SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Saatnya Startup Lokal Unjuk Gigi

  • Reporter:
  • Rabu, 7 Februari 2018 | 19:40
  • Dibaca : 89 kali
Saatnya Startup Lokal Unjuk Gigi

TANGERANG –Maraknya perusahaan rintisan (startup) lokal diharapkan membantu pertumbuhan dunia usaha. Untuk itu, inovasi menjadi kunci agar startup di dalam negeri tidak ketinggalan oleh pelaku usaha asing.

Tumbuhnya startup di Tanah Air tidak lepas dari potensi pasar yang besar di dalam negeri. Populasi lebih dari 250 juta jiwa serta penetrasi internet mencapai 51% atau sekitar 132 juta jelas merupakan pasar yang menggiurkan. Apalagi, dengan dukungan infrastruktur telekomunikasi yang semakin baik, ke depan pengguna internet diperkirakan bakal bertambah signifikan. Kondisi ini harus bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha agar jangan sampai layanan aplikasi over the top (OTT) asing mendominasi.

“Layanan OTT asing tak terbendung lagi di Tanah Air. Se – harusnyainimenjaditan tangan bagi para startup nasional untuk lebih memacu diri berinovasi lebih baik lagi,” ujar Menteri Riset, Teknologi, dan Pen didik an Tinggi Mohamad Nasir di sela-sela National Startup Summit 2018 di Tangerang, Banten, kemarin. Nasir mengakui, kedatangan pemain asing ke pasar Indo – nesia sulit dicegah. Menurutnya, tindakan membatasi di era teknologi informasi yang sangat terbuka seperti seka – rang sangat sulit.

“Kita tidak bisa untuk membatasi hal itu,” ujarnya. Melihatkondisitersebut, hal yang perlu dilakukan bukan membatasi, tetapi bagaimana caranya agar pemain lokal, terutama kalangan muda, bisa ada di dalam ekosistem ter sebut sehingga bisa berkreasi dan berinovasi. Nasir menga ta kan, negara pemenang da lam inovasi bukan negara besar dalam hal jumlahpenduduk, te tapinegara yang terus melaku kan inovasi. Artinya, se ma kin banyak ino – vasi yang di lahirkan, semakin besar peluangnya menjadi peme nang. “Jadi, kita tidak perlu takut dengan asing, tapi pacu diri untuk terus berinovasi,” ajaknya.

Besarnya potensi pasar dan terus tumbuhnya per eko no – mi an dalam negeri menjadi mag net tersendiri bagi para investoruntukberlomba-lom ba membenamkan modal di perusahaan-perusahaan startup lokal. Yang teranyar, perusahaan induk Google, Alphabet, baru-baru ini di ka – bar kan menyuntikkan pen – dana an sekitar USD1,2 miliar untuk Go-Jek. Ini menambah daftar investor asing yang ber – investasi di perusahaan rin tis – an paling berpengaruh di Tanah Air, setelah sebelumnya JD.com dan Tencent juga turut mendanai perusahaan transportasi online yang kini mem – per l uas pasar ke sektor financial technology yang biasa dipendekkan menjadi fintech . Startup lain yang juga mendapat suntikan investor asing adalah Traveloka. Platform travel online tersebut sudah men dapat pendanaan dari sejumlah venture capital seperti EastVentures, HillhouseCapital Group, dan Sequoia Capital.

Adapun Tokopedia mendapat pendanaan dari raksasa ecommerce China, Alibaba Group senilai USD1,1 miliar. Sebe lum – nya Tokopedia juga mendapat suntikan dari Softbank Telecom Corp senilai USD100 juta. Chairman National Startup Summit 2018 Handito Joewono mengakui banyaknya pemain luar negeri yang datang ke Indonesia tidak bisa terhindarkan. Menurutnya, era tekno logi dan informasi membuat se gala hal jadi semakin ter buka. “Tapi jangan itu mem buat startup nasional kita mati,” harapnya. Dia berharap ada sebuah kolaborasi antara pemain asing dan nasional agar semua bisa sama-sama maju dan ber – kembang. Sebab, bagai man – apun Indonesia tidak bisa menutup diri terhadap startup asing yang masuk.

“Tapi kami (tetap) harapkan ada regulasi dari pemerintah agar startup nasional bisa tetap hidup,” pintanya lagi. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meng – akui, kemunculan startup akan terus ada seiring dengan kemajuan teknologi. Dia juga tidak memungkiri perusahaan rintisan bisa mendisrupsi bis – nis konvensional. “Selama ma sih ada inefisiensi dari pelaku bisnis konvensional, startup ini akan selalu hadir. Hampir se tiap hari saya mendapat lapor an adanya startup baru di Indo nesia. Kami sendiri pada prin sipnya tidak akan mem buat atur an yang macam-macam, yang penting tumbuh, cu kup lapor saja,” ujar Rudiantara be berapa waktu lalu. Sementara itu, pakar pemasaran Yuswohady mengata kan, pemerintah sudah se ha – rusnya berkepentingan membuat regulasi yang berkaitan dengan layanan perusahaan OTT.

