SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Rudi Gerak Cepat Benahi Pasar Induk

  • Reporter:
  • Jumat, 20 Juli 2018 | 09:47
  • Dibaca : 326 kali
Rudi Gerak Cepat Benahi Pasar Induk
(kiri-kanan) Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wali Kota M Rudi, Ketua DPRD Nuryanto, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo dan Deputi IV Bidang Sarana dan Prasarana BP Batam Eko Budi Soepriyanto saat penandatanganan hibah lima aset di BP Batam, Kamis (19/7). /ist

BATAM KOTA – Wali Kota Batam Muhammad Rudi bergerak cepat memaksimalkan lima aset yang akhirnya resmi diserahkan BP Batam lewat skema hibah. Pasar Induk Jodoh yang lama terbengkalai bakal dibongkar pekan depan sebelum masuk tahap perombakan besar-besaran.

Setelah melalui mekanisme yang cukup panjang, sejumlah aset milik Badan Pengusahaan (BP) Batam tahap pertama secara resmi diserahkan kepada Pemko Batam. Aset itu yakni Kantor Wali Kota Batam, Masjid Agung Batam Centre, Masjid Baiturahman Sekupang, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Pasar Induk Jodoh.

Penyerahan lima aset itu ditandai dengan penandatanganan naskah perjanjian hibah dan berita acara serah terima barang milik negara (BMN). Perjanjian diteken Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo di gedung Marketing Centre BP Batam, kemarin.

Wakil Wali Kota Amsakar Achmad, Ketua DPRD Batam Nuryanto dan Deputi IV Bidang Sarana dan Prasarana BP Batam Eko Budi Soepriyanto hadir menyaksikan penandatanganan hibah aset bersejarah.

Usai penandatanganan, Rudi menyatakan segera bergerak cepat untuk memaksimalkan penggunaan aset tersebut. Rencana pertama yakni membangun kembali Pasar Induk Jodoh. Pekan depan Pemko memulai mengosongkan dan membongkar bangunan pasar yang selama ini mangkrak.

“Kami bersyukur akhirnya penyerahan aset tahap pertama ini diserahkan kepada Pemko Batam untuk dikelola. Pasar induk yang selama ini belum difungsikan akan segera kami kosongkan untuk mulai dibangun kembali,” kata Rudi, kemarin.

Pemko berencana memindahkan sekitar 1.800 pedagang di seputaran Jodoh untuk mengisi Pasar Induk Jodoh setelah dibangun ulang. Menurut Rudi, Pasar Induk Jodoh dibenahi dan difungsikan demi penataan kota dan menekan angka inflasi. Pasalnya dengan adanya pasar induk pemerintah dinilai akan lebih mudah dalam mengendalikan harga.

“Jodoh akan menjadi bersih dan Batam menjadi kota pariwisata yang membanggakan,” ujar Rudi.

Pasar Induk akan dibangun lima lantai dan lantai lima akan difungsikan sebagai pujasera yang dibuat menghadap ke laut. “Akan dirombak habis,” sambung Rudi.

Di atas lahan sekitar dua hektare tersebut menurut dia akan digunakan sepenuhnya untuk pasar induk, yang desainnya akan dipadukan dengan ornamen-ornamen melayu. Sedangkan untuk anggarannya, pihaknya mengaku sudah mengajukan bantuan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mempercepat proses pembangunan.

“Anggaran sudah kita siapkan, kemarin Kemendag juga berjanji akan membantu agar pasar induk ini segera dibangun,” jelas Rudi.

Sedangkan Masjid Raya Batam, hanya akan dilakukan penambahan di bagian depan. Rudi menjelaskan nantinya tempat pertemuan dengan tempat salat akan dipisah. Tujuannya agar kebersihan tempat salat bisa terjaga. Saat ini pihaknya mengaku juga sudah membuat desain untuk penambahan Masjid Raya tersebut.

“Kerangka dasarnya tidak akan kami bongkar, hanya akan ditambah. Desainnya sudah jadi, nanti juga akan kami sampaikan kepada BP Batam,” jelas dia.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan penyerahan aset tahap pertama tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen BP Batam bersama Pemko Batam untuk membangun Kota Batam menjadi lebih baik. “Ini adalah harapan bersama, harapan Pemko dan BP Batam dan harapan masyarakat,” ujar Lukita.

Sedangkan untuk penyerahan aset tahap ke dua dan ketiga saat ini masih di Kementerian Keuangan. Untuk tahap ke dua dan ketiga masih dalam proses kelengkapan dokumen. Ia meminta tim Pemko Batam dan BP Batam dapat duduk bersama untuk melengkapi dokumen agar dapat disampaikan ke Menteri Keuangan untuk diverifikasi dan selanjutnya disampaikan ke Presiden.
Lukita mengatakan penyerahan aset ini butuh waktu karena ada proses yang harus dilalui tapi ia berjanji untuk segera menyelesaikan.

Lukita mengungkapkan bahwa sinergitas menjadi salah satu kunci untuk bisa memajukan Batam. Tugas BP Batam adalah bagaimana meningkatkan investasi dan industri, kemudian Pemko Batam menangani persoalan masyarakat. Karena itu untuk bisa memajukan Batam dibutukan kerjasama yang baik dan saling mendukung.

“Apa yang kita lakukan saat ini menjadi bukti bahwa kami bersinergi untuk membangun Batam menjadi lebih baik lagi. Tentunya adalah melayani masyarakat yang baik,” kata Lukita.

Pemko Diminta Serius

Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto mengapresiasi peralihan aset dari Badan Pengusahaan (BP) Batam ke Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Ia berharap peralihan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kami sangat menyambut baik peralihan ini demi kesejahteraan masyarakat Batam,” kata Nuryanto.

Dia mengatakan keterbukaan BP Batam dalam merealisasikan sejumlah aset yang diajukan oleh pemerintah daerah, merupakan cerminan dari sinergitas yang baik antara kedua lembaga ini dalam membangun serta meningkatkan ekonomi.

“Ini bisa kita lihat bersama, bahwa dari BP tidak ada niat untuk melambat-lambatkan. Tapi memang prosesnya yang melibatkan pemerintah pusat, sehingga butuh waktu. Itu yang saya tangkap,” ujarnya.

Pemko Batam, kata dia, harus bertanggungjawab atas seluruh perawatan serta pengelolaan aset-aset tersebut. Salah satunya adalah pengelolaan Pasar Induk Jodoh yang sudah dinanti pedagang.

Rencana Wali Kota Batam Muhammad Rudi untuk membenahi pasar tersebut, harus segera direalisasikan agar roda perekonomian kerakyatan segera berjalan. “Saat ini pedagang harus ditata dengan transparan. Siapa-siapa saja yang berhak mendapatlan lapak jualan nantinya,” katanya.

Pria yang akrab disapa Cak Nur ini juga berharap peralihan aset yang lainnya agar segera teralisasi. Di antaranya Dataran Engku Putri Batam Centre, Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Seipanas. Termasuk Stadion Seiharapan.

Selanjutnya, Gedung Beringin, Bumi Perkemahan, rumah dinas Wali Kota dan Sekda di Tanjungpinggir juga Perumahan Pejabat Pemko di Kartini Sekupang.

“Selagi itu untuk kepentingan dasar masyarakat, maka sudah kewajiban kami untuk mendukung peralihan aset berikutnya,” ujarnya. iwan sahputra/ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com