SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

RKB di Batam Tak Mampu Tampung Siswa

  • Reporter:
  • Senin, 3 April 2017 | 13:48
  • Dibaca : 520 kali
RKB di Batam Tak Mampu Tampung Siswa
Sidak Wawako Amsakar Ahmad ke SD N 06 Taman Raya Batam Centre. Foto Agung Dedi Lazuardi.

BATAM KOTA – Penerimaan siswa baru akan dilaksanakan sebentar lagi. Meskipun ruang kelas baru (RKB) dibangun, namun pemerintah tak kunjung bisa menyelesaikan permasalahan daya tampung penerimaan siswa karena masih kekurangan sekolah dan ruang kelas.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin mengatakan, permasalahan kurangnya daya tampung peserta didik ini seiring dengan tumbuh pesatnya penduduk di Kota Batam, ditambah lagi banyaknya pendatang baru. “Diperkirakan setiap tahun terus bertambah 20 persen pertumbuhan anak sekolah,” kata Muslim di Batam Centre, Minggu (2/4).

Menurut dia, berapapun RKB yang dibangun setiap tahunnya tak menjadi solusi, bahkan untuk bangun sekolah baru juga terkendala keterbatasan lahan. “Berapapun dibangun pasti kurang,” ujarnya.

Tahun ini saja, Disdik Batam membangun 60 RKB, dengan total anggaran Rp8,1 miliar. Baik anggaran berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK). Pembangunan tersebar hampir di seluruh kecamatan kecuali di hinterland. RKB yang paling banyak dibangun di Kecamatan Seibeduk. “30 RKB untuk SD, sisanya untuk SMP,” katanya.

Dengan bertambahnya RKB ini setidaknya memberikan ruang bagi orang tua untuk bisa menyekolahkan anak mereka di sekolah negeri. Meski begitu, untuk penerimaan peserta didik baru tentu memerlukan RKB yang lebih banyak lagi.

Meski demikian, pembangunan RKB baru ini tak serta merta menyelesaikan permasalahan keterbatasan ruang kelas dan sekolah di Batam. Sebab karena keterbatasan anggaran, Pemko Batam tak bisa membangun sekolah baru tahun ini. Salah satunya, SMPN 56 di Tiban Kampung.

Sekolah yang berada di kawasan padat penduduk itu masih akan tetap menumpang. Meski begitu, pendaftaran siswa baru tak boleh dihentikan. Untuk sementara SMPN 56 tetap menumpang di gedung serbaguna Tiban Kampung untuk kelas VII dan kelas VIII di SDN 010 Sekupang sampai ada anggaran untuk pembangunan sekolah baru. “Kami akan cari alternatif lain untuk anak-anak tetap bisa belajar,” ujarnya.

Menurut dia, SMPN 56 sebenarnya sudah memiliki alokasi lahan, tepatnya di samping SDN 010 Sekupang. Namun pembangunan sekolah tersebut terhenti dan baru sampai pada tahapan pemasangan pondasi.

Anggota Komisi IV DPRD Batam Udin P Sihaloho mengatakan, masyarakat banyak kecewa karena beberapa usulan pembangunan tereleminasi di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrenbang). Namun untuk pembangunan RKB, dia mengaku bersyukur karena diprioritaskan. “Untuk Bengkong SMPN 4 dan SMPN 30 yang rencananya akan dibangun RKB,” kata Udin.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com