SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Rp17 Miliar Dana IMTA untuk Pelatihan Tenaga Kerja

  • Reporter:
  • Jumat, 8 Februari 2019 | 14:42
  • Dibaca : 174 kali
Rp17 Miliar Dana IMTA untuk Pelatihan Tenaga Kerja
ilustrasi

SEKUPANG – Dinas Tenaga Kerjaan (Disnaker) Kota Batam kembali menggelar pelatihan kerja bagi para pencari kerja dan peningkatan keahlian para pekerja. Setidaknya ada Rp17 miliar dari Rp22 miliar dana izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA) yang dialokasikan untuk pelatihan dan sertifikasi bagi pencari kerja maupun mereka yang sudah bekerja di Batam.

Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan, pelatihan kerja merupakan salah satu program rutin yang sudah dilaksanakan setiap tahunnya oleh Pemko Batam. Pelatihan kerja ini untuk menambah produktivitas masyarakat Batam, sehingga diharapkan pelatihan ini dapat memberikan keterampilan tambahan dan bekal untuk menyongsong dunia kerja.

“Dana IMTA itu sekitar Rp22 miliar, 70 persennya atau sekitar Rp17 miliar kami alokasikan untuk pelatihan dan peningkatan pencari kerja di Batam,” ujarnya, Rabu (6/2).

Pelaksanaan pelatihan dilakukan secara bertahap, kemudian juga ada beberapa bidang pekerjaan. Sejauh ini yang paling banyak diminati masyarakat biasanya adalah Human Resources Departement (HRD) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sehingga dua bidang pekerjaan tersebut akan menjadi prioritas pihaknya untuk dilakukan pelatihan.

Kemudian, jumlah pesertanya ditargetkan 2.000 peserta. Dari jumlah tersebut 930 peserta adalah untuk pencaker dan sisanya untuk peningkatan kompetensi bagi pekerja. Rencananya pelaksanaanya pelatihan kerja akan dimulai pada pada pertengahan Februari.

Sebelumnya, tahun 2018 lalu Disnaker Kota Batam menggelar pelatihan dikhususkan bagi mereka yang memiliki e-KTP Batam. Saat ini puluhan ribu pencari kerja terdaftar di Disnaker. Ia berharap pelatihan ini bisa membantu pencaker untuk menemukan pekerjaan nantinya.

“Kami latih dulu yang dasar saja. Semoga dengan sertifikat yang kami berika bisa menjadi pertimbangan bagi perusahaan untuk menerima nantinya,” kata Rudi.

Tes dilaksanakan selama dua hari. Peserta yang terpilih juga akan diberikan pelatihan atau magang di perusahaan selama tiga bulan. Yang terbaik akan dicarikan tempat magang. “Pelatihan ini tidak saja diikuti mereka yang usia produktif, namun banyak juga dari kalangan ibu- ibu. Mereka kebanyakan memilih pelatihan garmen, tata boga dan tata rias,” ujarnya. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com