SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Saipem Berhentikan 10.000 Buruh, Tersisa 4.000 Pekerja

  • Reporter:
  • Sabtu, 6 Mei 2017 | 21:28
  • Dibaca : 2957 kali
Saipem Berhentikan 10.000 Buruh, Tersisa 4.000 Pekerja
Suasana kerja di perusahaan galangan kapal PT Saipem dalam menyelesaikan proyek jangkrik, beberapa bulan lalu.dok sindo

KARIMUN – PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB) melakukan pengurangan karyawan sebanyak 10.000 pekerja dari total 14.000 orang yang telah direkrut. Pemutusan kontrak itu seiring habisnya pengerjaan proyek pada perusahaan galangan kapal asal Italia itu.

Kepala Dinas Tenagakerja (Kadisnaker) Karimun Hazmi Yuliansyah mengatakan, pengurangan itu sudah berlangsung sejak awal 2017. Saat itu, pekerja tinggal 6.000 orang. Lalu pada Mei ini juga pengurangan hampir 2.000 pekerja.

“Itu informasi terbaru yang saya dapat dari PT Saipem. Tapi mereka belum mengirimkan data resmi tentang berapa jumlah sebenarnya pekerja diputus kontrak. Tapi dari hasil pembicaraan saya dengan manajemen PT Saipem, intinya tinggal 4.000 pekerja tersisa,” ujar Hazmi, kemarin.

Sisa pekerja 4.000 orang lagi tersebut rata-rata merupakan putra daerah Kabupaten Karimun, namun ada juga pekerja dari luar daerah yang notabene dari segi skill masih dibutuhkan. Sehingga belum dilakukan pemutusan kontrak kerja.

“Sudah tidak ada proyek lagi, jadi yang kontraknya sudah habis masih dilihat seperti apa kebutuhan manajemen. Kalau tenaganya dibutuhkan ya masih dipertahankan. Sedangkan untuk melakukan pengurangan pekerja sudah saya tegaskan agar mendahulukan pekerja luar termasuk pekerja luar negeri atau TKA,” terangnya.

Menurut dia, saat ini masih ada satu proyek kecil dikerjakan sub kontraktor di PT Saipem bernama Proyek Tangguh, dengan mempekerjakan sekitar 400 orang.

Disinggung proyek Macela dari pemerintah pusat yang dikabarkan akan dikerjakan 2018, Hazmi mengatakan belum memastikan apakah akan dilaksanakan di Karimun atau tidak. Karena keputusan pengerjaan proyek tersebut berada pada Presiden Joko Widodo.

“Masih belum pasti, tapi mudah-mudahan dikerjakan di Karimun. Efeknya tentu sangat luar biasa sekali yang akan membutuhkan sebanyak 20.000 tenaga kerja dalam jangka lima tahun masa pengerjaan,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com