SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Rudi Copot Lurah Bengkong Indah

Rudi Copot Lurah Bengkong Indah
Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Foto Agung Dedi Lazuardi.

BATAM KOTA – Wali Kota Batam Muhammad Rudi merespons cepat atas tindakan pegawai negeri sipil (PNS) yang merusak nama baik Pemko Batam. Sejumlah sanksi langsung diberikan, mulai dari menonjobkan PNS bermasalah hingga penurunan eselon.

Terakhir, Lurah Bengkong Indah BG yang dilaporkan ke polisi dengan dugaan mencolek pantat sekretarisnya mendapatkan sanksi tegas dari Rudi. Kemarin, dengan didampingi Camat Bengkong Yudi Admaji, BG dipanggil ke Kantor Wali Kota Batam.

Lantaran kasus yang kini ditangani kepolisian, BG akan dinonjobkan. Untuk itu, Wali Kota mengingatkan semua pegawai di lingkungan Pemko untuk tidak main-main dalam bekerja. Dia berjanji akan menindak tegas PNS nakal. “Tinggal saya nonjobkan,” kata Rudi.

Pemanggilan lurah ini semata-mata untuk menyelesaikan kasus yang ada antara pihak pelapor dan terlapor dipisahkan, sehingga permasalahan yang ada akan selesai.
“Besok (hari ini) tinggal saya tanda tangani (surat keputusan non job),” ujarnya.

Hal ini dilakukan semata-mata untuk menjaga marwah Pemko Batam yang akhir-akhir ini terus didera berbagai masalah, khususnya masalah kepegawaian seperti PNS narkoba, korupsi dan sebagainya. “(Lurah dinonjobkan) menjaga marwah,” kata Rudi.

Langkah tersebut menjadi peringatan tersendiri bagi seluruh PNS di lingkungan Pemko Batam. Pihaknya tak main-main soal aturan ini. Bahkan sebelumnya Rudi juga sudah menurunkan eselon mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Hendri.

Namun penurunan eselon dari II B menjadi III A tersebut tak ingin dijelaskan Rudi. Saat ini Hendri menjabat sebagai Sekertaris Kesbangpol Kota Batam. Menurut dia, permasalahan yang dihadapi Hendri semua orang sudah tahu sehingga dirinya tak ingin mengungkapkan ke media. “Saya rasa sudah tahu semua,” ujarnya.

Sementara itu, BG ditemui usai keluar dari ruang kerja Wali Kota Batam tak ingin berkomentar. Dia terkesan buru-buru keluar. Bahkan sepatah kata tak keluar dari mulutnya. Camat Bengkong Yudi Admaji mengarahkan wartawan untuk bertanya langsung ke Wali Kota. “Langsung ke Pak Wali,” ujarnya.

Dewan Dukung Polisi Usut Tuntas
DPRD Batam mendukung penuh langkah polisi untuk mengusut tuntas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum Lurah Bengkong Indah. Hal tidak senonoh tersebut tidak seharusnya dilakukan oleh pejabat pemerintah.

Ketua Komisi I DPRD Batam, Budi Mardianto mengatakan, hal ini sangat memalukan jika dugaan tersebut benar dilakukan oleh seorang pejabat. Maka itu pihaknya juga mendorong supaya kepolisian untuk mengusut secara tuntas dan jelas apakah murni melakukan pelecehan seksual atau tidak. “Kalau benar melakukan jelas sagat tidak pantas, harus mendapatkan bimbingan moral oknum tersebut karena sangat memalukan,” Budi.

Dia meminta Pemko Batam untuk terus mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Batam agar tidak melakukan hal-hal yang mencoreng nama pemerintah di mata masyarakat. Sehingga kedepan kasus yang menjerat oknum lurah Bengkong tidak terulang lagi.

Ketua DPRD Batam Nuryanto juga sangat menyayangkan atas kejadian itu, karena membuat citra buruk pemerintah di mata masyarakat. Namun karena sudah masuk dalam penanganan Polri, pihaknya mendukung penuh untuk diselesaikan secara tuntas dan dibuktikan berdasarkan bukti-bukti yang ada. “Kalau memang terbukti bersalah kan nanti ada sanksi dan aturan yang berlaku bagi ASN,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, oknum lurah di Bengkong berinisial BG dilaporkan ke Polsek Bengkong karena melakukan pelecehan seksual kepada salah seorang stafnya berinisial SI, Jumat (26/5).

Informasi yang dihimpun KORAN SINDO BATAM, aksi pelecehan yang dilakukan BG terhadap SI sudah berlangsung lama. Karena tak tahan mendapatkan perlakuan tak senonoh dari atasan, korban langsung melaporkan kasus yang dialaminya ke Polsek Bengkong. “Korban mengaku hampir setiap hari diperlakukan tak senonoh oleh terlapor,” kata Kapolsek Bengkong AKP Buala Harefa, Minggu (28/5).

Perlakuan BG terhadap Sl adalah sering mencolek bagian tubuh korban, yakni mencolek pantat korban. Karena merasa tak terima, akhirnya Sl membuat laporan. “Kami masih dalami laporannya,” kata mantan Kapolsek Galang ini. Polsek Bengkong telah memeriksa dua saksi dan masih menyelidiki laporan yang dilaporkan pegawai pemerintahan tersebut. “Oknum lurahnya belum kami tetapkan sebagai tersangka, tetapi jika ada bukti yang menguatkan kami akan tetapkannya sebagai tersangka,” kata Harefa.

Dalam waktu dekat, Polsek Bengkong akan memanggil oknum lurah untuk diperiksa setelah mendapatkan keterangan dari sejumlah saksi. “Kalau bukti menguatkan akan segera kami amankan,” ujarnya.

fadhil/ahmad rohmadi/tommy purniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com