SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Putri Penuh Kasih

  • Reporter:
  • Selasa, 20 Februari 2018 | 19:02
  • Dibaca : 102 kali
Putri Penuh Kasih

EUGENIE Victoria Helena atau kerap disebut Putri Eugenie dari York adalah putri bungsu Pangeran Andrew, Duke of York, dengan Sarah, Duchess of York. Sang Putri dikenal memiliki sifat welas asih t idak hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada hewan.

Dalam jajaran takhta Inggris, Putri Eugenie berada di urutan kedelapan. Putri kelahiran 23 Maret 1990 ini memiliki seorang kakak yang juga cukup terkenal, yakni Putri Beatrice dari York. Eugenie lahir di The Portland Hospital for Women and Children di London, kemudian dibaptis di Gereja St Mary Magdalena, Sandringham, oleh Uskup Norwich, pada 23 Desember 1990. Dia adalah bayi kerajaan pertama yang memiliki pembaptisan umum dan satu-satunya cucu Ratu yang tidak dibaptis ala kerajaan atau Lily Font. Orang tua Eugenie bercerai saat usianya 6 tahun. Namun, hubungan mereka tetap baik hingga saat ini.

Eugenie dan saudara perempuannya sering bepergian ke luar negeri dengan salah satu atau kedua orang tua mereka. Pada majalah Tatler edisi April 2008, Eugenie menggambarkan neneknya, yaitu Ratu Elizebeth II, sebagai salah satu perempuan paling menakjubkan yang pernah ada dan orang tuanya sebagai pasangan cerai terbaik yang dia kenal. Kehidupan Eugenie juga tidak berbeda jauh dengan kehidupan remaja putri lainnya. Dia mulai belajar Combined Honors BA di Universitas Newcastle pada September 2009. Dikutip Metro, dia mempelajari Sejarah Seni, Sastra Inggris, dan Politik dan menyelesaikan gelar pada 2012. Namun, Eugenie hampir tidak diizinkan memasuki Universitas Newcastle. Sebelumnya dia sempat dikabarkan ditolak karena studi Sastra Inggrisnya dinilai tidak memuaskan.

Namun, ketika universitas menyadari bahwa dia adalah cucu keenam Ratu, mereka pun langsung memberikan tawaran. Menurut Harper’s Bazaar, setelah lulus, Eugenie pindah ke New York City untuk bekerja di perusahaan lelang daring Paddle8 sebagai manajer pelelangan keuntungan. Ketika kembali ke London pada Juli 2015, dia mendapatkan pekerjaan sebagai associate director di Galeri Seni Hauser & Wirth hingga saat ini. Dia bekerja secara penuh.

Senang Kegiatan Sosial

Sang putri juga dikenal sebagai putri yang peduli sesama dan suka membantu. Semua ini berawal pada pengalaman pribadinya pada Oktober 2002 ketika berusia 12 tahun. Kala itu dia menjalani operasi bedah di Royal National Orthopedic Hospital di Stanmore, Middlesex, untuk memperbaiki kondisi skoliosis, yaitu tulang belakang yang melengkung. Dari sinilah, Putri Eugenie ingin mendukung orang lain yang memiliki riwayat penyakit yang sama. Dikutip laman The Duke of York, banyak kegiatan sosial dan amal yang dilakukan sang putri. Dia menjadi pelindung atau patron Royal National Orthopedicís Redevelopment Appeal pada April 2012.

Sebuah unit akomodasi di rumah sakit pun diberi nama Princess Eugenie House. Pada Juni 2012, Putri Eugenie kembali terjun ke dunia sosial dengan menjadi salah satu dari sekitar 3.000 pesepeda yang ikut serta dalam Nightrider, yakni bersepeda sepanjang 100 km melalui London. Melalui aksinya, Euginia mengumpulkan uang untuk Rumah Sakit Ortopedi Royal Nasional dan Marylebone Cricket Club Foundation. Kehidupan sosial yang dijalaninya juga melibatkan sang ibu dan kakaknya. Bersama sang kakak, Putri Beatrice, keduanya menjadi Pelindung Teenage Cancer Trust pada Juni 2016. Ibu mereka, Sarah, Duchess of York, juga merupakan pelindung kehormatan jangka panjang. The Teenage Cancer Trust mendukung kaum muda yang menghadapi kanker.

Pada tahun yang sama, dia, sang kakak, dan ibunda berkolaborasi dengan seniman Teddy M membuat grafiti kerajaan pertama, yang dibuat di halaman depan di Royal Lodge di Windsor Great Park. Karya yang dihasilkan yaitu Royal Love, dipamerkan saat Masterpiece London 2016, kemudian dijual dengan nilai lima digit di sebuah lelang privat Sotheby. Dikutip E!News, semua hasil pelelangan itu disumbangkan ke Children in Crisis, organisasi yang didirikan Beatrice. Di bidang seni, Putri Eugenie menjadi Pelindung Teater Coronet, Kensington, pada November 2016. Teater Coronet adalah teater dan ruang seni untuk Kensington dan London.

Tahun lalu dia juga sempat menjadi Pelindung European School of Osteopathy (ESO). ESO adalah penyedia pendidikan osteopatik berkualitas tinggi yang terkenal di dunia dari tingkat sarjana sampai tingkat pascasarjana. Eugenie juga aktif dalam gerakan menghentikan perdagangan manusia, terinspirasi perjalanan ke India bersama ibunya. Di sana Euginia bertemu perempuan muda yang melarikan diri dari perbudakan seks dan sedang belajar berdagang dan menjual barang perajin untuk menghidupi dirinya sendiri. Selain penuh kasih sayang dengan sesama manusia, Euginia juga begitu perhatian terhadap hewan.

Dia dan sang ibu, Sarah, adalah Pelindung Keluarga Gajah (Elephant Family), badan amal yang berkampanye untuk melindungi Gajah Asia dan habitatnya. Sang Putri sempat mengunjungi Gajah Tara di Duke of York Square, London, pada Juni 2015 untuk mendukung kegiatan amal tersebut.

Susi susanti

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com