SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Rawon Setan Segar Bikin Nagih

  • Reporter:
  • Rabu, 3 Mei 2017 | 08:05
  • Dibaca : 274 kali
Rawon Setan Segar Bikin Nagih
Rawon Setan Segar Bikin Nagih

Kuahnya hitam pekat. Harum rempahnya mengikat indra penciuman. Rawon setan, kuliner Surabaya yang terkenal segar dan sedap rasanya. Lebih sedap lagi bila disantap dengan tauge dan sambal pedas.

Rawon adalah makanan khas Surabaya, Jawa Timur. Semacam soto tetapi berkuah hitam pekat. Pelengkapnya berupa tauge mentah berukuran kecil. Di Batam, rawon setan bisa ditemukan di Kedai Raos. Potongan daging rawon di kedai ini cukup besar, seperti daging rendang. Meski begitu, tekstur dagingnya lembut dan mudah dinikmati.

Untuk menghasilkan rawon hitam, pekat, dan kental, banyak bumbu yang mesti dipakai. Bumbu halus misalnya, ada bawang merah, bawang putih, cabai, daun bawang, jahe , kunyit, ketumbar, kemiri, asam jawa, dan tak ketinggalan kluwek.

Kluwek adalah biji dari pohon kluwek, masyarakat Melayu menyebutnya kepayang. Bahan ini sangat penting pada masakan rawon. Warna hitam pekat rawon berasal dari kluwek. “Kalau nggak ada kluwek, bukan rawon setan namanya,” kata Anida, pemilik Kedai Raos, di Ruko Air Mas E11, samping Sekolah Yos Sudarso, Batam, Selasa (2/5).

Rawon setan di Kedai Raos memiliki citarasa berbeda dibanding di tempat lain. Terlihat dari potongan daging dan kuahnya yang kental dan hitam pekat. “Saat kuah rawon panas dihidangkan, tauge dimasukkan ke dalam kuah rawon. Itu yang pas,” katanya.

Masakan ini tambah sedap bila dinikmati dengan sambal merah. Kuah panas dan pedasnya cabai membuat semangat para penyuka pedas dijamin menggelora. Apalagi menyantapnya dengan nasi hangat, telur asin, dan kerupuk. “Ada rasa asam, segar, dan asin dari telur yang dimakan bersama rawon dan nasi,” kata Anida.

Garang Asem
Menu yang tak kalah sedap di Kedai Raos selain rawon setan adalah garang asem. Citarasa masakan dari Jawa Tengah ini asam, pedas, dan segar. Seperti rawon, menyantap garang asem harus dalam kondisi panas, rasa asam dan pedas membuat penikmatnya makin berselera.

Masakan olahan ayam berkuah santan ini dimasak dengan daun pisang. Karena dibungkus daun pisang, aromanya menjadi sangat harum. “Dari luar sudah tercium wangi daun pisang yang dikukus bersama garang asem,” ujar Anida.

Meski terlihat kering, garang asem memiliki kuah di dalamnya. Pada bagian luar terlihat biasa saja, namun saat daun pisang dibuka, aroma sedap garang asem menguar seketika. Tomat, cabai hijau, cabai merah, belimbing wuluh, lengkuas, dan rempah-rempah di dalanya, selain sebagai bumbu juga menjadi penghias masakan.

“Mirip sayur asam kalau yang belum pernah coba. Tapi garang asem warnanya nggak sekeruh sayur asam,” kata Anida. Daging ayam pada garang asem ini sangat lembut karena proses mengukusnya cukup lama, sekitar 15-30 menit.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com