Dia beralasan, potensi pasar ritel di dalam negeri ikut memberikan kreativitas ter – hadap lahirnya aplikasi sejenis, namun belum memiliki brand kuat. “Kita ketahui sektor ini investor darling sehingga sa – ngat memungkinkan lahirnya aplikasi-aplikasi baru, namun rentan diambil alih oleh pihak asing. Kalau kita bicara OTT sebesar Amazon barangkali dulu nya tidak ada yang me – nyangka akan sebesar seka – rang dan merambah semua. Keuntungannya dengan regu – lasi memungkinkan lahirnya aplikasi sejenis yang bermula dari startup ,” ujarnya kepada KORAN SINDO tadi malam. Dia memandang perkem – bangan itu terlihat dari meningkatnya tren e-commerce di dalam negeri.

Peningkatan ter – sebut juga sejalan dengan pola konsumsi masyarakat yang menginginkan segala sesuatu serba efisien dan mudah. Di sisi lain, perkembangan tersebut tidak hanya di sektor ritel seperti e-commerce, namun di – prediksi merambah ke semua sektor. “Akan banyak pilihanpilihan kreativitas yang lahir dari startup dan nantinya yang menguji adalah masyarakat kita sendiri. Sektor kargo, misalnya, kemudian di sektor layanan kesehatan juga sudah mulai tumbuh,” ungkapnya. Regulasi mengenai startup pada akhirnya harus meng – untungkan bagi pembuatnya. Dengan kata lain, ada ke mudahan-kemudahan yang dib erikan. “Kalau perlu di kawal sejak awal agar nantinya bisa besar dan berkembang sen diri. Saya ambil contoh Gojek itu bisa besar dan berkembang,” urai Yuswohady.

Aturan OTT Tahun Ini

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemen kom – info) hingga saat ini belum me – nerbitkan peraturan menteri (permen) mengenai layanan OTT. Padahal, ekspansi OTT asing di Tanah Air sudah tak bisa terbendung lagi. Beberapa OTT yang ba nyak digunakan di Indonesia di antaranya Google, Face book, Twitter, Netflix, dan aplikasi ber bagi pesan WhatsApp. Se lain itu, dalam beberapa tahun terakhir juga mulai ramai aplikasi toko online maupun aplikasi lain dari luar negeri yang dengan bebas menjual beraneka pro duk di Tanah Air.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengungkapkan, permen mengenai OTT di jad – wal kan tuntas tahun ini. Permen tersebut akan segera dikonsultasikan ke publik. permen tersebut akan mengatur para pemain yang ada, baik pemain asing ataupun lokal. Hal ini dilakukan untuk menciptakan persaingan yang sehat dan industri yang kon – dusif di Tanah Air. “Jadi level antara pemain luar dan lokal sama. Semua harus taat pada aturan yang sama. Tidak boleh kita bebani lokal ataupun asing,” ucap Semuel. Dia pun menjanjikan akan tegas menindak pemain asing yang tidak taat aturan. “Kalau tidak ikut aturan ya langsung kami tutup,” ancamnya.

Sebelumnya, Ketua Umum AsosiasiE-CommerceIndo nesia (idEA) Aulia E Marinto menga – takan, ekonomi digital telah memberikan multiplier effect bagi perekonomian. Un tuk itu, diperlukan keberpihakan di setiap elemen mulai dari yang kecil hingga yang terbesar. “Tanpa keberpihakan kita akan tertinggal, bahkan bisa tertinggal jauh. Tetapi jangan sampai kebablasan masalah keberpihakan ini karena keberpihakan tanpa ditunjuk pihak yang didorong juga akan sia-sia,” ujarnya. Menurut Aulia, keber pihak – an pemerintah sudah mulai mengarah ke pelaku usaha do – mestik. Namun, masih dibu – tuh kan percepatan dan sin – kron isasi program-program yang mendukung industri nasional. Untuk itu, harus ada dorongan dari berbagai ka – langan untuk mengem bang – kan pemain lokal.

“Sinkronisasi program tidak hanya di level pusat, namun juga sampai ke provinsi, kabupaten, kota. Tanpa mengurangi kesadaran kita manfaat pemain OTT asing dari sisi investasi, teknologi, keahlian, kita bisa menikmati keriuhan ini. Tapi jangan sampai membuat produk local kita tertinggal jauh,” ungkapnya. Aulia melanjutkan, pemain lokal harus mengembangkan dirinya agar layak bersaing dan keberpihakan pemerintah serta berbagai pihak membuahkan hasil yang positif.

Ichsan amin/ okezone/sindonews

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com