SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Ranperda Kampung Tua Dibahas Setelah Pemilu

  • Reporter:
  • Selasa, 12 Februari 2019 | 14:41
  • Dibaca : 78 kali
Ranperda Kampung Tua Dibahas Setelah Pemilu
ilustrasi

BATAM KOTA – Pemko bersama DPRD Batam sepakat menyusun rancana peraturan daerah (Ranperda) tentang Penataan dan Pelestarian Kampung Tua. Perda ini dibentuk untuk melindungi eksistensi adat istiadat, budaya Melayu, arsitektur bangunan, dan situs serta lingkungan tempat tinggal penduduk asli Kota Batam.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyambut baik usulan yang disampaikan DPRD Batam terkait dengan Raperda Kampung Tua. Rancangan aturan ini dimaksudkan bagi penyelenggaraan urusan Pemerintahan Bidang Sosial dan Kebudayaan sebagai sarana melindungi, melestarikan, dan sekaligus sebagai upaya mempertahankan nilai-nilai budaya masyarakat asli Kota Batam.

“Tentunya guna penguatan identitas dan tata nilai baik dari sejarah, agama dan budaya masyarakat. Tapi kami tadi mengusulkan agar pembahasan ini dilanjutkan setelah Pemilu,” ujarnya di Kantor DPRD Batam, Senin (11/2).

Ia menilai, penataan dan pelestarian kampung tua memerlukan suasana kebatinan yang tenang dan mendukung bagi lahirnya aspirasi-aspirasi masyarakat. Berdasarkan perilaku-perilaku yang kemudian dapat dirumuskan menjadi bentuk pola pergaulan yang tumbuh dan berkembang dari dan untuk masyarakat.

Sehingga nantinya dapat dirumuskan pranata kehidupan sosial dan budaya yang menjadi ciri spesifik dari masyarakat dalam aspek kehidupan kesehariannya. Oleh sebab itu, perlu juga menjadi pertimbangan yang matang, di mana saat ini sedang dihadapkan dengan proses melangsungkan pesta demokrasi, baik proses Pemilu Presiden dan Pemilu Legilatif.

“Supaya apa yang kami bahas bersama nantinya benar-benar sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat,” katanya.

Amsakar menjelaskan, penataan dan pelestarian kampung tua di Kota Batam, juga tidak bisa lepas dari perlunya regulasi Penataan Ruang Daerah, sebagai bentuk konkrit kebijakan daerah terhadap pola pemanfaatan ruang yang diperuntukan bagi lokasi yang memenuhi kriteria sebagai kampung tua. Karena memang konsep penataan dan pelestarian kampung tua sebagaimana tertuang dalam naskah akademis yang telah disusun sebagai kajian atas ranperda.

Selain merupakan kebijakan daerah terhadap yang diarahkan untuk pelestarian budaya dan aspek kesejarahan daerah, juga tidak dapat dilepaskan dengan aspek spasialnya dan interrelasi spasial dengan wilayah lain yang dinamis dalam suatu konteks atau kerangka besar kebijakan pemanfaatan ruang di Daerah. Oleh karena itu, keberadaan regulasi tata ruang daerah menjadi sesuatu yang diperlukan untuk menjadi salah satu dasar pengaturan tentang kampung tua.

“Karena itu kami tadi meminta agar dapat dilakukan penundaan pembahasan di DPRD, sampai dengan selesainya proses pemilu dan ditetapkannya peraturan daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Batam sesuai peraturan perundang-undangan,” kata Amsakar. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com