SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Rumah Makan Tempat Transaksi Narkoba

  • Reporter:
  • Jumat, 5 Juli 2019 | 15:22
  • Dibaca : 228 kali
Rumah Makan Tempat Transaksi Narkoba
Petugas BNNP Kepri menunjukkan barang bukti sabu yang diamankan dari sejumlah tersangka saat ekspose di Kantor BNNP Kepri, Nongsa, Kamis (4/7). f agung dedi lazuardi

NONGSA – Wanita paruh baya berinisial I (38), tak berkutik setelah personel Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri menggerebek warung makan miliknya “Dia Putra” di Jalan Layang RT 02/RW 02 Sawang, Kecamatan Kundur Barat, Tanjungbalai Karimun, Selasa 7 Juli sekira pukul 23.00. Usaha rumah makan itu dijadikan tempat transaksi narkoba.

Dari tangan I, petugas BNN berhasil mendapatkan barang bukti berupa bungkusan plastik Oranye berisi plastik bening serta sabu seberat 49,8 gram yang dikemas rapi dalam plastik lain. Tak hanya itu, berdasarkan interogasi mendalam akhirnya BNNP kembali menemukan 8 bungkus sabu di dalam warung.

“Setelah kita tanya lebih mendalam, kami kembali menemukan 8 bungkus sabu yang beratnya sekitar 8 gram,” kata Kabid Pemberantasan BNNP Kepri, Bubung Pramiadi, Kamis (4/7).

Penangkapan I bersumber dari informasi warga, setelah ditelusuri pihaknya langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka. Bubung menjelaskan, adapun modusnya warung tersebut sebagai tempat transaksi barang haram, dan tersangka berperan sebagai kurir.

“Jadi si Ibu itu ditugasi mengambil narkoba di satu tempat, melalui telepon oleh bandarnya. Kemudian setelah diambil, tersangka juga mendapatkan nama-nama pemesan melalui SMS. Ia kemudian memberikan barang ke pemesan,” jelasnya.

Tersangka I diupah ratusan ribu untuk pengantaran. Ia menjelaskan, dilihat dari sisi ekonomi tersangka dianggap sebagai orang yang mapan, karena ruko yang dijadikan rumah makan merupakan milik pribadi. Sedangkan suami tersangka sama sekali tak mengetahui pekerjaan sampingan yang dilakukan istrinya.

“Berdasarkan pengakuan tersangka, bisnis haram ini sudah berjalan tiga bulan tanpa sepengetahuan suami. Ia mengaku kalau dia ingin membantu ekonomi saudaranya,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka akan menjerat dengan pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara di atas 5 tahun.

Tak hanya itu, BNNP Kepri juga merilis dua kasus lainnya, yaitu kasus penangkapan seorang pria berinisial A (29) yang ditangkap oleh petugas Bandara Internasional Hang Nadim, Sabtu 25 Mei lalu. Dari tangan tersangka petugas mengamankan 505 gram sabu yang disimpan dalam selangkangan.

“A juga dijerat pasal yang sama yaitu pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun, ” Ujarnya.

Kasus kedua merupakan hasil penangkapan Tim F1QR Lantamal IV. Seorang pria berinisial U (41) yang merupakan warga Indonesia ditangkap di perairan Pantai Batumerah. Dari tangan diamankan narkoba jenis sabu seberat 208 gram.

“Dari ketiga kasus tersebut, sebanyak 693,1 gram dimusnahkan, dan sebagian kami ambil untuk kepentingan laboratorium dan pembuktian sidang di pengadilan,” kata Bubung. agung dedi lazuardi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com