SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Rudi Minta Pengusaha Kembalikan Tanah Negara

  • Reporter:
  • Rabu, 17 Mei 2017 | 12:05
  • Dibaca : 509 kali
Rudi Minta Pengusaha Kembalikan Tanah Negara
Pekerja melakukan pengaspalan jalan. Foto Teguh Prihatna.

BATUAMPAR – Wali Kota Batam Muhammad Rudi meminta pengusaha untuk mengembalikan tanah negara yang telah digunakan untuk pembangunan infrastruktur, seperti pelebaran jalan dan pembangunan lainnya. “Bukan tanah anda. Tapi milik negara ikhlaskan kembali ke negara,” ujarnya kepada pengusaha dalam Malam Apresiasi Wajib Pajak Tahun 2017 di Hotel Planet Holiday, kemarin.

Dia mengatakan, akan memanfaatkan tanah-tanah negara tersebut untuk menumbuhkan kembali perekonomian Kota Batam dengan meningkatkan fasilitas-fasilitas agar dapat menarik investor ke Batam. “Saya akan ambil. Demi pembangunan ekonomi kita semua. Saya ingin benahi dan mohon dukungan bapak ibu semuanya,” kata Rudi.

Pembangunan infrastruktur akan terus berjalan hingga periode kepemimpinannya berakhir tahun 2021 mendatang. Selain itu pada tahun 2024, Pekan Olahraga Nasional (PON) akan dilaksanakan di Kepri. “APBN tak terhitung nanti jatuh ke Batam. Kami siapkan dari sekarang, supaya mampu menjawab tantangan ini,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Batam Muhammad Rudi memastikan tidak akan ada hambatan saat pelebaran jalan dimulai. Namun pantauan KORAN SINDO BATAM, sejumlah bangunan masih berdiri kokoh di ROW jalan yang akan dilebarkan.

Dari sejumlah jalan yang akan dileberkan seperti Jalan Fisabilillah atau Simpang BNI, sejumlah bangunan masih berdiri kokoh seperti videotron, reklame termasuk juga halte bus dan bangunan lain yang saat ini baru dibangun sebagai lokasi apartemen. Di lokasi tersebut, meskipun dibangun secara bertahap sejumlah bangunan akan dirobohkan supaya tidak ada hambatan pelebaran jalan dari Simpang BNI ke Simpang Jam ini.

Berpindah lokasi, di Jalan Sudirman (Simpang Polsek Lubukbaja) Pemko akan membangun lengan jalan dan pembangunan dalam waktu dekat akan dilaksanakan.

Sedangkan di Jalan Pembangunan akan banyak bangunan yang akan terkena dampak pelebaran jalan seperti pedesterian dan halte milik Pemko sendiri. Di lokasi lain juga beberapa aset milik Pemko harus dirobohkan seperti pagar Kantor Lurah Seraya di Jalan Raja Ali haji (Hotel Planet Holiday menuju Simpang Graha Sulaiman) yang juga akan dilebarkan.

Untuk Jalan Sriwijaya atau Simpang Telkom menuju Terowongan Pelita terlihat sejumlah kios sudah mulai dirobohkan oleh pemiliknya. Wali Kota juga mamastikan agar bangunan lain yang menggunakan ROW segera dirobohkan seperti bagian taman Hotel Aston termasuk tiang bendera. “Silahkan bongkar sendiri,” ujarnya di sela-sela peninjauan enam titik pelabaran jalan.

Berpindah ke Jalan Teuku Umar atau Simpang Telkom lurus menuju jalan Raden Fatah sejumlah pemilik kios juga sudah merobohkan bangunan mereka tanpa paksaan dari pemerintah. Wali Kota berharap hal ini juga dilakukan oleh pemilik kios yang berada di ROW jalan yang akan dilebarkan tahun ini. “Sebagian pembangunan jalan sudah mulai,” ujarnya.

Dia berharap semua titik jalan yang dibangun tahun ini sesuai dengan yang direncanakan. Setidaknya bulan depan semua proses lelang sudah selesai dan mulai dikerjakan mengingat pada November semua proyek ditargetkan sudah selesai. “Kalau perlu hindari dulu melalui jalan yang sedang kami bangun agar tak macet,” kata Rudi.

Kepala Dinas Perhubungan Yusfa Hendi mengatakan, sejumlah halte bus Trans Batam yang masuk daftar aset memang kena dampak pelebaran jalan. Halte di Simpang BNI misalnya, yang telah dirobohkan untuk pelebaran jalan. Namun pihaknya tak masalah dengan hal tersebut. Untuk keperluan penumpang Trans Batam, dia akan menyiapkan rambu khusus. “Kita akan siapkan plang bagi penumpang Trans Batam,” kata Yusfa.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com