SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Rudi Masih Bingung Soal Bimbar

  • Reporter:
  • Kamis, 20 Februari 2020 | 11:06
  • Dibaca : 255 kali
Rudi Masih Bingung Soal Bimbar
Angkot Bimbar terjaring razia yang digelar Satlantas Polresta Barelang dan Dishub Batam di kawasan Tembesi, Sagulung, Rabu (19/2). Masyarakat mendesak Dishub Batam mencabut izin operasional angkot nakal. f arrazy aditya

SAGULUNG – Pemko Batam belum memiliki solusi jangka pendek untuk menyelesaikan persoalan angkutan kota (angkot) bimbar. Walaupun banyak desakan dari masyarakat dan juga DPRD Batam agar pemerintah menghentikan izin operasional angkot nakal.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, secara bertahap persoalan angkutan umum akan diselesaikan. Pihaknya menargetkan Tahun 2025 mendatang Kota Batam baru memiliki angkutan umum yang nyaman untuk masyarakat. Namun untuk saat ini, ia mengaku masih mencari formula yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Karena di satu sisi kan ini juga masalah dapur istri-istri para sopir Bimbar di rumah,” ujarnya, Rabu (19/2).

Jika para sopir Bimbar tersebut bersedia menjadi pegawai di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai pengangkut sampah, Rudi mengaku pihaknya bisa memfasilitasinya. Namun, Rudi yakin para sopir-sopir tersebut sudah pasti menolak jika diberikan tawaran tersebut.

“Tapi pada intinya kami selesaikan bertahap. Karena kan ada ratusan itu,” katanya.

Rudi mengaku bimbar saat ini masih menjadi salah satu transportasi masyarakat karena tarifnya yang murah dan trayeknya yang menjangkau semua wilayah Batam. Karena itu tentu juga perlu dipikirkan transportasi pengangganti untuk ke depannya.

Disinggung terkait penindakan yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, menurut dia, kewenangan Dishub berada pada batas pengeluaran izin uji KIR. Sedangkan terkait razia harus menggandeng Satlantas Polresta Barelang dan itu sudah dilakukan selama ini.

“Saya sudah sampaikan kalau tidak layak jalan jangan lagi diberikan uji KIR-nya,” katanya.

Ia menjelaskan, bahwa peningkatan infrastruktur akan terus dilakukan sampai tahun 2025 mendatang. Nantinya setiap jalan utama masing-masing akan dibuat lajur. Sehingga nantinya setiap jenis kendaraan memiliki lajur sendiri, seperti kendaraan roda empat, roda dua, bus, sepeda termasuk pejalan kaki.

“Mudah-mudahan tahun 2025 bisa selesai sehingga kita bisa fokus melakukan pembenahan transportasi ini,” katanya.

Tak hanya datang dari masyarakat, DPRD Kota Batam juga meminta Dishub Batam untuk menertibkan kendaraan umum yang tidak laik dan tidak lolos KIR agar tidak beroperasi di jalan raya. Langkah tersebut merupakan rekomendasi yang disepakati antara DPRD Batam, pemerintah daerah, kepolisian dan badan usaha angkutan umum dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Batam, Selasa (18/2).

“Rekomendasi tadi kami minta agar angkutan yang tidak laik dan tidak lolos KIR dilarang beroperasi,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Batam, Rohaizat.

Menurut dia, persoalan tersebut harus disikapi dengan serius karena menyangkut nyawa orang. Semua pihak, katanya, harus berkomitmen dan bersinergi untuk melakukan pengawasan di lapangan dan menindak tegas bagi yang melanggar. “Jika melanggar berikan sanksi administratif dan kalau perlu cabut izin usahanya,” katanya.

Tak Laik Jalan Bebas Angkut Penumpang

Sebanyak 30 kendaraan angkutan barang dan penumpang terjaring razia di kawasan Tembesi, Sagulung, Rabu (19/2). Selain tak laik jalan, sebagian juga punya KIR, tapi sudah mati.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam Rustam Efendi mengatakan, razia serupa rutin dilaksankan. Setiap menggelar razia, pihaknya menggandeng pihak kepilisian yang punga wewenang penindakan bagi pelanggar. “Mobil (pelanggar) kami tahan, sampai yang bersangkutan mengurus KIR,” katanya.

Sementara terkait izin Bimbar, pihaknya tak bisa dilakukan pencabutan. Pasalnya, ada di antara angkutan kota tersebut yang laik. Sesuai aturan, ada kategori pelanggan angkutan umum yaitu ringan, sedang dan berat. Untuk kesalahan ringan seperti tidak uji KIR.

“Selanjutnya untuk kesalahan sedang itu misalnya kendaraan itu semuanya sudah keropos-keropos, nah untuk yang berat salah satunya nabrak dan usianya sudah tidak layak, dia 18 tahun sudah tidak layak lagi kita cabut izinnya,” jelasnya.

Sehari sebelumnya, Satlantas Polresta Barelang dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam bergerak cepat merespons peristiwa kecelakaan maut di Bukit Daeng akibat ulah ugal-ugalan sopir angkot Bimbar. Kemarin, kedua instansi tersebut menggelar razia di dua lokasi, yakni di Simpang Kepri Mall dan depan Mapolresta Barelang.

Puluhan angkot Bimbar terjaring razia karena tak laik jalan. “Razia khusus untuk angkutan umum yang beroperasi. Karena sudah banyak laporan laka lantas yang sering terjadi oleh Bimbar hingga meregangkan nyawa pengendara,” kata Nadjar.

Dari hasil razia, sambungnya, petugas dari Dishub Batam menemukan beragam pelanggaran dari angkot yang tak laik jalan. “Ada yang lampu belakang mati (warna merah), lampu sign kanan-kirinya, ban belakang yang tidak layak lagi, ada juga yang Kir-nya mati,” katanya.

Petugas Ditlantas Polda Kepri bersama Satlantas Polresta Barelang juga melaksanakan pengecekan kadar alkohol untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas. Pengecekan kadar alkohol ini diberikan kepada pengemudi angkot Bimbar.

“Pengemudi angkot Bimbar yang diperiksa lebih kurang 20 orang. Hasilnya para sopir negatif mengkonsumsi alkohol,” kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kepri Kombes Pol Mujiono. ahmad rohmadi/sindobatam.com

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com