SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Satgas Pangan Indikasi Ada Mafia Daging

  • Reporter:
  • Rabu, 30 Mei 2018 | 10:21
  • Dibaca : 258 kali
Satgas Pangan Indikasi Ada Mafia Daging
Kanit III Tipidter Satreskrim Polres Bintan, Ipda Angga Riatma mendatangi distributor tunggal daging sapi segar untuk wilayah Bintan, kemarin. /novel m sinaga

BINTAN – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Bintan mengindikasi ada permainan dari mafia dalam melonjaknya harga komoditas daging sapi segar dan beku di Bintan saat bulan Ramadan.

Kenaikan harga daging sapi di Kabupaten Bintan melonjak sehari sebelum Ramadan. Tidak tanggung-tanggung harga daging sapi segar di pasaran sempat mencapai Rp160 ribu per kilogram (kg) merangkak naik dari harga biasanya Rp135 ribu per kg. Meski turun, harga daging sapi segar masih tetap mahal di angka Rp145 ribu.

Satgas Pangan Kabupaten Bintan yang terdiri dari Polres Bintan dan PPNS Diskoperindag Bintan mensinyalir adanya permainan harga di pasar yang diduga dilakukan oleh distributor dan juga pedagang, terlebih dalam hal komoditas daging sapi segar untuk wilayah Kabupaten Bintan hanya dipegang oleh distributor tunggal. Tidak hanya itu, indikasi praktik mafia daging sapi juga diduga terjadi dalam lonjakan harga ini.

“Kita masih selidiki, dengan turun ke distributor dan juga ke pasar. Kenapa harga bisa naik, sementara stok persediaan aman, dan tidak ada komoditi lain yang naik seperti biaya transportasi dalam hal ini minyak,” kata Kanit III Tipidter Satreskrim Polres Bintan, Ipda Angga Riatma, kemarin.

Penyidik tidak ingin para pedagang memanfaatkan momen Ramadan untuk dijadikan mencari keuntungan yang tidak wajar di saat permintaan daging oleh masyarakat tinggi. “Ini kan menyusahkan masyarakat, karena HET (Harga Eceren Tertinggi) untuk komoditas pangan sudah diatur,” ujarnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com