SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

RSUD Anambas Berantakan

  • Reporter:
  • Sabtu, 8 April 2017 | 17:12
  • Dibaca : 1434 kali
RSUD Anambas Berantakan
RSUD Anambas

ANAMBAS – Proyek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anambas berantakan. Banyak fasilitas yang menjadi syarat utama rumah sakit berdiri baru akan dibangun belakangan, bahkan rumah dinas terpaksa dirobohkan.

Salah satu kendalanya, pengoperasian RSUD Anambas terhambat akibat belum tersedianya instalasi pembuangan air limbah (IPAL). Sementara di lokasi masih terbangun aset pemerintah berupa dua rumah dinas.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Anambas Herianto mengatakan RSUD harus memiliki IPAL sebelum beroperasi sekalipun rumah sakit sudah selesai dibangun. Hanya saja, pembangunan IPAL yang sudah direncanakan justru kembali terhambat karena di lokasi berdiri dua rumah dinas.

“Kami sudah surati Dinas Pekerjaan Umum untuk aset rumah dinas itu dimusnahkan karena nantinya dibangun IPAL,” ungkap Herianto, Kamis (6/4).

Rencana pemusnahan aset pemerinta itu dipastikan sesuai dengan mekanisme, terlebih Dinas Pekerjaan Umum sebelumnya sudah mengeluarkan surat agar Dinas Kesehatan mengajukan permohonan penghapusan aset. Surat dari Dinas PU dikirim tertanggal 29 Maret lalu.

Menurut Herianto, satu-satunya kendala RSUD lambat beroperasi karena belum dibangun IPAL. Padahal, IPAL adalah syarat utama pendirian rumah sakit. Selain IPAL, RSUD Anambas juga belum memenuhi syarat fasilitas lain yakni adanya ruang radiologi, laboratorium, ruang penyimpanan jenazah atau kamar mayat dan ruang penyucian atau laundry.

Bahkan, ruang operasi RSUD Anambas harus direnovasi lagi karena tidak sesuai ketentuan. Ruang operasi rumah sakit itu berbentuk persegi, padahal semestinya berbentuk oval.

Kondisi RSUD yang belum bisa melayani warga yang sakit, membuat layanan kesehatan di Anambas belum membaik. Kasus terakhir, wanita hamil yang akan melahirkan terpaksa dilarikan ke Tanjungpinang karena di Anambas tidak punya alat operasi cesar. Padahal, jika RSUD sudah beroperasi, pasien darurat tidak perlu lagi dirujuk sampai lintas kabupaten dengan kapal. Selama ini, warga Anambas mengandalkan puskesmas, RS Lapangan Palmatak dan RS Bergerak Letung untuk berobat.

“Kalau RSUD sudah beroperasi, tidak perlu lagi dibawa ke Pinang atau Batam,” ujar Herianto.

LELANG IPAL
Kepala Dinas PU dan Perumahan Rakyat Anambas, Effi Sjuairi menyatakan pembangunan IPAL di RSUD sudah memasuki proses lelang sembari menunggu pemusnahan aset rumah dinas di lokasi. Hanya saja pemusnahan butuh persetujuan Bupati Anambas Abdul Haris. “IPAL sudah dianggarkan tapi harus dimusnahkan dulu aset rumah itu. Pemusnahan juga ada mekanisme tidak main robohkan saja,” papar Effi.

Adapun rumah dinas yang harus dimusnahkan adalah rumah yang dibangun untuk tenaga kesehatan RSUD. Effi memastikan pemusnahan aset sesuai undang-undang. Aset itu terpaksa dihancurkan karena berdekatan dengan IPAL sehingga dirasa tidak muat bila dipaksakan. “Lokasi IPAL terlalu sempit kalau tidak dimusnahkan,” ujar Effi.

Sebelumnya, Bupati Anambas Abdul Haris meminta RSUD segera dioperasikan demi melayani masyarakat. Bupati juga menginginkan tim ahli mengecek bangunan RSUD layak untuk dioperasikan atau tidak.

“Siantan dan kota rasanya tidak elok tidak punya rumah sakit. Layanan kesehatan harus ada untuk masyarakat,” sebut dia belum lama ini.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com