SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Remaja Jadi Korban Lakalantas Terbanyak

  • Reporter:
  • Kamis, 13 Juni 2019 | 10:41
  • Dibaca : 107 kali
Remaja Jadi Korban Lakalantas Terbanyak
ilustrasi /agung dedi lazuardi

LUBUKBAJA – Sebagian besar korban kecelakaan lalu lintas selama dua pekan terakhir atau saat libur Lebaran adalah remaja. Dari catatan kepolisian, korban meninggal berjumlah tiga orang.

Angka kecelakaan lalulintas selama 29 Mei hingga 10 Juni 2019 menurun dibanding tahun lalu. Korban meninggal di jalanan tahun ini berjumlah tiga orang, luka berat tiga orang, dan luka ringan sebanyak 12 orang.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol I Putu Bayu Pati melalui Kabag Ops Polresta Barelang, Kompol Arwin A Wientama mengatakan, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas tahun 2019 ada 10 kejadian, sedangkan tahun 2018 jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas sebanyak sembilan kejadian.

“Untuk korban meninggal dunia 2019 sebanyak tiga orang dan tahun 2018 sebanyak empat orang,” kata Arwin, Rabu (12/6).

Arwin menjelaskan, untuk luka ringan sebanyak 12 orang, angka itu sama dengan tahun 2018. Sedangkan kerugian materi tahun 2019 sebanyak Rp6.600.000 dan tahun 2018 sebanyak Rp25.100.000.

“Untuk umur korban, didominasi oleh kalangan muda berusia 16-20 tahun sebanyak delapan orang,” ujarnya.

Arwin menuturkan, kecelakaan terjadi disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat berlalu lintas, baik itu untuk keamanan diri maupun faktor ugal-ugalan dijalanan.

“Apalagi jalan sudah lebar, jadi kesadaran penguna jalan harus tinggi,” ungkap Arwin.

Lanjut Arwin, untuk pelanggaran lalu lintas selama operasi Ketupat Seligi 2019 sebanyak 183 pelanggaran, dengan 52 perkara.

“Untuk sepeda motor dan mobil serta kendaraan khusus sebanyak 51 perkara,” ungkap Arwin.

Lanjut Arwin, dari jumlah perkara lalulintas terlihat bahwa kesadaraan penguna jalan di Batam masih kurang. Selain itu, pengendara juga kurang mengerti akan rambu-rambu lalu lintas.

“Walaupun demikian, Sat Lantas Polresta Barelang akan terus melakukan sosialisasi terkait kurangnya kesadaraan pengendara tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, sosialisasi yang dilakukan adalah mengajak masyarakat taat berlalu lintas, dan membuat kampuang taat berlalu lintas yang sudah mulai berjalan di Batam.

“Apalagi saat ini musim penghujan, dan kami berharap pengendara mengurangi kecepatan laju kendaraan,” ujar Arwin.

Arein berharap pemerintah Kota Batam juga memperbaiki jalan berlubang di lokasi sering terjadinya kecelakaan, diantara di jalan Sei Temiang, Simpang Kuda, dan beberapa lokasi lainnya.

“Faktor lainnya adalah keadaan jalan, baik itu berlubang maupun bergelombang,” ungkapnya. romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com