SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Sabuk Nusantara 30 dan 62 Diganti, Kapal Baru Lebih Besar

  • Reporter:
  • Senin, 11 Februari 2019 | 09:08
  • Dibaca : 141 kali
Sabuk Nusantara 30 dan 62 Diganti, Kapal Baru Lebih Besar
Ilustrasi. /DOK SINDOBATAM

PINANG – Provinsi Kepri mendapatkan dua kapal baru tahun ini. Kapal ini akan menggantikan kapal Pelni yang sudah lama beroperasi untuk melayani jalur perintis ke seluruh kepulauan di daerah ini.

Kedua kapal baru tersebut yakni Sabuk Nusantara 48 dan Sabuk Nusantara 83, menggantikan Sabuk Nusantara 30 dan 62 yang akan diganti tersebut. Kapal ini lebih besar sehingga kapasitas penumpang dan barang jauh lebih banyak.

“Kita bersyukur 2019 ini Kepri akan mendapatkan bantuan kapal dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kedua kapal baru ini akan mengganti kapal lama yang umurnya sudah tua,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri Jamhur Ismail di Tanjungpinang, Minggu (10/2).

Pergantian dua kapal perintis baru ini jelasnya, juga berdasarkan kondisi geografis lautan Kepri yang tergolong ganas. Apalagi tambahnya saat musim angin utara dan musim penghujan yang mana gelombang laut bisa mencapai 5 hingga 6 meter. Dengan kapal jauh lebih besar, akan jauh lebih aman saat melayari lautan Kepri.

“Saat ini SK penyerahan sudah ditandatangani. Untuk kapasitas jumlah penumpang yang bisa diangkut kapal baru ini saya lupa,” ujarnya.

Jamhur juga menyebutkan, walau kapal baru ini ukurannya lebih besar, namun dipastikan akan bisa menyandar ke dermaga atau pelabuhan yang akan disinggahinya nanti. Bahkan untuk di Tanjungpinang tambahnya, biasanya kapal Pelni tidak bisa sandar di dermaga. Penumpang harus menggunakan kapal ke tengah laut. Namun untuk saat ini tidak lagi, sebab dermaga Pelantar II yang sudah dibangun 2018 lalu sudah bisa disandari kapal Pelni itu.

“Begitu juga dermaga dan pelabuhan lainnya yang ada di Anambas, Natuna dan pulau-pulau lain yang disinggahi kapal Pelni ini hampir semua bisa sandar. Masyarakat yang akan naik kapal ini tidak perlu lagi naik kapal ke tengah laut,” ujarnya.

Ia berharap dengan pergantian kapal yang lebih besar ini akan memberikan rasa aman dan nyaman dalam hal transportasi laut bagi masyarakat Kepri. Begitu juga akan semakin lancar membawa barang-barang terutama barang kebutuhan masyarakat di daerah.

“Saya berharap nantinya transportasi khsusnya membawa barang ke dan dari daerah di Kepri ini akan makin lancar. Jadi keuntungannya bukan bagi penumpang yang lebih banyak tapi jumlah barang yang diangkut juga lebih besar,” katanya.

Sementara Kabid Kepelabuhan Dishub Kepri Azis Djau Kasim mengatakan, memang untuk pelabuhan yang sudah siap dibangun sudah bisa disandari kapal Pelni. Namun, masih ada kapal Pelni yang belum bisa sandar di dermaga dan penumpang harus naik kapal di tengah laut, begitu juga untuk menurunkan dan mengangkut barang.

“Masih ada di sejumlah pulau atau daerah yang belum bisa disandari kapal langsung di dermaga dengan berbagai kendala. Bahkan di Tanjungpinang saat ini masih seperti dulu penumpang dan barang harus diangkut ke tengah laut. Ke depan mungkin bisa asalkan kondisinya memadai,” ujarnya.

sutana

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com