SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Sakitnya Tuh di Sini

  • Reporter:
  • Selasa, 10 April 2018 | 14:38
  • Dibaca : 307 kali
Sakitnya Tuh di Sini

MANCHESTER–Pesta sudah disiapkan. Kembang api dan flare siap dinyalakan. Gulungan kertas tinggal ditebarkan. Puluhan ribu balon biru dan putih menunggu aba-aba untuk diterbangkan.

Puluhan jurnalis dan se luruh penjuru dunia, termasuk dari Indonesia, hadir di Stadion Etihad untuk melihat pesta juara Manchester City (Man City). Pesta yang tidak akan dilupakan karena dilakukan di stadion sendiri di depan mata seteru abadinya, Manchester United (MU). Awalnya semua terlihat sem purna. Meski Pelatih Man City Pep Guardiola membuat kejutan dengan menempatkan Kevin De Bruyne, Sergio Aguero, dan Gabriel Jesus di bangku cadangan. Setidaknya, mereka sudah unggul dua gol di babak pertama melalui Vincent Kompany pada menit ke-25 dan Ilkay Gundogan lima menit kemudian.

Saat itulah Stadion Etihad mulai dihiasi asap berwarna biru. Pesta sepertinya tinggal di depan mata. Apalagi MU sama se kali tak memiliki kesem pat an melakukan tembakan ke ga – wang Ederson Moraes. Namun, inilah magis sepak bola. Se be – lum wasit meniup peluit tanda pertandingan usai, sepak bola bisa menemukan caranya sendiri untuk merusak pesta. Itu terjadi di depan mata pendukung Man City. Ge lan – dang The Red Devils Paul Pogba yang sejak awal tahun 2018 dikabarkan berseteru dengan Pe latih Jose Mourinho dan diklaim Guardiola ditawarkan ke Man City melalui agennya justru menjadi aktor utama.

Dalam dua menit, dia mampu men cetak dua gol masingmasing pada menit ke-53 dan ke-55. Chris Smalling ke mudian menjadi perusak pesta yang sudah disiapkan tuan rumah pada menit ke-69 melalui tembakannya memanfaatkan umpan Alexis Sanchez. Seusai laga, stadion membeku. Es yang disiapkan untuk mendinginkan wine mencair. Gulungan kertas gagal ditebar, balon tak jadi diterbangkan. Sa – kit nya tuh di sini. “Mereka ten – tu akan memenangkan gelar liga, tapi tidak hari ini, meski ingin melakukannya,” kata Mourinho dikutip Sky Sports . Man City, kata Mou, memiliki banyak poin diban dingkan tim lain. Hampir mustahil tim lain memiliki kesempatan meng hentikan peluang mereka.

Mou bahkan mengharapkan Man City bisa mengalahkan Tottenham Hotspur yang menjadi lawan berikutnya. Alasannya, target MU musim ini menjadi runner up . “Tim ini tidak seburuk yang banyak orang kira. Kami ingin mem – buktikan jika tim ini adalah terbaik nomor dua di Liga Primer,” kata mantan pelatih Chelsea dan Real Madrid itu. Pogba yang menjadi aktor sekaligus pemain terbaik di pertandingan mengatakan, kunci kemenangan mereka atas Man City adalah keinginan memperlihatkan kualitas di depan rival.

Mencetak dua gol, menurut dia, hasil positif, tapi mengalahkan Man City nilai jauh dari itu. Pogba dengan cat rambut baru terlihat sangat ekspresif setelah pertandingan. “Me nang melawan Manchester City dan tidak membiarkan me reka juara hari ini saat bertemu kami di stadion mereka sendiri, jauh lebih bernilai,” tutur Pogba berseri-seri pada MUTV. Sedangkan pencetak gol kemenangan, Smalling meng ungkapkan, jika tidak banyak hal yang disampaikan Mourinho di ruang ganti saat jeda babak pertama. Hanya saja, para pemain merasa penampilan mereka sangat buruk di babak pertama.

“Dia mengatakan, kami tentu tidak ingin menjadi badut yang berdiri di stadion me nyak – sikan Man City men da pat kan gelarnya. Man City ber main fantastis di sini sepanjang musim, tetapi kami melangkah dan memenangkan per tanding an,” katanya. Hasil ini sekaligus menjadi noda besar dalam karier Guardiola. Setidaknya ini adalah kekalahan mereka sejak 2008 melawan Liverpool saat sudah unggul dengan margin dua gol. Sepanjang kariernya, Guardiola tak pernah menelan ke ka lah an saat sudah unggul dua gol. Pelatih asal Spanyol ter sebut juga tak pernah menelan dua kekalahan beruntun sejak Mei 2015. Sedangkan Man City, belum pernah kalah di kandang sejak 2016.

“Inilah sepak bola. Saya tidak berpikir para pemain kehilangan fokus. Tim kami dibangun untuk menciptakan peluang dan menyerang,” kata Guardiola. Sementara itu, kapten tim Man City Vincent Kompany menilai, jika rekan-rekannya mengendurkan tekanan di babak kedua sehingga membuang keunggulan 2-0 di babak pertama. Padahal, katanya, Man City harus bisa menang lima gol di babak pertama.

“Tidak menya lahkan siapa pun, tetapi kenyataan dari permainan ini adalah kita harusnya sudah mengubur mereka di babak pertama,” katanya.

Ma’ruf

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com