SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Rehat Sejenak di Stop Line Cafe

  • Reporter:
  • Kamis, 11 Mei 2017 | 12:51
  • Dibaca : 496 kali
Rehat Sejenak di Stop Line Cafe

Stop line adalah garis berhenti. Di Batam, marka jalan ini dipakai sebagai nama kafe. Dengan maksud agar bisa menjadi tempat pemberhentian orang-orang yang ingin rehat sebelum kembali melanjutkan aktivitas.

Berada di Kompleks Aku Tahu A2 Nomor 18, Batam, Stop Line Cafe menghadirkan nuansa berbeda. Interiornya unik. Setiap sisi dindingnya dipenuhi rambu lalu lintas atau yang menggambarkan suasana di jalan raya. Dinding sebelah kiri seluruhnya dicat hitam. Sisi kanan abu-abu.

Pada dinding abu-abu, lukisan bergambar mobil mirip VW kodok berwarna hitam-putih seperti siap melaju di jalan raya. Ada suasana jalanan dengan gedung-gedung menjulang tinggi dan kesibukan kantor di dalamnya.

Masriana, salah seorang pemilik Stop Line Cafe bercerita, kafe ini dibuat demikian lantaran sang pemilik bekerja di instansi yang berhubungan dengan jalan-jalan. “Saya kan bekerjanya di Dinas Perhubungan. Lihat keadaan jalan di Batam kalau dibuat dalam bentuk kafe kayaknya unik. Makanya kita buat Stop Line Cafe,” katanya, beberapa waktu lalu.

Sesuai dengan konsepnya, lantai kafe dilukis mirip jalanan lengkap dengan marka jalannya. Pada dinding yang dicat hitam tampak dilapisi kawat-kawat. Interior ini memberi atmosfer berbeda, seperti terkurung.

Pada kawat tersebut digantung beberapa gambar logo media sosial yang banyak digemari seperti Instagram, Facebook , dan Twitter. “Biar beda saja. Kalau dinding biasa rasanya sama saja dengan yang lain,” ujar Tono, juga pemilik Stop Line Cafe.

Para pemilik kafe yang hobi nongkrong memasang lampu berdasarkan selera masing-masing. Ada yang berupa gelas milkshake kaca dengan stainless steel sebagai tudungnya. Lampu dipasang menjulur ke bawah. Lampu bergaya industrial juga dipasang di barisan paling depan, tepat di photobooth untuk pengunjung yang ingin berfoto ria.

Meja dan kursi terbuat dari kayu palet, Menurut Masriana atau Riana, kayu palet cukup kuat dan harganya terjangkau. “Meja kayu ini buatan bukan beli,” katanya. Modelnya dua macam. Berbentuk meja bar dan segi empat.

Kafe yang baru beroperasi satu bulan ini menghadirkan hal-hal unik lain untuk dinikmati pengunjung yang berhenti di sini. “Karena baru jadi, belum terlalu banyak desainnya. Pelan-pelan akan kita tambah lagi,” katanya.

Riana dan Tono berharap, pengunjung yang ingin mencari tempat nongkrong berhenti di kafe mereka. “Stop Line artinya kan garis berhenti. Dengan adanya kafe ini, kita berharap orang-orang sampai di sini saja nongkrongnya, hanya di Stop Line,” katanya.

Selfie di Photobooth
Stop Line Cafe menyediakan photobooth untuk pengunjung yang ingin berfoto-ria. Riana, salah seorang pemilik kafe, yang mencetuskan ide ini. Itu lantaran di Batam, banyak pengunjung yang gemar berfoto atau selfie.

Ada kotak telepon nyentrik seperti yang ada di Kota London, Inggris. Kotak telepon dicat merah dengan tulisan telepon berwarna putih. Hanya saja, ukuran kotak telepon merah ini dibuat lebih kecil dari ukuran aslinya. “Karena tempatnya terbatas. Kalau besar memakan banyak tempat,” katanya.

Selain itu juga ada ayunan dan taman dengan atap seolah melindungi dari cahaya matahari. Spot ini juga dihiasi bunga-bunga penuh warna. Dengan begitu, hasil fotonya akan menjadi lebih ceria.

Riana menuturkan, pihaknya menyediakan beberapa alat bantu sebagai penunjang berfoto seperti boneka dan bantalan. “Ada macam-macam, tinggal pilih saja mau pakai yang mana,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com