SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Satgas Pangan Awasi Penimbunan Bahan Pokok

Satgas Pangan Awasi Penimbunan Bahan Pokok
Suasana Pasar Jodoh dipadati pedagang yang memenuhi jalanan pertokoan Jodoh di pagi hari. Foto Teguh Prihatna,

SEKUPANG – Polda Kepri turun tangan langsung memberantas keberadaan kartel pangan. Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian menegaskan, pihaknya tak akan memberikan toleransi terhadap siapapun yang melakukan praktik kartel, terutama jelang Ramadan.

“Memang belum ada yang kedapatan. Tapi bukan berarti tidak ada. Tunggu saja,” ujarnya di Tiban, Jumat (5/5).

Polda Kepri didapuk memimpin Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kepri. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Budi Suryanto dipercaya sebagai Ketua Satgas, sementara Disperindag, Dinas Ketahanan Pangan, Bulog dan KPPU berkoordinasi sebagai anggota.

Dengan terbentuknya satgas ini, aktivitas pemantauan praktik kartel yang kerap kali mengatur harga pangan di pasar akan terpantau. Pihaknya akan rutin melakukan operasi, dan menindak siapa saja yang melakukan praktik kartel.

Dia tak membatasi target operasi satgas tersebut. Namun pihaknya akan lebih rutin mengawasi pihak distributor. Pasalnya, spekulan dan pengaturan harga kerap terjadi di level ini. Salah satu modus yang populer adalah dengan melakukan penimbunan sehingga harga di pasar naik. “Pemerintah sudah siapkan stok pangan yang cukup. Tidak ada alasan lagi ada kegiatan yang dilakukan para spekulan untuk penimbunan,” kata jenderal bintang dua ini.

Tujuan utama terbentuknya satgas ini adalah menjaga stabilitas harga pangan dan melakukan penindakan terhadap kartel. Sam mengatakan, dengan adanya satgas diharapkan komoditas bahan pangan tersedia di pasar dan masyarakat dapat membeli bahan kebutuhan pokok ini dengan harga terjangkau. “Khususnya menjaga ketersediaan jelang Ramadan hingga lebaran. Yang penting tersedia dan terjangkau oleh masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Perwakilan Batam akan menindak tegas pelaku usaha yang sengaja memainkan harga atau menimbun bahan pokok jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, guna mengantisipasi persaingan antara pengusaha.

Ketua KPPU KPD Batam Lukman Sungkar mengatakan, pihaknya tengah bekerja sama dengan Polda Kepri dan stakeholder terkait untuk melaksanakan pemantauan dan pengawasan secara intensif terhadap harga bahan pokok jelang Ramadan dan lebaran.

Berdasarkan pengalaman, di momen tersebut kerap kali mengalami kenaikan harga yang signifikan. “Kami akan menindak tegas yang sengaja memainkan harga dengan mencabut izinnya,” ujarnya usai menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke suplier daging di Kawasan Nagoya dan ritel modern Hypermart Nagoya Hill, Kamis (4/5).

KPPU bersama Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian sudah membuat kesepakatan bersama produsen, distributor, dan pengecer semua bahan makanan strategis untuk menjaga harga tetap stabil.

Lukman menegaskan, apabila terdapat indikasi penimbunan bahan pokok atau permainan harga, maka KPPU dan pemerintah akan segera turun tangan melakukan sidak. Sidak akan dilakukan baik di pasar ritel modern maupun pasar tradisional. “Tadi sudah kami lihat sendiri bagaimana kondisi stok yang ada. Semua bahan pokok dipastikan cukup hingga September mendatang,” ujarnya.

Pemerintah berupaya melakukan intervensi harga dengan menetapkan harga patokan. Hal itu dilakukan agar harga bahan pokok dapat terjangkau. “Dalam beberapa komoditas, Kementerian Perdagangan menetapkan harga itu secara rigid,” katanya.

Pihaknya juga mengawasi penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk tiga kebutuhan pokok di pasar retail modern. Adapun HET yang ditetapkan yaitu untuk gula pasir Rp 12.500 per kg, daging beku jenis tertentu Rp 80.000 per kg dan minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000 per liter. “Kami akan awasi harga sampai berakhir masanya nanti pada 10 September mendatang,” katanya.

Direktur PT Batam Frozen Food sebagai suplier daging beku mengatakan, pihaknya telah mematuhi seluruh peraturan yang berlaku. “Kami impor dari Australia dan menjualnya dengan harga Rp73 ribu per kilogram,” ujarnya.

sarma haratua siregar/iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com