SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Reekspor Limbah B3 Tunggu Proses Adminstrasi

  • Reporter:
  • Kamis, 11 Juli 2019 | 13:31
  • Dibaca : 60 kali
Reekspor Limbah B3 Tunggu Proses Adminstrasi
Petugas Bea Cukai Batam dan KLHK memeriksa kontainer limbah yang diduga limbah B3 di Pelabuhan Batuampar, Sabtu (15/6) lalu. f teguh prihatna

BATUAMPAR – Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Tipe B Batam masih melakukan pengurusan administrasi dan dokumen untuk melakukan reekspor 49 kontainer limbah plastik yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

“Masih dalam tahap proses administrasi dan dokumen, setelah itu kami reekspor,” kata Kepala Bimbingan Kepatuhan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Sumarna, Rabu (10/7).

Ia menjelaskan, Bea Cukai Batam akan terus mengawal proses reekspor limbah B3 tersebut, karena Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pusat tidak memberi kelonggaran terkait hal tersebut.

“Kami ditugaskan untuk melakukan reekspor, dan itu tidak bisa diganggu gugat,” ujarnya.

Lanjut Sumarna, anggota Bea Cukai Batam saat ini terus bekerja melengkapi berkas administrasi dan dokumen untuk di pulangkan ke negara asal. “Pasti dipulangkan, tidak ada hal lain,” ungkap Sumarna.

Dari 49 kontainer yang akan segera di reekspor tersebut, sebanyak 38 kontainer limbah plastik mengandung B3, dan 11 kontainer limbah plastik tercampur sampah.

“Ya tidak direekspor itu ada 16 kontainer, karena tidak mengandung B3 dan sampah. Berarti jumlahnya 65 kontainer yang diamankan kemarin,” kata Sumarna.

Bea Cukai Batam nantinya akan bekerja sama dengan DLH Kota Batam terkait limbah B3 tersebut dengan melakukan pemeriksaan muatan dan surat-surat impor, karena temuan ini sebagai contoh bahwa Indonesia sudah menjadi tempat pembuangan sampah.

“Pemko Batam juga harus melakukan pemeriksaan kepada perusahaan importir di Batam,” ujarnya.

Proses reekspor diperkirakan sekitar dua atau tiga hari ke depan, karena proses untuk melakukan ekspor kembali ke negara asal memerlukan persyaratan.

“Kami harus berkoordinasi dengan pemilik barang dan pihak pelabuhan, baru kita bisa melakukan ekspor kembali,” ungkap Sumarna. romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com