SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Rp967,9 Miliar Dana Desa Mengalir ke Kepri

  • Reporter:
  • Jumat, 30 Agustus 2019 | 09:59
  • Dibaca : 90 kali
Rp967,9 Miliar Dana Desa Mengalir ke Kepri
Plt Gubernur Kepri Isdianto menandatangani kesepakatan Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan usai membuka rakor P3MD di Tanjungpinang, Rabu (28/8). /HUMAS PEMPROV KEPRI

PINANG – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri Isdianto menginstruksikan agar Kepala Desa (Kades) se-Kepri memanfaatkan dana desa sesuai aturan. Ia tak ingin ada Kades tersandung masalah hukum karena anggaran itu diselewengkan.

“Manfaatkan dengan baik dan sesuai aturan agar ke depannya dana desanya bisa naik lagi. Jangan main-main terhadap pemanfaatan dana desa. Dan jangan sampai ada Kades di Kepri yang menghadapi masalah gara-gara pemanfaatan dana desa,” kata Isdianto saat membuka Rapat Koordinasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) dan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan tingkat Provinsi Kepulauan Riau tahun 2019 di Tanjungpinang, Rabu (28/8).

Berdasarkan data, untuk Provinsi Kepri, total dana desa yang diterima dari tahun 2015 hingga 2019 mencapai Rp967,9 miliar. Dengan rincian tahun 2015 dana desa dianggarkan sebesar Rp79,2 miliar dengan rata-rata setiap desa mendapatkan alokasi sebesar Rp280 juta. Selanjutnya di tahun 2016, dana desa meningkat menjadi Rp177,8 miliar dengan rata-rata setiap desa sebesar Rp628 juta. Kemudian pada tahun 2017 dana desa kembali meningkat menjadi Rp228,2 miliar dengan rata-rata setiap desa menerima sebesar Rp800 juta.

Pada tahun 2018 dana desa di provinsi Kepulauan Riau justru menurun menjadi Rp221,4 miliar, serta tahun 2019 ini Kepri kembali menerima dana desa sebesar Rp261,4 miliar untuk 275 desa.

Isdianto menambahkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi lima tahun pelaksanaannya, dana desa terbukti telah menghasilkan sarana/prasarana yang bermanfaat bagi masyarakat kepulauan riau, antara lain berupa terbangunnya lebih dari 333.395 meter jalan desa, 6.975 meter jembatan, 14.152 meter irigasi, 52.283 meter tambatan perahu, 168 unit PAUD, 35 unit Polindes, 111 unit sumur, 5 pasar desa, 95.145 meter drainase, 133 unit Posyandu, dan 30 unit embung dalam periode 2015-2018.

“Rapat koordinasi seperti ini penting karena untuk menguatkan sinergi dan mempererat jalinan komunikasi antara Pemprov Kepri dengan pemerintah kabupaten, maupun konsultan provinsi dengan pendamping ahli di kabupaten, dan para stakeholder lainnya. Setiap prestasi yang kita capai, tentu bermula dari koordinasi yang kuat,” kata Isdianto.

Isdianto meminta agar dari pelaksanaan rapat koordinasi ini, nantinya dapat dirumuskan langkah-langkah pemecahan masalah yang timbul selama pelaksanaan penyaluran dan penggunaan dana desa serta adanya hasil pengendalian dan konsolidasi Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) baik provinsi maupun kabupaten.

Sementara itu Kepala Dinas PMD dan Dukcapil Kepri Sardison mengatakan, tujuan rakor ini di antaranya adalah untuk menganalisa dan mengevaluasi reguler atas pelaksanaan penyaluran dan penggunaan dana desa. Sedangkan peserta rapat sebanyak 106 orang terdiri dari unsur dinas PMD Provinsi Kepulauan Riau, Dinas PMD Kabupaten, Bappeda Kabupaten, tenaga ahli program provinsi, tenaga ahli kabupaten, camat, perwakilan Kades, dan unsur kepolisian.

“Dalam rakor ini kita mengevaluasi hasil rakor sebelumnya serta mengevaluasi kinerja penyaluran dana desa,” kata Sardison.

fadhil

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com