SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Satgas Pangan Tunggu Aksi BPOM

  • Reporter:
  • Senin, 9 Juli 2018 | 13:45
  • Dibaca : 68 kali
Satgas Pangan Tunggu Aksi BPOM
Tim Satgas Pangan Bintan sidak bahan pokok di salah satu swalayan di Bintan, beberapa waktu lalu. f novel m sinaga

BINTAN – Satgas Pangan Bintan masih belum melakukan penindakan di lapangan terkait surat edaran yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI terkait keberadaan susu kental manis.

“Kami tunggu aksi dari BPOM dulu, konsisten tak mereka. Namun, jika mereka meminta bantuan dalam penindakan, kapan pun dan dimanapun kami siap. Asal konsisten,” kata anggota Satgas Pangan Bintan, Iwan Setiawan, Kamis (5/7/2018).

Menurut dia, karena persoalan kasus yang hampir serupa belum lama ini terkait keberadaan Ikan Sarden yang bercacing. Ia menilai BPOM tidak konsisten saat mengeluarkan surat edarannya. Pasalnya, saat Satgas Pangan mengambil tindakan tegas di lapangan dengan menarik berbagai produk sarden yang dilarang beredar berdasarkan surat edaran BPOM. Beberapa waktu kemudian, pihak BPOM sendiri yang kembali mengeluarkan pernyataan jika produk yang telah ditarik itu mengandung protein.

“Kemana mau diletak muka kami. Sarden yang telah ditarik dinyatakan tidak berbahaya, dan mereka malah mengkampanyekan makan sarden beramai-ramai. Nah, begitu juga dengan surat edaran susu kental manis kali ini, Kami sifatnya menunggu aksi dari mereka dulu,” ujarnya.

Seperti diketahui, BPOM mengeluarkan memberikan aturan ketat terkait peredaran susu kental manis tentang label dan iklan pada produk susu kental dan analognya (kategori pangan 01.3) pada Mei lalu.

Dalam aturan tersebut, produk susu kental manis dilarang menampilkan anak-anak berusia di bawah 5 tahun dalam bentuk apapun. Kemudian melarang menggunakan visualisasi bahwa produk susu kental dan analognya disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi. Produk susu lain, antara lain susu sapi/ susu yang dipasteurisasi/ susu yang disterilisasi/susu formula/susu pertumbuhan.

Lalu dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman. Terakhir, khusus untuk iklan dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak.

Perwakilan BPOM Kepri yang dikonfimasi soal surat edaran tentang susu kental manis mengatakan, pihaknya tidak melarang peredaran produk susu kental manis, tapi hanya mengatur terkait label dan iklannya.

“Susu kental manis merupakan pengaturan internasional atau codex. Yang keliru terkait saran penyajian dan iklan, sehingga harus dibenahi, termasuk persepsi di masyarakat,” kata staf BPOM Kepri, Mardianto. novel m sinaga

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com