SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Santri Didorong Berwirausaha

  • Reporter:
  • Senin, 14 Mei 2018 | 15:09
  • Dibaca : 57 kali
Santri Didorong Berwirausaha

MALANG–Kalangan pesantren di dorong untuk mengembangkan kewira usahaan (entrepreneurship) sejak dini. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk upaya pemberdayaan ekonomi.

“Saya sangat meng apresiasi upaya yang dilakukan Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), yakni telah masuk pondok pesantren untuk mengembangkan kewirausahaan dalam bentuk Pesantrenpreneur. Program ini bagus untuk pemberdayaan ekonomi,” ujar Presiden Joko Widodo di sela-sela peresmian Umat Mart (Ummart) di Pondok Pesantren Bayt Al- Hikmah, Kota Pasuruan, Jawa Timur, kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Presiden didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Pengasuh Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah KH Idris Samid, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi Bahlil Lahadalia, dan Ketua Umum Hipmi Jawa Timur Mufti Anam. Presiden mengingatkan, jiwa kewirausahaan sangat penting dibangun sejak usia muda, termasuk di kalangan santri dan pondok pesantren.

Untuk itu, kata Presiden, pemerintah juga berjanji memberikan bantuan modal usaha bagi para santri dan pondok pesantren yang serius mengembangkan usaha mandiri. Ummart yang salah satunya berada di Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah merupakan minimarket modern yang bisa memenuhi seluruh kebutuhan pokok warga pondok pesantren dan masyarakat di sekitarnya.

Dalam operasionalnya, Ummart dibimbing oleh kalangan asosiasi ritel sehingga pelaksanaannya akan lebih profesional. Presiden juga menegaskan, kegiatan tersebut positif untuk membangun kemandirian ekonomi dari pondok pesantren sehingga harus terus didorong agar semakin berkembang.

Kepala Negara bahkan ingin agar Ummart dikembangkan lebih luas lagi, tidak terbatas di 10 pesantren yang secara simbolis diresmikan kemarin. “Harapannya bisa berkembang di seluruh pondok pesantren yang ada di Indonesia, yang jumlahnya mencapai sekitar 30.000 pondok pesantren,” tegasnya.

Presiden menambahkan, dalam upaya mengembangkan potensi ekonomi dikalangan pesantren, pemerintah juga memiliki Bank Wakaf Mikro. Untuk program awal, saat ini baru ada di 20 pondok pesantren yang mengembang kannya dan ke depan ditargetkan akan ada lagi di 20 pondok pesantren. “Bank Wakaf Mikro ini akan terus dievaluasi dan dilakukan perbaikan untuk pengembangannya.

Harapannya bisa terus berkembang dengan baik sehingga pondok pesantren bisa menjadi salah satu basis kekuatan ekonomi nasional,” tuturnya. Ketua Umum BPP Hipmi Bahlil Lahadalia menyebutkan, selama ini pondok pesantren lebih banyak fokus pada pengembangan pendidikan dan keagamaan bagi para santrinya.

Maka melalui program Pesantrenpreneur ini diharapkan bisa dikembangkan juga ilmu kewirausahaan. “Nantinya ketika santri telah menyelesaikan pendidikannya, mereka bisa mengembangkan usaha secara mandiri,” ujar Bahlil. Dia menambahkan, Pesantren preneur merupakan kelanjutan agenda kerja Hipmi, yakni Hipmi Go to Campus pada 2016.

Kemudian dilanjutkan di 2017 dengan program Hipmi Go to School. Bahlil berharap, program ini dapat menggairahkan jiwa pengusaha di lingkungan pondok pesantren. Menurut Bahlil, Indonesia sangat membutuhkan pengusaha-pengusaha baru yang akan menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan negara melalui pajak usaha.

Dia juga mendukung upaya pemerintah menumbuhkan iklim investasi untuk membuka lapangan kerja baru. Sementara itu Ketua Umum Hipmi Jawa Timur Mufti Anam menyebutkan, pada awal pelaksanaan program Pesantren -preneur ini, ada 10 unit Ummart yang di diri kan di 10 pondok pesantren di Jawa Timur.

“Harapannya, hingga akhir tahun bisa di bangun sebanyak 1.004 unit Ummart di pondok pesantren yang ada di Jawa Timur,” ujarnya. Pengembangan ritel modern di dalam pondok pesantren ini, menurut Mufti, didasari niat baik dalam membangun kemandirian ekonomi dan kesejahteraan pondok pesantren.

Menurutnya, sistem pengelolaan dan manajemen pengelolaan Ummart sudah sangat modern sehingga diharapkan dapat bersaing dengan toko ritel modern lainnya. Dia menambahkan, selain sebagai pengembangan ekonomi mandiri di dalam pondok pesantren, keberadaan Ummart juga sebagai inkubator bisnis bagi para santri.

“Setiap tiga bulan sekali, para santri akan bergantian mengelola Ummart sehingga ketika mereka kembali ke daerah masing-masing bisa mengembangkannya untuk kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” tutur Mufti.

yuswantoro

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com