepulauan Meranti. (advetorial)

Membangun SDM yang Berkualitas
Sebagai bentuk komitmen Drs H Irwan, MSi dan Drs H Said Hasyim sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, Pemkab Meranti melakukan seleksi 20 orang siswa / siswi asal Meranti untuk melanjutkan pendidikan secara gratis di Batam Tourism Polytechnic (BTP), Tiban, Kota Batam. Seleksi yang digelar di Hotel Grand Meranti, Selatpanjang tersebut diikuti oleh 99 orang siswa siswi asal Meranti.

Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi diwakili Asisten III Setdakab Meranti, T. Akhrial mengatakan, dari 99 siswa siswi yang mengikuti seleksi beasiswa kelas khusus tersebut mengikuti serangkaian seleksi berupa tes tertulis dan wawancara. Beasiswa ini merupakan program berkelanjutan yang telah diprogramkan Pemda Meranti dalam rangka meningkatkan kwalitas SDM bagi putra putri daerah. Program tersebut berjalan sejak 2012 silam dan akan terus berkelanjutan.

Akhrial mengatakan, sebelumnya Pemkab Meranti juga memberikan beasiswa gratis kepada putra putri asal Meranti untuk mengikuti pendidikan secara gratis di sejumlah universitas ternama di Indonesia. Diantaranya, Universitas Riau, Politeknik Negeri Bandung, UGM dan IPB.

“Totalnya sudah mencapai 108 orang. Ada yang sudah mengabdi di Pemkab Meranti, dan masih ada juga yang masih kuliah,” jelas Akhrial.

Jurusan yang diambil para mahasiswa diantaranya, DIII Ilmu Pertanian dan DIII Akuntansi Perkantoran di Unri. Sementara di Politek Negeri Bandung yakni DIII Konstruksi bangunan serta DIII Ekonomi Keuangan Daerah. Jurusan yang diambil oleh para mahasiswa tersebut tentunya sesuai dengan kebutuhan daerah.

Kebijakan Bupati Irwan untuk peningkatan SDM bagi putra putri dárah ini mendapatkan respon positif dari pimpinan DPRD Kepulauan Mernti. Wakil Ketua DPRD Meranti H. Toufikurahman mendukung penuh atas program pemda tersebut. Ia mengatakan, seiring pendapatan negara dari Sumber Daya Alam (SDA) yang semakin menipis, dan pemerintah RI tengah gencar-gencarnya mendongkrak sektor pariwisata sebagai potensi pendapatan baru, tentu langkah pemda kali ini sangat tepat untuk membangun SDM siap pakai.

Toufikurahman mendorong Pemda Meranti untuk terus menganggarkan anggaran beasiswa gratis melaui APBD secara rinci. Dengan begitu, kata Toufikurahman, program tersebut akan berlanjut, dengan harapan dapat memberikan output yang betul-betul siap pakai.

Sementara Wakil Direktur BTP, Syailendra Reza mengatakan, BTP merupakan perguruan tinggi yang fokus mempersiapkan lulusannya untuk memiliki keahlian dibidang Management Pariwisata, Management Ivent Organizer, dan Managemen Kuliner.

BTP menawarkan 3 Program Study yakni Room Division Management, Culinary Management, Food And Beverage Management. Pihaknya mengkalaim bahwa lulusan BTP memiliki keahlian sesuai yang diharapkan pihak perusahaan perhotelan, kuliner dan lainnya sesuai disiplin ilmu masing-masing.

“Program belajar yang kami terapkan seminggu teory dan seminggu praktek. Jadi para mahasiswa nantinya bisa langsung mempraktekan ilmunya, bahkan di semester 3 kami mengirimkan mahasiswa untuk praktek di Dubai, ” ungkap Reza. (advetorial)

1. Teks foto untuk tulisan No 2: Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi foto bersama pejabat Unri usai penandatanganan MoU antara Pemkab Meranti dengan Unri di Hotel Nagoya Mansion Kota Batam, Kepri. KORAN SINDO BATAM / ALI MAHMUD

2. Teks foto untuk tulisan No 3: Asisten III Pemkab Meranti, T Akhrial menyampaikan kata sambutan sebelum dilakukan seleksi siswa penerima beasiswa untuk masuk BTP di Hotel Grand Meranti, Selatpanjang.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com