SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

RS Diborgol Agar Tidak Kabur, Kadisdik Kepri Sayangkan Tindakan Sekolah

  • Reporter:
  • Kamis, 13 September 2018 | 15:42
  • Dibaca : 111 kali
RS Diborgol Agar Tidak Kabur, Kadisdik Kepri Sayangkan Tindakan Sekolah
Kepala Disdik Kepri Muhammad Dali (tengah) dan Kepala SPN Dirgantara Batam Susila Dewi memberikan keterangan saat konfrensi pers di SPN Dirgantara, kemarin. f agung dedi lazuardi

BATAM KOTA – Pihak Sekolah Penerbangan SPN Dirgantara membenarkan penangkapan terhadap salah seorang siswanya berinisial RS di Bandara Hang Nadim. Saat ditangkap, RS diborgol kedua tangannya. Guru pembina sekolah yang memborgol tangan RS beralasan agar siswa tersebut tidak kabur.

“Ini bukan penangkapan, tapi penjemputan ya. Ya benar saya mengunakan borgol untuk menjemput siswa tersebut,” kata Guru pembina SMK Penerbangan SPN Dirgantara Batam, Aiptu Erwin Depari saat jumpa pers di SMK Penerbangan, Rabu (12/9/2018).

Erwin membantah jika siswa tersebut ditahan di sekolah, dan tidak adanya tindak kekerasan maupun persekusi yang dilakukan pihak sekolah kepada murid. Menurut dia, pihaknya hanya melakukan peraturan sekolah, yakni melakukan konseling kepada siswa yang tidak mengikuti pelatihan.

“Tidak mengikuti pelatihan atau PKL ke skuadron teknik Halim Perdana Kusuma Jakarta adalah pelanggaran berat di sekolah, dan kami sebelumnya juga sudah ada MoU dengan siswa maupun orang tua siswa dalam hal ini,” ujarnya.

Erwin menjelaskan, RS diamankan di Bandara Hang Nadim saat hendak berangkat ke Surabaya. Ia diamankan di Bandara Hang Nadim Batam pada Kamis (6/9) sore, dan langsung dibawa ke sekolah. “Setelah itu, kami langsung menghubungi orang tua siswa dan menjelaskan semuanya,” kata Erwin.

Dua hari berselang, pihak sekolah melakukan upacara pelepasan seragam dan menyerahkannya RS ke orang tuanya, namun orang tua RS berhalangan datang ke sekolah. Namun dua hari setelah itu, sambungnya, ia mendapat kabar jika pihak sekolah melakukan persekusi terhadap RS. “Padahal kami berniat baik melepaskan RS, tapi orang tuanya tak mau datang ke sekolah untuk membayar administrasi ke sekolah sekalian,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri Muhammad Dali yang hadir dalam jumpa pers tersebut menyesalkan tindakan pihak sekolah yang melakukan pemborgolan kepada siswa.

“Borgol itu hanya digunakan untuk pelaku tindak kejahatan, bukan kepada siswa,” kata Dali.

Menurut dia, apalagi pelanggaran yang dilakukan oleh siswa termasuk pelanggaran normal yang biasa saja dilakukan oleh siswa, dan hanya termasuk kenakalan siswa. Hal itu termasuk pelangaran yang wajar. “Tahun depan, kami dari Dinas Pendidikan akan membuat SOP (standar operasional prosedur) di setiap sekolah, agar tidak terjadi pelanggaran seperti ini,” ujarnya.

Dali menambahkan, siswa yang berada di sekolah hanya berhak mendapatkan pendidikan, bukan tindak pelanggaran seperti ini. “Kalau sekolah tidak mau berubah, saya yang akan merubahnya. Jika masih tak mau, saya akan lepas tangan,” kata Dali.

Jumpa pers yang digelar SPN Dirgantara Batam sempat ricuh, karena kepala sekolah melakukan intimidasi kepada wartawan yang ingin mendapatkan kepastian kasus yang menimpa siswa di sekolah tersebut.

Perkataan yang dilontarkan Kepala SPN Dirgantara Batam, Susila Dewi yang melarang media memberitakan serta dituduh menjadi provokasi dalam kasus yang menimpa siswanya RS yang membuat berita ini menyebar menjadi pemberitaan nasional. “Karena pemberitaan ini, kasus ini membesar. Selain itu, jangan jadi provokasi media ini,” kata Susila.

Sebelumnya, Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki yang dihubungi KORAN SINDO BATAM mengatakan, kasus dugaan persekusi yang dilakukan oknum pembina SMK Penerbangan SPN Dirgantara sudah diselesaikan secara kekeluargaan. “Kasusnya sudah selesai secara kekeluargaan,” ujarnya, Selasa (11/9).

Ia menambahkan, pemborgolan terhadap RS saat diamankan di Bandara Hang Nadim Batam, bukan persekusi. Menurut dia, siswa tersebut ditahan di sekolahnya sejak Kamis, (6/9) lalu untuk mengantisipasi RS tidak kembali kabur. “Kondisi sebenarnya tidak seperti yang diberitakan, pemborgolan dilakukan karena untuk mengamankan dia,” kata Hengki. romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com